Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 53 (Bahagia)


__ADS_3

Tubuh Arinda bergetar mendengar gosip miring tentangnya, ia pun meremass ujung roknya karena emosi.


“Kurang ajar, enggak tahu diri kalian semua, bisa-bisanya kalian berkata buruk tentang ku, kalian belum tahu aku siapa!” hardik Arinda dalam hati.


“Ih bahaya juga ya dia, meresahkan bangat,” ujar karyawati X.


“Iya, pada hal kata kak Ayu, pak Andri sudah menikah, istrinya juga cantik, kaya raya, mana mungkin seorang pak Andri level dengan karyawan seperti dia, hahaha,” Yeni mengejek Arinda dengan perasaan senang.


“Ya sudah yuk, kita sudah terlambat nih,” ujar karyawati X.


“Apa? Aku bukan level mas Andri? Beeve lebih cantik dariku? Awas saja kalian ya! Penghinaan ini akan ku ingat selamanya,” gumam Arinda.


Ia yang merasa sakit hati pun tertantang untuk merencanakan hal keji.


“Kalau aku sudah mendapatkan yang ku inginkan, kalian semua akan ku jadikan pembantu ku!” batin Arinda.


______________________________________________


Pukul 15:00, Beeve yang sedang menyiram bunga di depan gerbang bersama Winda pun ke datangan tamu.


Beeve tahu yang datang itu adalah Jane. “Mbak Win, aku masuk duluan ya,” ucap Beeve.


“Iya nyah, silahkan.” sahut Winda seraya terus menyiram bunga.


Beeve pun berjalan menuju rumah, Jane yang turun dari dalam mobil melambaikan tangannya pada Beeve.


“Bee!” seru Jane.


“Ibu....” Beeve dengan setengah berlari menghampiri ibunya yang telah berada di pintu utama.


“Ibu....” Beeve memeluk ibunya dengan manja.


“Hei, Bee....,” Beeve yang rindu pada ibunya tak mau melepaskan pelukannya.


“Ya ampun anak ini, sudah mau jadi ibu tapi sifatnya masih sepertu anak-anak.” ujar Jane seraya mengecup puncak kepala Beeve.


“Biar saja bu, kan aku masih anak-anak.” ucap Beeve mengencangkan pelukannya.


“Dasar kau ya, hei kenapa kau main di luar di cuaca yang panas begini?”


“Aku hanya membantu mbak Winda bekerja bu, kasihan, di rumah yang sebesar ini hanya ada 2 Art,” terang Beeve.


“Kalau begitu minta tambah Art pada Andri, kalau di lihat dari ukuran rumah ini, harusnya kalian punya 10 Art,” terang Jane.


“Nanti Beeve akan bicarakan bu,” ucap Beeve.


“Ya sudah, tapi.... kau bisa lepaskan ibu sekarangkan? Ibu sudah tua, enggak kuat berdiri lama-lama,” ujar Jane.


“Iya bu....” dengan berat hati Beeve melepas pelukannya.

__ADS_1


Kenudian ibu dan anak itu pun masuk ke dalam rumah.


“Ibu mau minum apa?” tanya Beeve.


“Sudah, nanti saja, ibu baru minum tadi,” ujar Jane.


“Benar bu?”


“Iya, eh kemari lah,” Jane menuntun Beeve untuk duduk di atas sofa.


“Bagaimana tanggapan Andri mengenai kehamilan mu?” tanya Jane serius.


“Mas Andri senang bukan main bu,” jawab Beeve.


“Baguslah kalau begitu,” ujar Jane lega.


“Tapi bu, kok dokternya aneh ya, apa dokter itu dokter baru kerja?”


“Ada apa memangnya?” tanya Jane.


“Masa dia enggak tahu aku sudah mengandung berapa minggu?” terang Beeve.


“Bukannya dia enggak tahu, tapi dokter Wildan itu adalah rekannya dokter Ahmad, dokter Ahmad enggak bisa datang karena harus menangani operasi, setelah kau beritahu ibu kemarin, ibu langsung mengontak dokternya, setelah fix yang menangani mu ya dokter Wildan, selanjutnya ibu kabari Andri, ibu bilang kau kurang sehat dan ibu minta izin buat kirim dokter kesini.” terang Jane panjang lebar.


“Oh.... ternyata begitu? Pada hal aku hampir pingsan karena takut bu,” ucap Beeve.


“Ibu kan sudah bilang Bee, tenang saja, yang penting kau tutup rapat rahasia ini,” ujar Jane.


Pukul 19:00 malam, semua anggota keluarga telah berkumpul di rumah Beeve dan Andri.


Beeve sebagai ibu hamil saat itu menjadi pusat perhatian.


Dan Rahma selaku ibu mertua duduk di sebelah kiri Beeve sedang Andri di sebelah kanan.


“Beeve sayang, tadi ibu mampir ke toko perhiasan, dan ibu lihat ada kalung yang sangat bagus, design terbaru juga, kalau kau memakainya pasti akan sangat pantas nak.” ujar Rahma seraya mengeluarkan kalung berlian nan indah dari kotaknya.


“Ya ampun bu, sepertinya ini harganya mahal.” ucap Beeve merasa tak enak hati.


“Ini harganya enggak seberapa, di banding hadiah yang kau berikan pada kami.” ujar Rahma tersenyum bahagia.


“Betul Bee, anak yang ada dalam kandungan mu itu adalah hal yang paling berharga, calon pewaris ISF, jadi kau harus merawat baik-baik cucu kami ya nak,” ujar Yudi.


Lalu Rahma menyematkan kalung berlian yang ia beli ke leher Beeve.


Beeve yang telah cantik dari lahir pun semakin berbinar berkat kalung berlian pemberian mertuanya.


“Tuh kan benar, kalian lihatlah, menantu ku sangat cocok memakainya.” ucap Rahma kegirangan, ia pun mencium pipi Beeve berulang kali.


“Aku juga punya sesuatu untuk menantu ku,” ucap Yudi.

__ADS_1


Kemudian Yudi memberikan 2 pasang baju bermerek pada Beeve.


“Ini 2 pasang baju berbeda, untuk laki-lakivdan perempuan,”


“Kok laki-laki perempuan yah?” tanya Rahma.


“Mana tahu kembar, ya kan?” jawab Yudi.


“Oh iya, benar-benar,” sahut Rahma.


Semua orang tertawa dalam ruangan itu kecuali Beeve, ia hanya tersenyum kecil, karena merasa bersalah pada semua orang yang telah tertipu.


“Ayah bisa saja, Andri sih berharap satu saja yah, kasihan Beeve kalau dua, nanti dia bisa kerepotan,” terang Andri.


“Itu sih gampang Ndri, ada baby sitter, nanti ayah akan pekerjakan 9 baby sitter kesini, kita buat mereka bekerja shift, pagi siang dan malam, agar Beeve enggak kelelahan, dan juga bisa mengurus mu,” terang Yudi.


“Nah! Betul yah, ibu juga berpikiran begitu, bagaimana menurut mu mas?” tanya Rahma pada Erdogan.


“Aku ikut apa kata kalian saja Rahma, nanti aku yang membayar gaji baby sitter nya,” ucap Erdogan.


“Ahhh... jangan gitulah mas, sekarangkan Beeve sudah menjadi menantu kami, jadi biar kami yang urus,” sahut Yudi.


“Ya sudah, kalau begitu kami akan menambah Art kemari, rumah ini terlalu besar, kasihan kalau hanya 2 Art yang bekerja,” ucap Jane.


Andri menjadi malu, karena mertuanya mengetahui kekurangan rumahnya.


“Ahh.... sudah-sudah, kalian enggak perlu sampai membayar ini dan itu untuk karyawan rumah ini, Andri juga sedang berusaha cari Art tambahan, tapi belum dapat saja yang amanah.” terang Andri yang membuat kedua kubu terdiam.


“Mas....” Beeve memegang tangan Andri.


“Maaf, ayah ibu, tapi kan gaji Andri juga banyak, kalau untuk masalah Art dan yang lain, Andri masih mampu,” terangnya.


“Hei, ini untuk cucu ku, kau diam lah,” ucap Yudi.


Emir dan Julian yang bagai cangkang kacang kulit hanya menyimak perdebatan keluarga mereka.


“Ayo kita semua photo bersama dengan Beeve! Sebagai kenang-kenangan,” seru Rahma.


Dan mereka semua pun melakukan sesi photo bersama dengan pose berdiri, yang potretnya di ambil oleh Winda.


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


...Instagram :@Kissky_muchu...


...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....


__ADS_1



__ADS_2