Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 26 (Menasehati Andri)


__ADS_3

Karena tak ingin membuat keluarganya khawatir ia pun membalas.


✉️ “Aman bang,” Beeve.


Selesai berkirim pesan dengan Julian, Beeve beranjak menuju wastafel untuk minum.


Ia yang merasa gerah memutuskan untuk mandi.


Sementara Andri yang telah selesai memakai pakaian formal kerjanya menuju lantai 2 ruang kerjanya, sebab ia ketinggalan file penting disana.


Sesampainya ia di ruang kerja, ia mengambil barangnya yang ketinggalan, saat ia ingin keluar, ia merasa penasaran dengan apa yang di lakukan istrinya saat ini.


“Coba aku lihat, si nakal itu sedang apa,” gumamnya.


Ia pun beranjak ke bilik control cctv, dan Andri pun duduk di atas kursi, seraya memperhatikan setiap surut kamar Beeve.


“Dimana dia?” gumam Andri, sebab ia tak melihat keberadaan Beeve di kamar itu.


“Apa dia ke dapur?” Andri yang merasa sudah cukup untuk pantauannya, memutuskan berangkat kerja, namun saat ia akan bangkit dari kursinya, dari sudut ekor matanya, ia melihat Beeve keluar dari kamar mandi.


Sontak ia menoleh kembali ke monitor, dan langsung menelan saliva nya.


Sebab ia melihat istrinya tak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, rambutnya pun nampak terurai.


Andri menyapu wajahnya, jantungnya berdebar kala melihat lekuk tubuh indah sang istri.


Hasratnya pun mulai memuncak, meski ia marah terhadap Beeve, namun tak menampik jika ia masih berselera bila melihat istrinya yang gemulai.


“Haahhh!!!” Andri menghela nafas panjang, lalu dengan menahan segala gejolak di dadanya, ia beranjak dari ruang control cctv tersebut.


Ia pun bergegas menuju mobil yang telah terparkir di pintu utama masuk rumah.


Ali sang sopir telah rapi dengan penampilan seragam supirnya.


Ketika Ali melihat wajah majikannya yang terlihat kusut, ia merasa heran, karena Andri di matanya selama ini adalah lelaki yang jarang marah dan murah senyum.


“Ayo berangkat pak,” ucap Andri pada Ali.


“Baik tuan,” Ali pun membukakan pintu untuk majikannya terlebih dahulu, kemudian baru ia masuk ke dalam mobil tepatnya di kursi pengemudi.


Setelah itu mereka berangkat menuju kantor, dan selama perjalanan Andri masih resah dan gelisah, berulang kali ia berdecak, membuat Ali merasa tak enak.


“Tuan, apa ada yang salah dengan saya?”


“Hah? Maksudnya pak?” ucap Andri tak mengerti.

__ADS_1


“Dari tadi tuan sering sekali berdecak, apa saya berbuat salah tuan?” ucap Ali seraya melihat wajah tuannya sejenak dari kaca spion.


“Enggak pak, sudah bapak fokus menyetir saja, jangan pedulikan saya,” ujarnya, ia merasa sedikit bersalah karena sudah membuat supirnya salah faham.


“Kenapa aku terus membayangkan tubuh Beeve? Pada hal tubuh itu adalah bekas orang lain,” gumamnya dalam hati.


Namun semakin ia mencoba menepis bayang-bayang istri cantiknya, justru hatinya semakin berkecamuk, belum lagi ia mengingat penyatuannya dengan Beeve di pulau Seribu yang membuat hatinya panas dingin.


“Akh!!!” tanpa sadar Andri berteriak, yang membuat Ali terkejut.


Ada apa sih dengan tuan? Apa ada masalah dengan nyonya? Nampaknya mereka juga enggak tidur seranjang, batin Ali.


Tak lama, mereka pun sampai di kantor, Andri pun segera keluar dari dalam mobil tanpa menunggu Ali yang membukakan pintu.


Saat Andri sedang berada di lobi, ia bertemu dengan ayahnya Yudi.


“Ndri, kau sudah masuk kerja?”


“Iya yah,”


“Ada apa? Cuti mu kan masih sisa 5 hari, kasihan Beeve kau tinggal sendiri,” ujar sang ayah.


“Ada pekerjaan penting yang harus Andri selesaikan yah,” terangnya.


“Sepenting apa? Apa gunanya Arman kau jadikan wakil mu? Pulanglah, kasihan istri mu,” Yudi menunjukkan perhatiannya pada anak menantunya.


“Ada apa dengan anak itu,” gumam Yudi, karena setahunya Andri sangat tergila-gila pada Beeve selama ini, melihat putranya tiba-tiba masuk kerja, membuatnya menaruh sedikit rasa curiga.


Sesampainya Andri di ruangannya, ia meminta kopi pada OB yang sedang bertugas.


“Bawakan aku kopi,” titahnya


“Baik pak,” jawab OB pria tersebut, saat ia baru duduk di kursinya, tiba-tiba Arman masuk ke dalam ruangan.


“Hei! Lagi apa kau di ruangan ini?!” hardik Arman wakil presiden direktur sekaligus sahabat dekat Andri sejak SD.


“Apa ada masalah?”


“Tentu saja! Jadwal cuti mu kan belum habis, pekerjaan di kantor juga aku tangani dengan benar, ada apa ini?” tanya Arman penasaran.


“Tidak ada apa-apa, aku hanya enggak tenang, membiarkan mu mengurus segalanya,” ujar Andri sebagai alasan.


“Hmmm...., kau jangan berbohong pada ku Ndri, ada apa? Enggak mungkin kau masuk kantor secepat ini kalau enggak ada masalah, urusan kantor sudah kita tangani selama 4 tahun terkahir bersama-sama, dan enggak ada masalah sekali pun, kau juga percaya pada ku, jadi ku rasa, bukan karena itu kau masuk secepat ini,” ucap Arman penuh selidik.


“Sudahlah Man, aku ingin sendiri,” ujar Andri dengan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Aku enggak akan pergi, sebelum kau cerita, aku ini sahabat mu, kau percaya pada ku kan? Ayolah, mana tahu aku bisa kasih solusi atas apa yang mengganjal dalam hatimu,” setelah di bujuk oleh Arman, Andri pun mulai buka suara.


“Baiklah, tapi tolong jangan bocor kemana-mana,” pinta Andri dengan wajah serius.


“Oke! Cepat katakan,”


Dengan menghela nafas panjang Andri mulai bercerita.


“Aku dan istri ku sebentar lagi akan bercerai,”


Mendengar pengakuan Andri yang satu itu membuat Arman terkejut.


“Apa! Kau sudah gila!” hardik Arman.


“Pelan kan suara mu sialan!” pekik Andri.


“Maaf-maaf, tapi kenapa? Kau baru saja menikah, ada apa ini?” tanya Arman penasaran sekaligus khawatir akan masa depan sahabatnya itu.


“Dia tak jujur pada ku, dia.... bukan wanita suci,” Arman mengernyit mendengar alasan sahabatnya ingin berpisah, sebagai sahabat yang baik, Arman pun memberi nasehat.


“Ndri, hanya karena itu kau menceraikannya? Pada hal selama ini telingaku selalu cedera saat kau tak henti-hentinya menceritakan gadis itu pada ku, mulai SMP kau mengatakan hanya mencintai satu gadis, yaitu Beeve Beeve Beeve, sekarang, setelah kau mendapatkannya, kau ingin melepaskannya hanya karena dia tidak suci untuk mu?” ucap Arman dengan wajah risih pada Andri.


“Ya, pokoknya begitulah, batin ku tak bisa berdamai dengan keadaan, terlebih saat aku membayangkan ia di gerayangi oleh pria lain,” ungkapnya.


“Hah! Hei, oke aku akan jujur pada mu, Megan istri ku, juga enggak perawan saat aku nikahi, tapi karena aku mencintai dirinya, aku menyukai pribadinya yang baik, jadi.... ku terima dia dengan lapang dada, kalau kau, dari kaca mata penglihatan ku, kau itu hanya mencintai fisiknya, kalau benar kau mencintai Beeve dari hati, ku yakin batin mu akan menerima, bagaimana pun kondisinya, buruk, kau buruk sekali, berarti kalau dia keriput sedikit, ku yakin kau akan cari penggantinya,” ujar Arman kesal.


“Bu-bukan begitu, aku merasa di bohongi karena ia enggak jujur dari awal,” ucap Andri membela diri.


“Jelas saja dia enggak bilang, mungkin ia tahu kalau kau itu orangnya seegois ini,”


“Apa?”


“Sudahlah, kau memang belum dewasa, pikirkan lagi kalau mau menceraikan anak orang, terlebih Beeve itu masih keluarga mu, dan juga kau enggak kasihan padanya, ia yang baru 17 tahun harus jadi janda?”


Andri terdiam mendengar perkataan sahabatnya.


“Ya....., kau tak punya saudari sih, makanya tak berpikir akan karma, lagi pula bro, tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, semua ada aibnya masing-masing,”


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Kissky_muchu


Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.

__ADS_1



__ADS_2