
Andri mengusap wajahnya, sebab Beeve yang ada di hadapannya begitu menggoda.
Keduanya pun memulai pergulatan indah di atas ranjang, ketika Andri yang berada di atas Beeve akan melakukan penyatuan, tiba-tiba.
Krek!!!
Pinggang Andri yang tadinya pegal, kini menjadi kram, ia sangat kesulitan menggerakkan tubuhnya. Selain itu, ia juga susah untuk bernafas.
“Ada apa mas?” tanya Beeve, sebab wajah Andri seperti menahan rasa sakit.
“Enggak apa-apa sayang, mas hanya sedang membaca do'a,” ucap Andri.
“Bagaimana ini? Rasanya akan sangat memalukan kalau Beeve tahu aku kram dan pegal karenanya,” batin Andri.
“Mas, kau baik-baik saja?” tanya Beeve kembali dengan perasaan cemas.
“A-aku baik-baik saja,” ucap Andri dengan suara yang berat.
“Bagaimana ini? Enggak mungkin kami batal melakukan pembenihan,” batin Andri.
Sebenarnya tubuh Andri meminta istirahat, namun nalurinya memaksa untuk bercinta, terlebih tubuh gemulai sang istri yang tak dapat ia lewatkan.
Karena Andri tak kunjung bereaksi, Beeve yang rebahan pun duduk di hadapan Andri.
“Mas, ada apa mas? Apa kau sakit?” saat Beeve menyentuh pinggangnya Andri meringis kesakitan.
“Akhhhh,”
“Beneran pinggang mu sakit mas? Salah urat atau kram mas?” tanya Beeve serius.
Karena sakit di pinggang Andri tak kunjung sembuh, akhirnya rencana penyatuan malam itu pun batal.
“Bee, maafkan aku, sepertinya acara bercinta kita di tunda lagi,” ucap Andri.
“Iya mas, enggak apa-apa, tapi kau kenapa mas sebenarnya?”
“Kau benar, pinggang ku kram dan pegal, membuat ku jadi sulit bergerak dan bernafas,” terang Andri.
“Astaga, bagaimana ini mas? Apa aku panggil dokter sekarang?” ucap Beeve panik.
“Kalau dia panggil dokter, yang ada seluruh keluarga akan tahu, aku sakit karena menggendong Beeve,” batin Andri.
“Enggak perlu sayang, cukup kau ambil kan minyak angin di kotak P3K yang ada disana,” Andri menunjuk ke arah dinding di sebelah jendela kamarnya.
Lalu Beeve yang belum mengenakan pakaiannya pun turun dari ranjang menuju kotak P3K berada.
Setelah ia mendapatkan minyak angin cap pedas yang ada dalam kotak P3K, ia pun kembali ke ranjang, dan mengoleskan minyak tersebut ke pinggang suaminya.
“Kau bisa rebahan mas?” tanya Beeve.
“Tunggu sebentar.” jawab Andri, ia yang pada posisi duduk pun perlahan-lahan mulai merebahkan badannya ke atas ranjang, cukup sulit namun Andri berhasil juga setelah merasakan sakit yang luar biasa.
“Akhh....,” Andri lagi-lagi meringis.
Lalu tangan lembut Beeve memijat pinggang suaminya dengan hati-hati.
“Mas, apa kau kram karena menggendong ku tadi?” tanya Beeve penasaran.
“Enggak sayang, tadi sewaktu di kamar mandi aku terpleset, makanya aku cukup lama di dalam, tadinya sudah sembuh, tak di sangka malah kambuh lagi,”
__ADS_1
“Kau serius mas?”
“Iya sayang,”
“Oh, begitu ya mas,” Beeve terus memijat pinggang suaminya, hingga Andri merasa baikan kembali.
“Sudah sayang, pinggang ku sudah enakan,” ucap Andri.
“Biar ku pijat sebentar lagi mas,”
“Enggak usah sayang, aku sudah sembuh, lagi pula kau cape,” ucap Andri.
“Enggak kok mas, aku masih kuat,” ucap Beeve.
“Kalau begitu kau masih sanggup meneruskan yang tertunda tadi?”
“Mmmm, sebaiknya kita lakukan di rumah saja mas, aku takut kalau kita mulai lagi, pinggang mas yang baru sembuh kambuh lagi,” ujar Beeve.
Andri yang merasa kalau ucapan sang istri ada benarnya, setuju untuk mengurungkan niatnya, meski birahinya masih meninggi.
“Baiklah sayang, kalau begitu kita tidur sekarang,”
“Oke mas.” ketika Beeve ingin mengambil bajunya yang tercecer di lantai, Andri malah mencegatnya.
“Kau mau apa?”
“Memakai baju mas, kau juga cepat pakai mas, nanti masuk angin,” ujar Beeve.
“Sudah, malam ini kita tidur begini saja,” Andri melarang Beeve untuk memakai pakiannya.
“Tapi mas...”
“Pintu sudah ku kunci rapat, jadi masuklah ke dalam selimut, kau juga enggak akan kedinginan, karena aku akan memeluk mu,” ujar Andri.
Kemudian ia masuk ke dalam selimut abu-abu yang selembut sutera itu, begitu pula dengan Andri.
Andri meletakkan kepala Beeve di atas lengannya.
“Mas, lampunya enggak di matikan?” tanya Beeve.
“Enggak usah sayang, aku ingin melihat wajah cantik mu saat aku terbangun nanti.” pujian Andri membuat jantung Beeve berdebar kencang.
Lalu Andri memeluk tubuh istrinya, dan kulit keduanya pun menyatu dengan rapat, Andri dan Beeve sama-sama dapat merasakan debaran jantung mereka yang sahut menyahut.
“Bagaimana aku bisa tidur kalau begini? Suami ku memang unik, banyak maunya,” batin Beeve.
“Kulitnya lembut, dan bukitnya juga kenyal,” batin Andri.
Beeve yang tak sanggup menahan kegugupannya memutuskan untuk memejamkan matanya.
Sedang mata Andri masih terang benderang, ia pun melirik Beeve yang ada di pelukannya.
“Dia sudah tidur?” batin Andri.
Lalu perlahan Andri meletakkan kepala Beeve ke atas bantal. Selanjutnya ia menyusup ke dalam selimut.
“Dia mau apa?” hati Beeve pun bertanya-tanya.
Dan tak lama, Beeve merasakan puncak bukit kembarnya sedang di kerjai oleh suaninya.
__ADS_1
“Aduh mas, banyak sekali tingkah mu," batin Beeve.
Selama Andri masih menyesap bak bayi di dalam selimut, Beeve sama sekali tak bisa tenang, namun ia tak mau bersuara, sebab ia takut kalau Andri akan meminta jatah kembali.
Cukup lama Andri mengerjai Beeve, hingga akhirnya keduanya pun terlelap dengan posisi puncak bukit Beeve masih berada dalam pengecap suaminya.
Pukul 05:00 pagi, alarm di kamar Andri pun berdering, yang membuat keduanya bangun.
Andri keluar dari dalam selimut dan meregangkan tubuhnya.
“Pagi sayang,” Andri mengecup pipi Beeve.
“Pagi juga mas,” ucap Beeve.
“Ayo kita mandi sama-sama sayang,”
“Mmmm, mas duluan saja, aku masih mau dalam selimut sebentar lagi,” ujar Beeve.
“Baiklah sayang, kalau gitu aku mandi duluan ya,”
“Iya mas, hati-hati ya mas, jangan terpleset lagi,” ucap Beeve.
“Iya sayang,” lalu Andri pun beranjak ke kamar mandi.
Beeve yang masih mengantuk memejamkan matanya kembali.
Selang 15 menit Andri selesai mandi dengan membasuh rambut, ia pun membangunkan istrinya, agar segera mandi.
“Sayang, ayo mandi, kita kan belum sholat subuh,” ujar Andri.
Beeve dengan rasa malasnya pun bangkit dari ranjang, sebelum ia masuk ke kamar mandi, Andri memberikannya handuk, tak lupa Beeve membawa baju gantinya.
Sementara Beeve mandi, Andri pun melaksanakan sholat subuh di dalam kamar.
Seusai ia selesai sholat, Beeve pun keluar dari dalam kamar mandi.
“Mas, mukenah ku mana?”
“Ambil di dalam lemari ku,” ucap Andri.
Lalu Beeve mengambil mukena yang berada dalam lemari suaminya. Lalu Beeve memakainya, kemudian melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai sholat, Beeve kembali merapikan mukena yang ia pakai ke dalam lemari.
Lalu Andri yang telah sedia dengan baju setelan kantornya pun mencium kening Beeve.
“Sholatnya yang rajin ya cantik,”
“Iya mas,” kehangatan yang Andri berikan membuat hati Beeve tentram.
Setelah Beeve selesai berdandan, mereka pun bersiap-siap untuk turun ke lantai satu.
Untungnya menuruni anak tangga tak terlalu melelahkan, Beeve dengan mudah melangkah hingga sampai ke lantai satu.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....