
Beeve menggigit bibir bawahnya, sesekali ia melirik Andri dari sudut ekor matanya. Andri yang duduk di sebelahnya hanya mendengarkan penjelasan sang dokter tanpa satu komentar pun.
Bagaimana ini? Aku yakin mas Andri sudah menyadarinya, tapi kenapa dia hanya diam saja? batin Beeve.
“Perkiraan lahir 25 Januari 2021, tapi ini masih bisa mundur ya bu,” terang sang dokter.
“Baik dok, terimakasih banyak.” ucap Beeve dengan suara yang lemas.
Setelah pemeriksaan itu selesai, Andri dan Beeve keluar dari rumah sakit.
Di dalam mobil Beeve yang sudah deg degan parah tak berani menatap Andri.
Andri dengan wajah kakunya menyalakan mobil, kemudian keluar dari area rumah sakit.
Selama perjalanan keduanya diam tak bersuara, yang membuat Beeve makin takut.
Apa aku harus jujur sekarang? Tapi bukannya sudah terlambat? Atau mungkin dia belum sadar? Mas... ayo dong bicara, batin Beeve.
Karena Andri masih bungkam, Beeve mencoba memulai pembicaraan.
“Mas...”
“Siapa ayahnya?” tanya Andri dengan pandangan masih fokus ke depan.
Deg deg deg...
Beeve menelan salivanya, ia tak menyangka jika Andri akan bertanya ke intinya.
“Ku tanya siapa ayahnya!!!!” Hardik Andri.
“Akhhh!!” Beeve terkejut setengah mati karena suara Andri menggelegar bagai petir.
Ciiit!!! Andri melakukan rem mendadak ke pinggir jalan.
“Kau masih belum bicara?! Hah! Sampai kapan kau akan membohongi ku?!” pekik Andri.
“I-itu...”
“Bicara yang jelas Beeve!!!” Andri memegang wajah istrinya dengan kedua tangannya.
“Teganya, dimana perasaan mu!!!” Andri berteriak tepat di wajah istri yang ia sayangi. Beeve yang menerima perlakuan mengejutkan itu menjadi sesak nafas karena ketakutan. Air matanya pun mengucur seketika.
“Pada hal aku begitu mencintai mu, mempercayai mu, ternyata tak cukup bagimu membohongi ku satu kali, bukankah sudah pernah ku katakan! Jangan ada rahasia di antara kita lagi?! Kenapa kau lakukan ini pada ku!!! Memaksakan diri menikah di usia muda, tak ada cinta, saat itu ku pikir mungkin karena memang jodoh, tapi apa?!! Hah!!! Kau menjebak ku, menikah dengan ku hanya karena butuh sosok ayah untuk anak mu!” Beeve yang sudah terpojok hanya bisa menangis, ia menutup rapat-rapat matanya karena malu dan merasa bersalah.
“Buka mata mu! Lihat aku! Pandang aku! Kenapa kau bisa berbuat sejauh ini?” kekecewaan Andri sudah di ambang batas, ia pun ikut menitihkan air mata, pernikahannya benar-benar berantakan.
“Ma-maafkan aku mas, aku salah, hiks...” Beeve mengangguk mohon maaf pada suaminya.
“Terlambat, ternyata kau lebih kotor dari apa yang ku tahu! Sangat menjijikkan!! Kau kecewakan aku lagi!”
“Hiks.. hiks..., mohon maafkan aku mas, aku memang memanfaatkan mu, aku bersalah, hukum aku mas! Apapun akan ku terima, asal kau jangan tinggalkan aku! Aku benar-benar mencintai mu,” ungkap Beeve.
Andri yang muak melepas genggaman tangannya dari wajah Beeve.
__ADS_1
“Hahaha.... Hah! Cinta? Kau yakin soal itu? Apa begitu mudah bagimu untuk mencintai dan melupakan seseorang? Pernikahan kita baru beberapa bulan, bagaimana bisa kau bilang benar-benar mencintai ku? Bulshit!!”
“Aku jujur mas,” ucap Beeve.
“Jika jujur, pasti kau bilang dari awal, kalau kau mengandung anak dari laki-laki lain, andaikan enggak ketahuan seperti sekarang, kau akan terus memilih diam, hah! Bee, di antara kita, hanya aku yang mencintai mu, sedang kau tidak, kau hanya memikirkan dirimu sendiri, ck,” Andri geleng-geleng kepala.
“Maafkan aku mas, aku salah, aku takut kalau harus jujur dan kau akan meninggalkan ku,” ucap Beeve.
“Omong kosong terus, yang aku enggak habis pikir, ternyata yang menjebak ku bukan hanya kau, tapi seluruh keluarga mu ikut ambil bagian, waw! Kerja sama yang luar biasa, apa kau dan keluarga mu sama bodohnya? Kau menikah dengan ku sudah jelas akan melakukan hubungan suami istri, bukankah itu dosa besar Bee? Haram! Haram Beeve An Mahveen! Astaga, aku bisa gila karena mu!” Andri menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
“Mas, mereka enggak ada hubungannya, ini murni kesalahan ku seorang.” Beeve yang tak ingin keluarganya malu, mencoba menutupi kenyataan.
“Hmm, kau bohong lagi, sudah cukup sandiwaranya, sekarang cepat kau katakan pada ku, siapa pemilik bayi yang ada di perut mu!” desak Andri.
“Ini anak mantan ku mas.” ucap Beeve seraya menundukkan kepalanya.
“Oh, si Cristian ya?” ucap Andri.
“Kau tahu dari mana mas?” tanya Beeve.
“Oke, berhubung aku katakan enggak ada rahasia di antara kita, aku akan membuat pengakuan pada mu.”
Jangan mas, batin Beeve.
“Aku, juga sudah mengkhianati mu, menikahi Arinda diam-diam di belakang mu, dia juga sedang mengandung anak ku.” ungkap Andri.
Meski sudah tahu, Beeve masih merasa sedih atas pengakuan Andri. pada hal Beeve diam, karena merasa kesalahan mereka impas.
“Kau sudah tahu itu, hebatnya kau malah diam saja, ku rasa karena kita menyimpan kebohongan yang sama, makanya kau tak masalah meski kau di poligami secara diam-diam,” ucap Andri.
“Enggak bisa, maafkan aku Bee, sekarang kau tunjukkan pada ku, dimana rumah bajingan itu!” titah Andri.
“Aku enggak bisa mas, jangan lakukan itu,” pinta Beeve yang takut ada keributan besar.
“Cepat! Bagaimana pun dia harus bertanggung jawab atas bayi yang kau kandung!”
“Maksudnya apa mas?” tanya Beeve.
“Aku enggak mau anak itu,” jawab Andri.
“Jangan mas, dia juga enggak mau pada anak ini dan aku, tolong mas, jangan antar aku kesana,” Beeve memohon belas kasih Andri.
“Enggak bisa, enak banget dia yang berbuat, aku yang harus tanggung jawab, cepat katakan pada ku! Akan ku kembalikan apa yang menjadi miliknya!!” terang Andri.
“Aku enggak mau mas.” Beeve mencoba memeluk Andri. Namun Andri melepaskan pelukan Beeve.
“Jangan sentuh aku, kau sangat kotor!” pekik Andri.
“Bagaimana bisa kau menyerahkan aku padanya, aku ini istri mu mas, jangan mas, hukum aku dengan cara yang lain, akan ku terima,” Beeve menangis sesungukan.
“Kau bukan istri ku lagi.” duar!!! Jantung Beeve serasa meledak. Matanya membulat sempurna.
“Mas, apa yang kau katakan?”
__ADS_1
“Aku sudah enggak suka pada mu lagi, aku enggak mau kau ada di hidup ku,” terang Andri. Beeve menggelengkan kepalanya.
“Jangan gegabah mas, aku mohon!”
“Maaf, kalau aku enggak bisa bertahan dengan mu, sekarang cepat Katakan alamat rumah laki-laki itu,” ucap Andri.
“Aku enggak mau!!” Beeve berteriak histeris.
“Baik, kalau begitu.” Andri mengambil handphone dari sakunya, lalu mendial Arinda.
📲 “Halo Arinda, kau tahu alamat Cristian?” Andri.
📲 “Tahu mas, aku akan kirim lewat pesan singkat,” Arinda.
📲 “Terimakasih banyak,” Andri.
Jadi, Arinda yang membongkar semuanya? batin Beeve.
Dengan secepat kilat, Arinda mengirim alamat rumah Cristian.
Lalu Andri dengan cepat melajukan mobilnya menuju kediaman Cristian.
Brummm!!!!
Meski Beeve telah berulang kali memohon untuk tak ke rumah sang mantan, namun Andri tak menggubrisnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya mereka sampai ke tujuan.
Andri dengan cepat turun dari mobil, kemudian ia membuka pintu mobil sebelah Beeve.
“Turun!!!” Andri menarik kasar tangan Beeve, menuntunnya ke depan pintu rumah Cristian.
“Mas, aku enggak mau mas!”
Tok tok tok tok tok!!!
Andri mengetuk pintu rumah Cristian tak beraturan.
Hingga ada seseorang yang membuka pintu dari dalam rumah.
Ceklek!!
Krieett...
Ternyata yang membuka pintu adalah Cristian sendiri. Andri dengan kasarnya mendorong tubuh Beeve ke Cristian.
“Ambil bekas mu sampah!!” pekik Andri.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
__ADS_1