Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 254 (Sedih)


__ADS_3

“Mas Andri belum pulang juga mas.” ucap Beeve dengan mimik wajah khawatir.


“Mungkin dia lagi sibuk di kantor, lagi pula dia sering pulang lama kan? Kau jangan terlalu khawatir, lebih baik jaga kesehatan mu, sebab ibu hamil rentan sakit.” Emir menasehati kakak iparnya yang tengah berbadan dua.


“Iya mas, aku mengerti,” ucap Beeve.


“Kalau begitu, jangan disini lagi.” Berkat bujukan Emir, akhirnya Beeve istirahat ke kamarnya.


Ternyata percakapan singkat itu di saksikan oleh Helena, netranya menatap lekat, saat Emir dan Beeve berjalan bersamaan.


Sialan! Apa bang Emir masih suka padanya? batin Helena.


Helena yang merasa cemburu mengurungkan niatnya untuk ke dapur, ia pun kembali ke kamar dengan langkah kaki yang kasar.


Sementara Beeve yang telah berada dalam kamarnya gelisah tak menentu.


“Pada hal mas Andri biasa pulang lama, tapi entah kenapa, perasaan ku tak tenang kali ini, semoga saja mas Andri baik-baik saja.” Beeve terus menunggu kepulangan suaminya.


Hingga pukul 01:00 dini hari, yang di nanti akhirnya pulang juga.


“Mas!” Beeve bangkit dari duduknya.


“Iya sayang?” Andri memeluk tubuh istrinya.


“Kenapa lama banget pulangnya?” Beeve yang merindu memeluk tubuh suaminya.


“Aku banyak kerjaan yang harus di selesaikan sayang.” Andri membalas pelukan istrinya dengan erat. Seketika Andri merasa iba pada istrinya


Ya Allah, bagaimana nasibnya jika aku tak ada? batin Andri.


“Mas, kau enggak mandi?” Beeve bertanya karena merasa suaminya sudah terlalu lama memeluknya.


“Iya sayang, hampir lupa, kau tidurlah duluan.” ujar Andri


“Iya mas.” Beeve pun naik ke atas ranjang untuk merebahkan tubuhnya, sedangkan Andri bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di dalam kamar mandi, Andri terngiang-ngiang akan ucapan dokter padanya, ia mencoba kuat menerima kenyataan yang ada.


Setelah selesai mandi, Andri yang telah mengenakan piyama merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya.


Ia menatap lekat wajah istrinya yang sedang terlelap, kemudian ia memindahkan kepala Beeve ke atas tangannya, selanjutnya ia memeluk tubuh Beeve seraya mengelus puncak kepalanya.


“Tidur yang nyenyak sayang, aku mencintai mu.”


Sementara di kamar pasangan Emir dan Helena, perang dingin kembali terjadi.


Helena yang di bakar rasa cemburu, tidur dengan membelakangi tubuh suaminya.


Ada apa lagi ini? batin Emir.


Dasar buaya! Dari tadi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut bang Emir! Aku enggak akan mau mengalah kali ini! Dia harus sadar, kalau perbuatan mencintai ipar sendiri adalah dosa besar! batin Helena

__ADS_1


“Dek, apa kau masih bangun?” sapa Emir dengan menyentuh tangan istrinya.


Namun Helena yang belum tidur malam mengabaikan suaminya.


Kemudian Emir memeluk tubuh Helena, “Aku tahu, kau hanya pura-pura tidur.” ucap Emir


“Lalu, kau mau apa bang?”


“Ayo olah raga malam.” Emir mengajak istrinya untuk bercinta.


“Aku lagi malas mas, lain kali saja.” untuk pertama kalinya, Helena menolak melayani suaminya.


“Tumben dek,” ucap Emir.


“Aku lelah, sebaiknya kita tidur.” Helena melepas pelukan Emir dari tubuhnya. Perubahan Helena tersebut membuat tanda tanya besar di hati Emir.


Namun ia tak mau memaksa jika Helena tak bersedia. Emir yang lelah pun tarik selimut dan memejamkan matanya.


Kok enggak ada suaranya lagi? Apa bang Emir sudah tidur? batin Helena.


Lalu perlahan ia meluruskan tubuhnya, dan netranya pun melihat, sang suami telah tidur pulas.


Sialan! Kalau memang mau bercinta, harusnya minta dengan benar, ini baru sekali bicara, malah langsung menyerah! Pasti tadi hanya basa-basi semata! batin Helena.


Ia yang baru meminta maaf dan berjanji akan berubah seolah lupa dengan apa yang ia katakan pada suaminya.


Keesokan harinya, Emir yang ada syuting di dekat kantor ISF memutuskan untuk menumpang di mobil Andri.


“Oh!” jawab Helena, kemudian ia melengos keluar dari kamar, tanpa menunggu suaminya.


Emir menghela nafas panjang, melihat Helena bersikap acuh tak acuh padanya.


“Kali ini apa lagi salah ku?” gumam Emir.


Karena ia takut terlambat, Emir yang telah rapi pun keluar dari dalam kamar, kakinya yang jenjang melangkah di setiap anak tangga dengan cepat, sehingga ia dapat menyusul istrinya.


“Sayang, aku berangkat ya!” Emir pun mengecup kening istrinya.


“Iya,” jawab singkat Helena.


Sebenarnya Emir sangat ingin menanyakan apa salah yang ia perbuat, namun karena waktu telah mepet, ia pun memilih untuk menanyakannya nanti.


Pada hal hari ini aku libur, ku yakin bang Emir pasti tahu! Tapi kenapa, sekali pun aku enggak pernah di ajak ke tempat kerjanya? Ia juga tak pernah bersedia mengenalkan aku pada teman-temannya! Pekik Helena dalam hatinya.


Ia yang telah sampai ke lantai 1 tanpa sengaja bertemu dengan Beeve.


“Hari ini libur ya? sapa Beeve dengan ramah, namun Helena tak merespon perkataan kakak iparnya.


“Hum! kambuh lagi penyakitnya," gumam Beeve .


Ia pun tak mengambil hati dengan sikap cuek yang Helena lakukan padanya.

__ADS_1


_____________________________________________


“Mir, sampai kapan kau akan menggeluti pekerjaan mu yang enggak jelas ini?” tanya Andri seraya mengemudi mobil.


“Sampai kapan pun, lagi pula menyenangkan, modal ide kreatif menghasilkan uang banyak, yang paling enak, tak ada tekanan dari pihak mana pun,” terang Emir dengan lugas.


“Wah-wah!!! Enak banget ya, tapi... pikirkan juga perusahaan Mir, ayah dan aku membutuhkan mu.” ucap Andri yang berencana menjadikan Emir sebagai penggantinya.


“Kau sajalah, aku enggak tertarik.” Emir yang telah nyaman di dunia entertainment tak berniat untuk menjadi pewaris sang ayah.


“Jangan gitu Mir, aku ingin kau bergabung kembali, soal konten dan buat Video bisa kau lakukan saat kau senggang,” ucap Emir.


“Akan ku pikirkan.” Emir merasa aneh dengan sikap Andri, tak biasanya saudaranya itu meminta secara langsung.


Ada apa gerangan? batin Emir.


Netranya menatap lekat wajah Andri yang tengah mengemudi, “Kau baik-baik sajakan Ndri?” tanya Emir.


“Tentu saja.” jawab Andri dengan santai.


Entah kenapa, perasaan ku berkata, kalau Andri menyembunyikan sesuatu, batin Emir.


Sesampainya di lokasi syuting, Emir keluar dari dalam mobil, sebelum Andri melaju kembali, ia pun berkata, “Kalau ada sesuatu, cerita saja pada ku, jangan sembunyikan apapun, kau itu hidup berdampingan, bukan sendiri,” ucap Emir.


“Terimakasih.” sahut Andri, selanjutnya ia menginjak gas menuju kantornya.


__________________________________________


“Helena, aku ingin tanya sesuatu pada mu," ucap Beeve yang berpapasan dengan Helena di teras.


“Apa?” tanya Helena.


“Terkait soal masalah kemarin, kata mu yang menceritakan hal itu pada mu adalah teman SMA ku dulu, apa kau punya photo orangnya?” Beeve yang penasaran dengan sosok Yezi baru sempat menanyakan hal itu pada Helena.


“Aku, enggak punya,” jawab Helena.


“Bagaimana dengan kontaknya? Bisa kau berikan pada ku?”


“Bisa, tapi dia enggak pakai profile,” ujar Helena.


“Enggak masalah kalau soal itu,” ucap Beeve.


Akhirnya Helena memberikan nomor telepon Yezi pada Beeve.


“Terimakasih banyak.” setelah mendapatkannya, Beeve menuju kolam berenang, ia yang memiliki nomor khusus paket internet pun mencoba mendial nomor Yezi.


...Bersambung......



__ADS_1


__ADS_2