Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 105 (Terbongkar)


__ADS_3

“Ayo lakukan! Dasar brengse*! Asal kau tahu, yang di perut ku inilah adalah anak mu satu-satunya. Sedangkan yang kau prioritaskan dan sayangi selama ini bukan anak mu mas!” akhirnya Arinda membongkar rahasia terbesar Beeve.


“Apa maksud mu wanita gila!” pekik Andri.


“Aku enggak gila! Dengar baik-baik suami ku, anak yang di kandung Beeve, bukanlah anak mu! Pikir baik-baik, dia yang muda, cantik dan berasal dari keluarga kaya, mana mungkin menikah di usianya yang masih muda, dan pernikahan kalian juga enggak di rencanakan! Sebelum dia menikah dengan mu, istri tercinta yang kau bangga-banggakan itu, sudah mengandung anak dari mantan pacarnya yang enggak mau bertanggung jawab!”


Deg!!!!! Seketika Andri merasa syok, kepalanya berdenyut hebat, kenyataan yang tiba-tiba ia terima sungguh menyakitkan.


“Ini pasti bagian dari rencana mu kan!” hardik Andri yang masih mencoba percaya pada Beeve.


“Huh! Dasar bodoh! Kau sudah tertipu olehnya dan juga keluarganya, mereka semua sekongkol menjadikan mu sebagai penutup aib keluarga mereka, aku tahu segalanya, aku menahan semuanya karena masih merasa berhutang budi pada Beeve, sekarang enggak lagi, tidak ada lagi rasa beban budi di hati ku!”


“Diam kau jahanam! beraninya memfitnah istri ku!” Andri mencekik Arinda karena tak terima Beeve di jelekkan.


“Coba saja kau USG, ke rumah sakit lain mas.” ucap Arinda dengan menahan sakit di lehernya.


Andri pun melepaskan cekikannya, “Baik, kalau kau sampai berbohong, kau dan aku selesai.” ancam Andri.


Uhuk uhuk uhuk “Oke, kalau aku terbukti benar! Aku ingin tinggal di sisi mu!” pinta Arinda.


Tanpa menjawab Andri keluar dari dalam ruang private restoran tersebut.


Andri dengan kecepatan penuh melaju membelah jalan raya menuju rumahnya.


1 jam kemudian Andri pun tiba di rumah, tanpa berlama-lama ia masuk ke dalam dengan langkah yang cepat.


“Dimana nyonya?” tanya Andri pada Winda.


“Di kamar tuan,” jawab Winda, Kemudian Andri segera menuju kamar mereka.


Ceklek!! Andri memutar handle pintu, dan di dalam kamar ia melihat Beeve yang sedang duduk di kursi.


“Sudah pulang mas?”


“Ayo, ikut aku,” ucap Andri.


“Kita mau kemana mas malam-malam begini?”


“Ke rumah sakit.”


“Siapa yang sakit mas?” tanya Beeve dengan perasaan khawatir.


“Enggak ada yang sakit sayang, sudah lamakan kita enggak USG anak kita?” ujar Andri seraya melemparkan senyuman pada Beeve.


“Ya ampun mas, mau USG kok dadakan begini, besok juga bisa kan?” ucap Beeve.


“Besok aku sibuk sayang, makanya kita pergi sekarang,” ujar Andri.


“Baiklah mas, tunggu sebentar aku bersiap-siap.” Andri cukup senang, karena Beeve tak terlihat panik sedikit pun.

__ADS_1


Setelah selesai mengganti baju, Beeve mengajak Andri untuk berangkat.


“Ayo mas, nanti keburu dokternya tutup praktek,” ujar Beeve.


“Oke sayang.” keduanya pun melangkah menuju mobil yang masih terparkir di depan pintu utama.


Andri membukakan pintu untuk istrinya, setelah itu ia masuk ke dalam mobil.


Selanjutnya Andri melajukan mobil membelah jalan raya yang padat akan kendaraan.


Awalnya Beeve masih santai, namun beberapa saat kemudian wajahnya menampilkan mimik bingung.


“Loh, inikan bukan jalan yang biasa kita lewati mas,” ucap Beeve.


“Betul sayang.”


“Kenapa mas? Apa kita mau ke suatu tempat dulu?”


“Enggak, kita langsung ke rumah sakit kok, aku dapat rekomendasi dari teman, kalau di rumah sakit Cinta Ibu pelayanannya sangat baik, dokternya juga cekatan dan detail dalam mendeskripsikan sesuatu pada pasiennya,” terang Andri.


Deg deg deg! Jantung Beeve berdetak dengan kencang.


“Oh ya mas?” Beeve yang tadinya tenang mulai panik.


“Iya sayang, kau enggak keberatan kan?”


“Sesekali kita coba dokter lain kan enggak masalah, nanti bulan depan kita ke dokter Ahmad lagi, setuju?” ucap Andri.


Astaga, ya Tuhan bagaimana ini? Pasti aib ku akan terbongkar kalau begini, batin Beeve.


Beeve yang serba salah tak tahu harus berbuat apa.


Andri yang diam-diam memperhatikan wajah sang istri dari sudut ekor matanya dapat melihat, kalau Beeve sangat tegang.


Tolong, jangan kecewakan aku untuk yang kedua kalinya Bee, batin Andri.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya mereka tiba di tujuan.


Beeve yang takut merasa kakinya teramat berat untuk di gerakkan.


“Ayo sayang, kita turun.” Andri terlebih dahulu keluar dari dalam mobil, yang kemudian di susul oleh Beeve.


Andri yang penasaran menggenggam tangan istrinya, agar langkahnya lebih cepat.


Tangan mu dingin sekali Bee, batin Andri.


Aku pasrah, kalau ini memang waktunya ya Allah, ucap Beeve dalam hatinya.


Beeve dan Andri pun menuju ruang dokter spesialis kandungan.

__ADS_1


Sesampainya mereka dalam ruangan sang dokter, mereka di sambut dengan ramah tamah.


“Selama malam bapak, ibu, apa kabar?” tanya sang dokter wanita paruh baya.


“Baik dok,” jawab keduanya.


“Mau USG ya bu?” tanya sang dokter.


“Iya dok.” jawab Beeve dengan penuh keringat di dahinya.


“Nananya siapa bu?” tanya sang dokter yang ingin mencatat di komputernya.


“Beeve,” jawab Beeve.


“Oke, Tanggal pertama terkahir haidnya kapan bu?”


“17 Mei kemarin dok.” ucap Beeve dengan ragu.


Sontak sang dokter menoleh ke perut Beeve yang sudah sangat besar.


“Baik, sekarang 14 September 2020, masuk 12 minggu, jalan ke 13 minggu ya bu, silahkan kita timbang dulu.” sang dokter menuntun Beeve untuk naik ke atas timbangan.


“Oke, 55 kg ya, sekarang silahkan naik ke atas ranjang bu.” Beeve mengikuti instruksi sang dokter.


Kemudian sang dokter menyingkap baju yang Beeve kenakan, lalu melumuri gel ke perut Beeve.


Selanjutnya sang dokter meletakkan transduser ke purut Beeve.


Andri yang berdiri di sebelah Beeve pun memperhatikan layar monitor dengan seksama.


“Itu dede bayinya pak, bu!” seru sang dokter. “Hmmm, dia lagi menghisap ibu jarinya,” Beeve tersenyum bahagia, walau di hatinya sangat merasa takut. Sedang Andri tak memberikan respon apapun.


“Jenis kelaminnya perempuan ya bu, aduh cantik banget dedenya, mirip mamanya ya dek, hidungnya juga mancung, nah sekarang berat dedenya sudah 500 gram, panjang 30 cm, air ketuban banyak ya bu, dan bersih juga, bagus banget bu, banyakin minum air putih, kurangi makan gorengan, yang dingin-dingin dan juga coklat ya bu, oke selesai.” lalu sang dokter menyeka perut Beeve dengan tisu.


Setelah itu Beeve turun dari atas ranjang dan duduk berhadapan di meja kerja sang dokter.


“Ini saya tuliskan resep vitamin dan calcium yang harus di konsumsi ya bu, agar tulang dedenya kuat,” terang sang dokter.


“Baik dok.” ucap Beeve, Andri yang duduk di sebelah Beeve tak bersuara sedikit pun, yang membuat Beeve makin deg degan.


“Tapi bu, apa ibu tidak salah dengan tanggal pertama terakhir haidnya?”


Wajah Andri mulai berubah atas pertanyaan sang dokter.


“Itu sudah benar dok,” ucap Beeve.


“Tapi, seharusnya kalau baru jalan 13 minggu, kita belum bisa melihat jenis kelaminnya, dan juga panjang dedenya baru sekitar 7 sentimeter dan berat 30 gram, saya yakin ibu pasti salah memperkirakan tanggal dan bulan terakhir haid, kalau dari hasil pemeriksaan sekarang, harusnya usia kandungan ibu antara 23 sampai 24 minggu, yaitu 5 ke 6 bulan bu.” terang sang dokter yang percaya kalau pemeriksaannya benar.


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...

__ADS_1


__ADS_2