
Dunia Arinda runtuh untuk yang ketiga kalinya, sebab pertama kali masuk penjara juga ia di perlakukan dengan sangat keji.
Sial! Kenapa hidup ku selalu di timpa dengan kemalangan! batin Arinda.
Ia yang telah rapuh berusaha bangun dengan susah payah, setelah itu langsung membersihkan tubuhnya.
Lilis terus saja memberi tatapan mata tajam dan aura mengintimidasi pada Arinda.
Sial! Dia kuat banget lagi! batin Arinda.
Setelah tubuh Arinda bersih, Lilis melambaikan tangannya pada Arinda.
“Sini kau!” Lilis yang duduk di atas tikar menekuk kaki kirinya.
“Ada apa?” tanya Arinda yang masih berdiri di hadapan Lilis.
“Dasar batu! Sudah hampir mati, tapi belum menyesuaikan diri! Duduk kau!” titah Lilis. Arinda pun langsung duduk di hadapan Lilis.
“Ada apa?” tanya Arinda kembali.
“Apa kasus mu?”
“Menganiaya ibu hamil,” ucap Arinda.
“Apa?” Lilis yang pernah menjadi korban penganiayaan saat mengandung pun menendang bahu Arinda
“Au!” Arinda memegang bekas tendangan Lilis.
“Kau tega melakukan itu pada seorang yang sedang memperjuangkan kehidupan baru? Dimana otak mu? Aku, masuk ke dalam penjara, karena membunuh 3 orang yang menyakiti ku saat aku hamil, pertama mertua ku, kedua ibu dari mertua ku, dan yang ketiga adalah kakak ipar ku, herannya, aku yang sebagai korban malah masuk penjara! Pada hal waktu itu, aku hampir mati, aku hanya membela diri! Akh!!” Lilis yang masih dendam dengan orang-orang yang menyakitinya melampiaskannya pada Arinda.
Plak! Satu tamparan mendarat di pipi lebam Arinda.
“Kenapa kau malah menampar ku? Kalau kau marah pada mereka, balas pada mereka, jangan pada ku!” pekik Arinda.
“Heh sialan! Kau benar-benar mirip dengan kakak ipar ku.” Lilis bangkit dari tikar, lalu mendaratkan satu pukulan di kepala Arinda.
Buk!
“Jadilah wanita baik, atau aku akan jadi bulan-bulanan ku, mulai sekarang! Kau adalah babu ku! Ayo, pijat tubuh ku, rasanya badan ku remuk semua,” titah Lilis.
__ADS_1
Arinda yang tak dapat menolak pun terpaksa melaksanakan perintah dari Lilis yang sadis.
Bagaimana pun, aku harus keluar dari tempat ini, aku enggak mau lebih lama lagi disini, batin Arinda.
“Yang benar pijatnya, nama mu siapa sih babu bodoh?!”
“Arinda.”
“Oh, aku Lilis, mulai sekarang kau dan ke empat teman tolol mu adalah anak buah ku, ada yang macam-macam seperti tadi lagi, ku kuliti kalian semua sekaligus!” Ancaman dari Lilis membuat mereka merinding, tak terkecuali dengan Arinda.
Sial! Sekali lagi kau menyakiti ku, kau akan dapat balasan dariku Lilis! Takkan ku biarkan kau lolos begitu saja! batin Arinda, yang memiliki rencana akan membunuh Lilis.
____________________________________________
Sore harinya, Andri yang setia menemani Beeve bekerja pun mendapat sebuah hadiah dari sang istri tercinta.
“Ini mas!” Beeve memberikan Andri segelas susu berprotein tinggi.
“Apa ini?” wajah Andri jadi kecut saat ia mendapat segelas susu dari istrinya.
“Minum saja mas, biar kau cepat gemuk! Itu khusus aku buat untuk mu, karena hari ini sudah menjadi suami yang baik untuk ku!” seru Beeve.
“Kau harus minum mas, dan ini wajib!”
“Ya Tuhan, makin hari kau makin jahat pada ku.” tapi demi cinta, Andri pun meneguk susu yang istrinya berikan.
“Ku harap kau cepat sembuh mas, makan yang banyak ya, disini kau enggak perlu bayar,” ujar Beeve.
“Bayar juga aku mampu Bee!”
“Iya-iya!” Beeve pun beranjak meninggalkan Andri, karena Andri tak ingin menganggur, ia pun menyusul ke ruangan istrinya.
“Kau lagi apa?” tanya Andri.
“Mengerjakan laporan bulanan, pengeluaran dan keuntungan resto mas,” ucap Beeve.
Lalu Andri yang cerdas pun mendekat ke istrinya, “Ada yang bisa ku bantu?”
“Memangnya kau bisa mas?” tanya Beeve.
__ADS_1
“Tentu saja! Nilai matematika dan administrasi ku dari dulu sampai sekarang masih bagus tahu!”
“Ya sudah, kalau membuat rumus Excel untuk report penjualan, pengeluaran harian dan lain-lain bisa enggak mas? Karena kita masih manual mengerjakannya,” terang Beeve.
“Oh, itu sih mudah, sini biar aku ajari.” Andri pun membantu agenda, yaitu rumus otomatis dalam layar komputer Beeve. Tak perlu menunggu lama, hanya dalam 5 menit, Andri telah selesai melakukannya.
“Wah! Cepat banget mas!” Beeve kagum dengan kepintaran suaminya.
“Ini sangat mudah, kau saja yang enggak tahu caranya, oh iya sayang, ku lihat restoran mu ini bangunannya jelek banget, kalau kau mengizinkan, aku ingin membantu mu, untuk merenovasinya, agar lebih modern, dan juga ku perhatikan pengunjungnya sangat ramai, bagaimana kalau kita tambah 1 atau 2 lantai lagi? Nanti di lantai 3 atau 2, buat untuk area office yang ukurannya lebih besar dari ruangan mu sekarang, agar kau dan karyawan lainnya lebih leluasa, kalau pelanggan mu ramai, otomatis kau juga butuh karyawan tambahan, kalau mau merekrut anggota baru, masukkan laki-laki, jangan perempuan semua, takutnya kalau ada orang jahat, kalian dalam bahaya.” terang Andri, Beeve menganggukkan kepala, karena saran dari Andri begitu masuk akal.
“Kau benar juga mas.”
“Dan satu lagi, area dapur perluas, ku perhatikan para koki mu pergerakannya sangat terbatas, sementara bahan pangan kalian begitu banyak, chiller gudang penyimpanan barang mu juga sangat kecil, perluas sayang, agar kau dapat membekukan bahan-bahan makanan lebih banyak lagi,” terang Andri.
“Menurut mu begitu ya mas?”
“Tentu saja, sewaktu-waktu kalau pelanggan yang datang melonjak, kau enggak kehabisan stok bahan, dan juga enggak perlu sering-sering belanja.”
“Baiklah mas kalau begitu, saran mu aku terima,” ucap Beeve.
“Besok kita mulai renovasi bagaimana?”
“Buru-buru banget mas.”
“Lebih cepat, lebih baik Bee, mumpung restoran mu lagi buming-bumingnya, soal cita rasa kau punya, tinggal wajah restoran ini yang harus di rubah.”
“Hum, okelah mas kalau begitu, tapi... kau enggak perlu memberi ku modal, karena aku punya uang sendiri kok,” ucap Beeve.
“Oh ya? kalau begitu, yang akan ku beri ini adalah uang bulanan mu selama kau jadi istri ku,” terang Andri.
“Mas, enggak perlu!” Beeve yang tak ingin berhutang budi mencoba menolak.
“Jangan begitu sayang, aku ikhlas kok memberikannya, lagi pula itu adalah hak mu, tolong jangan di tolak ya.” karena Andri memaksa, Beeve pun setuju.
Malam harinya, setelah restoran tutup, Beeve dan Andri pun pulang ke rumah, Andri merasa sangat senang, karena perlahan ia kembali mendapatkan hati Beeve.
Semoga saja, kabar tentang Bia segera ku dapatkan, agar rumah tangga kami kembali utuh, tolong permudah niat baik ku ini ya Allah, batin Andri.
...Bersambung......
__ADS_1