Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 172 (Meragu)


__ADS_3

Beeve tersenyum tipis, mendengar curahan hati Andri.


“Bagaimana dengan mu? Kau juga masih mencintai ku kan?”


“Masih ada rasa, tapi tak sekuat dulu lagi mas.” Beeve memilih jujur, dari pada membohongi suaminya.


“Aku paham, itu semua karena kesalahan ku, oh ya, bagaimana dengan anak kita? Apa dia baik-baik saja? Kau beri nama siapa anak kita?” tanya Andri penasaran.


“Namanya Kishi Bia.”


“Nama yang indah,” ucap Andri.


“Iya, nama itu pemberian dari ayahnya.”


“Ayahnya?” Andri mengernyitkan dahinya.


“Iya mas, nama itu pemberian Cristian, di saat aku kesusahan karena Arinda, dia yang membantu ku.”


“Kenapa kau enggak mengatakan segalanya pada ku saat itu?” tanya Andri.


“Arinda mengancam akan menghabisi Bia, aku enggak punya pilihan, ku yakin kau juga sudah mendengar pengakuan dari Arinda.”


“Maafkan aku Bee, semua salah ku.” Andri benar-benar menyesal atas kesalahan yang ia perbuat.


“Sudahlah mas, lagi pula semua sudah berlalu.”


“Sekarang Bia ada dimana? Aku ingin bertemu dengan anak kita.”


“Itu dia mas masalahnya, aku enggak tahu, Cristian membawanya kemana, lagi pula saat di persidangan, hak asuh jatuh ke tangannya.” Andri dapat melihat kesedihan mendalam dari sorot mata Beeve.


“Aku berjanji, akan mengembalikan Bia pada mu.” Andri yang ingin membuat Beeve bahagia bertekad untuk mencari Bia sampai ketemu.


“Terimakasih banyak mas, ada satu hal lagi yang ingin ku katakan pada mu.” Beeve yang tak ingin menutupi masa lalunya memilih jujur pada Andri.


“Apa itu?”


“Saat Cristian membantu ku, itu enggak gratis.”


“Maksudnya?”


“Aku menjual diri padanya, agar mendapatkan uang untuk menebus Bia.” Beeve merasa lega, setelah mengatakan segalanya pada Andri.


Andri yang mengetahui hal itu pun mengelus dadanya. Hatinya sangat sakit, tapi apa daya, semua terjadi karena dirinya.


“Aku mengerti, dan aku memaafkan mu untuk itu.” ucap Andri seraya mengelus puncak kepala Beeve.


“Terimkasih mas.” Beeve tersenyum pada Andri yang ada di hadapannya.


Dua hari kemudian, Andri yang telah pulih pun di izinkan dokter untuk pulang.


Karena Beeve dan Andri belum memiliki rumah, akhirnya mereka menginap di rumah orang tua Andri.


Saat akan menaiki anak tangga, keduanya saling melirik satu sama lain, karena mereka teringat akan kenangan di masa lalu.

__ADS_1


“Ayo mas.” Beeve menuntun tangan Andri untuk menaiki anak tangga.


“Bee, kau mau ku gendong sampai atas?” tanya Andri yang ingin bernostalgia.


“Ah, jangan mas, nanti kalau kau lakukan itu, takutnya mas Andri malah masuk rumah sakit lagi,” ucap Beeve.


“Ayolah, aku kuat!”


“Enggak mau mas, nanti kalau kita jatuh bagaimana?” Beeve menolak ide konyol Andri.


“Ayo!” Namun Andri yang tetap ingin melakukannya pun langsung mengangkat tubuh Beeve ala bridal style.


“Mas! Jangan gini ah! Nanti ada yang lihat.” Beeve sangat takut kalau ada yang menyaksikan aksi mereka berdua.


“Biarkan saja!” Andri pun mulai melangkah, menaiki anak tangga satu persatu. Ketika kaki Andri menginjak anak tangga yang ke 11 tiba-tiba terdengar bunyi krek!!


“Ada apa mas?” tanya Beeve penasaran.


“Ehm, itu.... aduh!” karena tak mungkin sok keren kali ini, Andri pun menurunkan tubuh Beeve lalu memegang pinggangnya.


“Kan sudah ku bilang, kalau gini kita terpaksa ke rumah sakit lagi kan mas!” ucap Beeve dengan perasaan jengkel.


“Enggak perlu, aku baik-baik saja!” Andri mencoba berdiri dengan lurus, namun namun pinggangnya terasa makin ngilu.


“Takutnya kau salah urat atau tulang mu retak mas.” Beeve benar-benar khawatir kalau Andri sampai celaka karenanya.


“Enggak sayang, ayo kita naik ke kamar.” Andri memegang tangan Beeve.


Saat mereka melangkah kembali, Andri pun meringis kesakitan karena pinggangnya masih terasa sakit, alhasil ia tak kuat lagi untuk berjalan.


“Maaf ya sayang.” Andri merasa malu atas ke tidakberdayaan nya. Lalu Beeve pun memutuskan untuk menggendong Andri sampai ke lantai 2.


“Ayo mas.” ucap Beeve seraya membungkuk di hadapan Andri.


“Kau mau ngapain?”


“Menggendong mu lah,” ucap Beeve.


“Enggak, aku berat, kau enggak akan kuat!” Andri gengsi bila Beeve harus melakukan hal itu padanya.


“Berat dari mana sih mas? Tubuh kurus kering begitu.” Andri lupa sejak ia sakit berat badannya berkurang sebanyak 30 kilo, dari 75 kilo menjadi 45 kilo


“Ayo! Kali ini biarkan aku yang menggendong mu.” Andri tersenyum malu, lalu ia pun menyandarkan tubuhnya di punggung Beeve.


“Pegangan mas.”


“Iya sayang.” lalu Beeve mengangkat tubuh Andri menuju lantai 2 dengan bersusah payah.


Sesampainya mereka, Beeve yang kelelahan hampir pingsan.


“Mas! Bilang pada tante, sebaiknya buat lift kesini, ku rasa kalian masih punya uang untuk membuatnya, gila sih kalau harus begini tiap hari!”


“Pfff.... baiklah-baiklah! Nanti akan aku katakan pada ibu, hahaha.” Andri tertawa melihat wajah kesal Beeve.

__ADS_1


“Ih, pada hal aku serius juga!” gumam Beeve meninggalkan Andri. Sesampainya mereka ke dalam kamar, Beeve merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


“Huah!! Lelahnya!” ucap Beeve.


Lalu Andri merebahkan tubuhnya juga di sebelah Beeve.


“Terimakasih sudah merawat ku.” Andri memiringkan badannya menghadap Beeve.


“Makanya jangan sakit lagi dong mas, aku jadinya repot banget tahu,” terang Beeve.


“Kalau kau sudah di samping ku, mana mungkin aku akan sakit lagi,” ujar Andri.


Beeve menghela nafas panjang saat Andri mengatakan demikian. Ketika Andri ingin mencium kening Beeve, Beeve mengalihkan wajahnya.


“Kenapa kau menghindar?”


“Aku belum siap melakukannya dengan mu mas.”


“Aku hanya ingin mencium mu.” Andri memutar wajah Beeve menghadapnya kembali.


“Maaf mas, jangan paksa aku untuk melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan dulu.”


“Kenapa?”


“Karena batin ku menolak, jika harus melakukannya dengan mu, rasa sakit di masa lalu, masih ada sampai sekarang di hati ku,” terang Beeve.


Andri menelan salivanya, ia yang masih menjadi suami Beeve merasa seperti orang asing.


“Bee, boleh aku tanya sesuatu pada mu?”


“Apa itu?”


“Apa selama 4 tahun ini, kau memiliki kekasih baru?” Beeve menurunkan kedua alisnya, karena pertanyaan Emir dan Andri sama persis.


“Kau pikir aku apa mas? Selama 4 tahun ini tak ada seorang pun di hatiku, hari-hari ku hanya di sibukkan dengan bekerja, mencari uang yang banyak, untuk membayar hutang ku pada Crist, mana tahu kalau aku mengembalikan uangnya, dia mau memberikan Bia pada ku, setelah Bia menghilang, hatiku kosong mas, tapi aku mencoba tegar, karena bagaimana pun hidup tetap harus berjalan.”


“Maafkan aku Bee, aku salah, jangan marah sayang ” Andri menyesal telah menyinggung perasaan Beeve.


“Kau! Tolong jangan sakit-sakit lagi, karena waktu ku bukan hanya untuk mengurus dirimu saja, aku juga punya restoran yang harus ku tangani, jadi tolong... jangan kekang aku seperti dimasa lalu, karena aku yang dulu bukan yang sekarang.” Beeve yang tak ingin nasibnya seperti dimasa lalu pun mengantisipasi agar Andri lebih menghargai dirinya.


“Baiklah, aku mengerti, aku enggak akan mencampuri urusan karir mu, dan aku juga kan menunggu, sampai kau siap menerima ku kembali.” Andri mencoba berdamai dengan keadaan, bagaimana pun, ia harus menghargai keinginan Beeve.


Sementara Beeve merasa kalau ia dan Andri kini telah semakin jauh.


Pada hal sebelum bertemu mas Andri, perasaan ku masih ada padanya, tapi kenapa melihat dia secara langsung emosi ku jadi meledak-ledak ya? batin Beeve.


...Bersambung......


Ada berapa banyak mantan pacar Riski?


Yuk temukan jawabannya hanya di Save Yalisa!


Kisah cinta yang akan membuat mu bernostalgia di masa putih abu-abu.

__ADS_1




__ADS_2