
“Sudah ku bilang, ajari istri mu dengan benar! Bisa-bisanya kata-kata tak pantas keluar dari mulutnya! Berani menghina istri ku sampai seperti itu! Dimana otaknya!” Andri sangat berontak, saat istrinya di perlakukan tak layak oleh Helena, si adik ipar yang abru masuk dalam kehidupan mereka
“Iya, aku tahu itu, makanya aku minta maaf Ndri,” ucap Emir.
Helena si biang kerok jadi kalang kabut, ketika dua bersaudara adu otot karena ulahnya.
Bagaimana ini? batin Helena.
“Mas! Sudah, hentikan! Jangan bertengkar hanya karena masalah sepele!” Beeve melerai suaminya.
“Sepele dari mana sih?! Akhir-akhir ini sikapnya memang kurang ajar pada mu, sampai tadi pagi masih ku maafkan! Tapi dia yang di beri pengertian, masih bernyali mengeluarkan kata-kata tak sedap, tanpa bukti mengatakan anak yang kau kandung adalah milik Emir, aku enggak terima! Ini semua terjadi, akibat kegagalan Emir sebagai suami, enggak bisa mendidik istrinya dengan benar!” Andri mendorong kasar tubuh Emir kepada Helena.
“Mas, ku bilang sudah! Lagi pula itu semua hanya salah faham.” Beeve yang tak ingin ada kekacauan melerai perkelahian yang terjadi.
Begitu juga dengan Helena, ia ikut memisahkan Emir, yang hingga Rahma dan Yudi tiba di pintu utama.
“Ada masalah apa ini? Kenapa kalian berdua malah ribut?!” tanya Rahma.
“Ini bu! Helena berani memfitnah istri ku! Dia juga berkata kalau anak yang di kandung Beeve adalah anaknya Emir, dia juga berani bersikap kasar pada istri ku! Tidak ada rasa hormat sama sekali, pada hal Beeve adalah kakaknya, menghina istri ku, sama dengan menghina ku juga! Dan aku enggak terima ada orang lain yang menghina atau merendahkan istri ku!!” terang Andri penuh emosi.
“Benar begitu Helena?” tanya Rahma, Helena yang terlanjur bersalah menundukkan kepalanya.
“Buka mulut mu, ulangi dengan lantang apa yang kau katakan pada Emir tadi mengenai istri ku! Kau itu hanya orang asing yang baru masuk dalam keluarga kami, sedangkan Beeve! Selain menantu, dia juga keponakan ibu ku, faham kau!”
“Andri, sudah nak, jangan terlalu emosi, kita bisa selesaikan dengan cara baik-baik, ayo masuk sebentar ke dalam rumah,” pinta Rahma.
Yudi geleng-geleng kepala, sebab waktunya terganggu hanya karena masalah anak-anaknya.
Sial banget, kok sampe ibu mertua juga ikut campur dengan masalah ini sih? batin Helene.
Sesampainya di ruang tamu, Rahma mempersilahkan mereka semua untuk duduk.
“Ayah mau ke intinya saja, jangan ada yang bicara kalau tidak ayah suruh! Oke Helena, apa alasan mu berbuat ini semua?” satu pertanyaan dari sang ayah mertua membuat Helena bungkam.
“Itu, aku...” Helena bingung harus menjawab apa, sebab ia tak mungkin mengatakan, jika dirinya cemburu akan Beeve.
“Bicara yang jelas dan cepat Helena, kita enggak punya banyak waktu untuk urusan keluarga yang tak jelas seperti ini!” Helena makin kalang kabut, mendengar suara melengking Yudi.
__ADS_1
“Aku dapat cerita dari orang lain yah,” ucap Helena penuh ketakutan.
“Cerita apa yang kau dapatkan, hingga kau bisa berbuat sejauh ini? Jangankan Andri, kami juga tahu perubahan sikap mu yang mendadak aneh pada Beeve!” ucap Yudi.
Helena dengan grogi pun menjawab, “Aku dapat cerita dari seorang wanita, katanya bang Emir dan kak Beeve ada hubungan terlarang, dan dari dulu bang Emir sudah menyukai kak Beeve dan...” Helena ragu untuk melanjutkan apa yang ingin ia katakan.
“Dan? Dan apa lagi maksud mu? Apa masih ada lagi alasan yang membuat mu membenci Beeve?!” tanya Yudi.
“Katanya kak Beeve adalah wanita murahan, bisa di pakai siapa saja, Bia juga anak hasil di luar nikah.” semua orang mengelus dada atas pernyataan Helena, Beeve sendiri menelan salivanya, sebab setahunya hanya Arinda yang mengetahui aibnya.
Aku enggak menyangka, kabar kehamilan ku di ketahui banyak orang, apa mungkin pelakunya adalah Arinda? batin Beeve.
“Pertanyaannya, siapa yang di nikahi Emir sekarang? Siapa yang menjadi suami Beeve saat ini?” Yudi memberi pertanyaan ringan namun penuh makna untuk Helena, meski begitu, wanita cantik yang di kuasai cemburu itu tak dapat menjawab dengan baik.
“Jawab Helena! kita enggak banyak waktu untuk hal tak berguna yang kau lakukan! Satu detik tak bermakna adalah kerugian untuk perusahaan!” Rahma mendesak Helena agar buka mulut.
“Yang jadi istrinya bang Emir adalah aku, yang jadi suami kak Beeve adalah bang Andri.” jawab Helena dengan menundukkan kepala.
“Oke, itu yang harus kau pahami, berjalanlah di jalur mu, jangan lihat ke belakang, apa lagi sebelum kau dan Emir menikah, segala yang ia perbuat, itu bukan urusan mu, tapi kalau ia berbuat nakal setelah kalian resmi, baru kau bisa koar-koar, hargai privasinya, jika kau memang mencintainya, dan jangan berbuat seenak mu! Apa kau paham!” Yudi menasehati menantunya.
Helena dengan sigap mengangguk, “Iya ayah.”
“Tapi yah, kalau sampai sekali lagi istri ku mendapat perlakuan tak baik dari Helena, jangan salahkan aku, jika aku bertindak kembali! Hari ini ku lampiaskan pada adik ku, besok pada mu langsung!” Andri mengancam Helena dengan memberi tatapan mata tajam.
Helena terus saja mengangguk, ia tak dapat menegakkan kepalanya karena takut dan malu pada keluarga itu.
Apes banget aku pagi ini, bisa jadi beban seumur hidup nih, batin Helena.
Beeve sendiri memijat pelipisnya, kepalanya jadi pusing menghadapai sikap Helena yang begitu labil dan mudah di pengaruhi oleh orang lain.
Sedangkan Emir sendiri, malu bukan main atas sikap istrinya yang telah berulang kali ia nasehati, namun tak kunjung berubah.
“Ayo Helena, minta maaf pada kakak mu!” ujar Rahma.
Helena dengan setengah hati mengulurkan tangannya pada Beeve.
“Maafkan aku kak,” ucapnya dengan tak ikhlas.
__ADS_1
“Iya, jangan dengarkan apa kata orang di luar sana, kita ini adalah keluarga, jangan mau kena pecah belah.” Beeve menerima uluran tangan dari Helena.
“Baik kak,” sahut Helena.
“Tapi, apa aku boleh tahu, siapa yang mengatakan hal itu padamu?” tanya Beeve penasaran, ia berharap itu adalah Arinda, agar pihak kepolisan dapat menangkapnya.
“Dia Yezi, teman alumni kakak dulu,” jawab Helena.
Yezi? batin Beeve.
“Apa kau mengenalnya sayang?” tanya Andri.
“Iya mas.” jawab Beeve dengan perasaan aneh, sebab setahunya Yezi telah meninggal 2 tahun yang lalu. Selanjutnya Helena meminta maaf pada Andri.
“Maaf atas semua kesalahan ku bang.” ucap Helena dengan menjabat tangan Abang iparnya.
“Oke, ku harap kau bisa berubah ke depannya, ingat Helena, sekali lagi kau berulah, aku enggak segan untuk memberi mu pelajara!” meski masih menyimpan sakit hati, tapi Andri dengan berbesar hati, memaafkan dokter cantik itu.
“Oke, karena semua sudah selesai, ayo kita berangkat kerja!” ucap Yudi.
Rahma dan Yudi keluar rumah terlebih dahulu, begitu pula dengan Andri dan Beeve.
Saat Emir bangkit dari duduknya tanpa sepatah kata pun, Helena menatap wajahnya dengan lekat.
Bang Emir kok diam saja sih? Kenapa enggak mengatakan apapun pada ku? batin Helena.
Karena masih canggung, Helena memutuskan untuk berangkat kerja, tanpa meminta maaf terlebih dahulu pada suaminya.
Emir yang tinggal sendirian di rumah merasa sedih dan kepikiran akan kejadian memalukan yang baru saja ia lewati, “Sebaiknya aku dan Helena pisah rumah, kalau dia berulah lagi, bisa malu seumur hidup aku pada keluarga ku,” gumam Emir.
Beeve yang berada di kamarnya jadi kepikiran akan Yezi.
“Pada hal Meri bilang Yezi sudah tiada, apa dia hanya bercanda pada ku? Tapi... kalau pun Yezi masih hidup, dari mana dia tahu rahasia yang hanya di ketahui oleh keluarga ku dan Arinda?” Beeve jadi makin penasaran, akan sosok Yezi yang di katakan oleh Helena.
“Aku harus bertemu wanita itu secara langsung,” gumam Beeve.
...Bersambung......
__ADS_1