Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 116 (Pamflet)


__ADS_3

Tanpa Arinda sadari, selain Andri telah berdamai dengan hatinya, tujuan keduanya adalah membuat Beeve mengandung anak biologisnya nanti. Agar posisi Beeve sama kuatnya dengan Arinda, apabila kedua orang tuanya masih menentang hubungannya dan Beeve.


Setelah Andri selesai mandi dan ganti baju, ia kembali menyusuri jalanan untuk mencari istrinya. Namun lagi-lagi ia menemui jalan buntu.


“Sudah Bee, pulanglah sayang, aku benar-benar tersiksa hidup tanpa mu Beeve! Hanya kau yang bisa membuat ku bahagia, cuma kamu istri ku sayang, Akhhh!!” teriak Andri dalam mobilnya


Hingga 2 bulan kemudian, Andri yang di landa demam selama 3 hari karena kerinduannya pada sang istri, di kunjungi oleh Arman ke rumahnya.


“Hei bro, apa kabar?”


“Seperti yang kau lihat Man,” ucap Andri.


“Pfff...,” Arman mencoba menahan tawanya.


“Kau ini, teman sakit malah di tertawa kan.”


“Habis aku enggak menyangka, kalau kau akan sampai separah ini karena Beeve, lucunya kau sampai ngambek juga pada kedua orang tua mu, tak mau di bawa ke rumah sakit,” terang Arman.


“Biarkan saja, habis mereka masih menentang Beeve, pada hal Beeve kan masih istri ku yang sah, ya meski pun aku bilang, dia bukan istri ku lagi, tapi kami masih bisa baikan kan? Belum lagi Arinda selalu curhat pada ibu ku, kalau aku enggak pernah menyentuhnya, ibu ku makin ngamuk Man, pada hal aku sudah tua begini, masih saja di perlakukan seperti anak kecil, mereka ikut campur terus,” terang Andri.


Arman makin cekikikan mendengar penderitaan sahabatnya.


“Ah hahahaha.... Ya kau jelas salah Ndri, coba kau aduk-aduk si Arinda, pasti enggak akan mengadu, kau sih umur saja yang tua, tapi pikiran belum dewasa, masalah kerjaan dan cari uang okelah, kau jagonya, tapi soal percintaan, kau payah Ndri, lagi pula kau juga menganggur, apa salahnya rileksasi bersama istri muda mu, hahaha.” Arman meledek Andri yang batinnya sangat menderita.


“Sebut nama Arinda sekali lagi, ku pecat kau!" pekik Andri.


“Oh..., sekarang kalau kau marah ancamannya kerjaan? Oke oke.”


“Makanya, kasih solusi Arman! Bagaimana caranya aku mencari Beeve!”


“Kenapa enggak sebar pamflet saja? Kalau kau sendiri yang mencari, sampai kiamat juga enggak akan ketemu,” ucap Arman.


“Aku sudah buat kemarin, tapi ayah dan ibu memarahi ku, katanya tindakan itu hanya akan membuat malu keluarga.” ujar Andri.


“Nah itu, disitu kau salahnya.” ucap Arman dengan wajah serius.


“Naksud mu? Coba terangkan, agar aku mengerti.” pinta Andri.

__ADS_1


“Kau enggak tegas, pikiran mu masih labil dan mudah di pengaruhi, coba kalau pendirian mu kuat, om dan tante pasti enggak bisa apa-apa, jangan takut di buang Ndri, anak om dan tante kan hanya kau dan Emir, si Emir juga enggak ada niat buat mengurus perusahaan, iya kali kalau mereka wariskan pada ku perusahaan raksasa yang mereka dirikan,” terang Arman.


“Benar juga ya.” Andri mengangguk paham.


“Kau ini anaknya terlalu patuh, memberontak sedikit enggak akan membuat mu kehilangan apa-apa, memangnya kalau Arinda mengandung anak mu, terus anak itu akan langsung mendapatkan warisan seutuhnya? No! Masih ada Emir, anaknya juga akan kebagian, kalau kau benar-benar menyesal dan menginginkan Beeve kembali bersama mu, lakukan usaha maksimal! Tentang semua perkataan kedua orang tua mu.” terang Arkan yang menginginkan sahabatnya kembali ceria seperti semula.


“Sebenarnya yang membuat aku ragu untuk melawan, karena takut kejadiannya terulang kembali.”


“Maksudnya?”


“Kehilangan mereka juga, seperti sebelumnya, karena menuruti emosi ku sesaat, secara tak langsung, aku telah membunuh kedua mertua ku,” terang Andri.


“Astaga, kau jangan berpikir begitu Ndri, semua yang terjadi karena takdir Ilahi, sudah ada dalam skenario yang di atas,csejak mereka dalam kandungan, ya kalau kau memang tak bisa mengambil resiko, hentikan semua kegilaan mu ini, masa depan mu masih panjang, lupakan dia yang telah berhasil membuat mu mirip orang gila,” terang Arman.


Andri terdiam, lalu merenungkan apa yang di katakan sahabatnya.


“Man.”


“Iya?”


Arman langsung sumringah, karena sahabatnya ada kemajuan.


“Kenapa enggak sekalian 5 milyar? Arinda saja harganya 4 milyar.” Arman mengajak Andri bercanda.


“Kau benar juga, ganti Man, reward 10 milyar untuk yang berhasil memberi alamat Beeve.”


“Hah! Kau gila Ndri! Nanti karena mu seluruh orang Indonesia malah kehilangan pekerja gara-gara fokus mencari istri mu!” ucap Arman.


“Turuti saja!” pekik Andri.


“Iya, iya, kau ini benar-benar sesuatu, kalau om marah karena ini, aku enggak ikutan ya,” ucap Arman.


“Iya bangsa*! Hei, terakan nomor pribadi ku di pamfletnya, jangan nomor kantor! Dan juga suruh kirim pesan saja, nanti kalau ada yang jelas, baru aku yang telepon,” ucap Andri.


“Iya kuyang!” ucap Arman.


Arman dengan sigap menghubungi jasa percetakan, memerintahkan membuat 100.000 pamflet wajah Beeve dan hadiah sesuai yang Andri katakan, tak tanggung-tanggung, Arman juga membuat 200.000 baliho wajah Beeve dengan tulisan orang hilang, rencananya akan di sebar ke seluruh penjuru kota sampai pelosok.

__ADS_1


Arman juga membuat iklan di media sosial, serta menghubungi para artis papan atas untuk meng-upload photo pamflet Beeve. Dan itu di luar persetujuan Andri.


Biar heboh satu Negara sekalian, batin Arman.


5 jam kemudian, setelah Arman pulang ke rumahnya, handphone Andri berdering tiada henti, serta puluhan ribu pesan yang masuk.


Andri jadi bersemangat, ia berharap salah satu yang menghubunginya dapat mempertemukannya dengan Beeve.


Ia yang ingin membuka pesan malah tertunda karena Yudi meneleponnya, terpaksa ia bangkit dari ranjang, dan menemui Winda dan Siska untuk meminta bantuan, agar memeriksa pesan masuk yang ia terima.


📲 “Assalamu'alaikum, halo yah,” Andri.


📲 “Apa yang kau lakukan? Kenapa wajah Beeve ada di sepanjang jalan? Bukan hanya itu, dia juga jadi viral di internet, kau sudah gila?! Membuat malu saja! Take down semuanya, jangan sampai ayah yang bertindak! Kau ini hanya membuat keluarga kita jadi bahan gunjingan!” Yudi.


📲 “Maaf yah, aku enggak bisa, kalau sampai ayah ikut campur, aku akan tinggalkan perusahaan!” Andri.


Yudi yang sangat membutuhkan Andri sebagai penerusnya tentu tak mau mengambil resiko dengan merugikan perusahaannya.


📲 “Baiklah anak nakal! Selesaikan segera! Setelah Beeve ketemu, take down! Ayah enggak mau kalau wajahnya ada dimana-mana, bikin susah saja kau!” Yudi.


📲 “Baik yah,” Andri.


Setelah percakapan singkat itu, Yudi mematikan sambungan teleponnya.


Arinda yang melihat Beeve ada dimana-mana dalam setiap aplikasi yang ada di handphonenya makin geram.


“Ku pikir setelah 2 bulan gagal menemukan Beeve, si bodoh itu akan menyerah, siapa sangka masih lanjut juga! Akhh!! Awas saja, kalau sampai dia kembali ke sini, akan ku hasut ibu mas Andri untuk menendangnya, atau kalau perlu ku racuni makanannya, agar dia cepat mati! Hah! Dasar wanita jahanam! Perusak rumah tangga orang! Hidup ku sudah tenang bergelimang harta, masih saja di grogoti tikus selokan!” Arinda pun mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang terjadi kedepannya.


Tidak ada yang boleh menjadi istri mas Andri selain diriku, karena hanya rahim ku tempat yang pans untuk masa depan keluarga Han, batin Arinda.


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...



__ADS_1


__ADS_2