Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 176 (Tamu Tak Di Undang)


__ADS_3

15 menit setelah Emir pergi, restoran Beeve pun telah di buka. Beeve yang sibuk mencicipi masakan di dapur tiba-tiba di panggil oleh Laura.


“Bu, maaf ada yang mencari ibu di depan.”


“Siapa?” tanya Beeve kebingungan.


“Entahlah bu, pokoknya pasangan suami istri.” ujar Laura. Beeve mengernyitkan dahinya, karena ia merasa tak mengenal orang yang datang tersebut.


“Baiklah, aku akan kesana sebentar lagi.” setelah selesai mencicipi masakan yang ada di dapur, Beeve pun beranjak ke depan.


Sesampainya Beeve, wajahnya seketika jadi masam, melihat 2 orang tua yang duduk di kursi pelanggannya.


Mau apa mereka kesini, batin Beeve.


Sebenarnya Beeve teramatbmalas menghadapi tamu tak di undangnya tersebut, namun karena ia takut kedua tamu itu tak mau pergi, akhirnya Beeve pun menemuinya.


Drakk....


Beeve menggeser bangku yang ada di hadapan kedua tamunya untuk tempat ia duduk.


“Ada perlu apa kalian datang kesini?” tanya Beeve tanpa menjabat kedua tangan orang tua itu.


“Bee! Apa kabar mu nak?” ucap Elia yang kini begitu kurus, wajahnya juga sangat tua karena banyak pikiran.


“Aku baik, seperti yang tante lihat.” Beeve benar-benar malas bersopan santun pada Elia yang telah menyakitinya, namun karena ia tak ingin durhaka pada orang tua, Beeve pun meredam amarahnya.


“Bee, kami datang kemari untuk meminta maaf pada mu, atas perbuatan Arinda selama ini, yang telah menyakiti mu.” ucap Elia seraya menggenggam tangan Beeve.


“Iya nak, mohon maafkan Arinda, dan juga kami sebagai orang tua yang telah gagal mendidiknya selama ini.” terang Dimas, yang wajahnya penuh kerutan.

__ADS_1


Lalu, Beeve yang tak nyaman dengan genggaman Elia padanya pun melepas dengan halus tangannya dari ibu musuhnya tersebut.


“Maafkan aku, tapi aku enggak akan pernah bisa, memaafkan kejahatan yang Arinda lakukan selama ini sama ku,” ucap Beeve.


“Nak, tolonglah maafkan dia, selama 4 tahun kami hidup dalam perasaan bersalah, pada mu dan juga putri mu Hana...”


“Namanya Bia, bukan Hana!” Beeve memotong ucapan Elia dengan wajah kecut.


“Iya, maksud ku Bia, tolonglah nak, maafkan Arinda, dia benar-benar telah sadar sekarang, Arinda juga enggak hentinya menyuruh kami untuk mencari mu, selama 4 tahun Bee, kami sibuk mencari mu kemana-mana, hiks... tolong kami, temui Arinda di penjara nak.” Elia menangis tersedu-sedu karena merasa berdosa pada Beeve.


“Iya nak, Arinda sekarang sudah berubah, yang ia inginkan hanya bertemu dengan mu, bagaimana pun juga, kalian pernah jadi sahabat, berbagi suka duka bersama, memang kesalahan Arinda sangat fatal, tapi kami memohon nak, agar kau mau membuka hati pada putri kami, tolong temui dia sekali saja di penjara.” Dimas menyatukan sepuluh jarinya, memohon kemurahan hati Beeve.


“Aku enggak mau om, tante!” Beeve menolak mentah-mentah permintaan Dimas dan juga Elia, yang membuat kedua orang tua Arinda menangis histeris.


“Bee, jangan begini pada putri ku, dia adalah anak ku satu-satunya, masa depannya telah hancur total dua kali karena Andri, kini dia mendekam di penjara dengan masa tahanan selama 100 tahun, apa menurut mu itu masih tidak cukup untuk menebus kesalahannya? Dia hanya beberapa bulan jadi istri Andri, tapi dia harus menderita, hiks...” Elia menangis bak anak kecil di hadapan Beeve.


“Begitu puls dengan ku! Kalian masih lebih baik, bisa melihat orangnya secara langsung meski itu dari balik jeruji besi, nah kalau aku! Aku nggak tahu, putri ku ada dimana sekarang! Kalian masih bisa bersama Arinda selama belasan tahun! Aku! Dan juga anak ku, hanya bersama beberapa hari saja! Arinda, anak mu yang gila itu! Bahkan tega melukai anak ku! Kalian tahu! Bia hanya 3 hari mencicipi air susu ku, kasih sayang ku hanya beberapa hari padanya! Jadi kalian harap sadar diri kalau masih mau mengusik ku! Karena itu benar-benar enggak pantas!” Beeve yang marah menggebrak meja yang membuat semua orang terkejut.


“Ku mohon Bee, tolonglah! Kami tahu Arinda salah, tapi tolong temui dia, kau juga sudah merasakan jadi orang tua kan? Begitu pulalah kasih sayang kami padanya, Allah saja maha pemurah, apa lagi kita yang sebagai hamba, harus bisa berbesar hati.” ujar Elia. Beeve yang jijik pun bangkit dari duduknya.


“Pantas saja Arinda tak ada malu dan attitude, ternyata muasalnya dari kalian berdua!” pekik Beeve.


“Bee...” Elia pun ikut berdiri dan memegang tangan Beeve. Beeve yang tak suka melakukan kontak fisik dengan Elia, langsung menepis tangannya.


“Keluar kalian, jangan ganggu aku lagi! Dan jangan pernah kembali kesini!” hardik Beeve.


Dimas yang tak ingin usahanya sia-sia pun bangkit dari duduknya, selanjutnya ia berlutut di hadapan Beeve seraya menyatukan kedua tangannya.


“Tolonglah nak Bee, jangan kecewakan kami yang telah mencari mu selama 4 tahun, kami hanya meminta kau menemuinya sekali saja nak, om semangat memohon!” Lalu Elia berlutut di samping suaminya juga lada Beeve.

__ADS_1


“Apa perlu kami mencium kaki mu Bee, agar kau mau menemui Arinda?” tanya Elia dengan berlinang air mata.


“Ya Tuhan!!” Beeve benar-benar geram, terlebih mereka jadi tontonan para karyawati sedari tadi.


“Laura! Tolong close pintunya!” titah Beeve yang takut ada pelanggan masuk.


“Baik bu!” Laura pun membalik tulisan open menjadi close.


“Astaga! Kalian dari dulu benar-benar membuat aku tersiksa ya! Ayo bangkit! Jangan buat rusuh di tempat usaha ku!”


“Kami enggak akan bangun sebelum kau mau menemui Arinda nak,” ujar Dimas.


“Maksa banget ya kalian! Bikin kesal tahu!” Beeve memijat pelipisnya yang terasa sangat berat.


“Laura! Tolong buat info loker untuk satpam di media sosial! Tulis butuh 5 orang! Dengan syarat jago pukul!”vtitah Beeve.


“Baik bu!” Laura pun segera mengerjakan permintaan Beeve.


“Heh! Orang tua enggak ada akhlak! Keluar dari sini, sebelum aku lapor polisi! Kalian benar-benar menyebalkan dan enggak tahu diri! Mengerti enggak?!” ucap Beeve dengan mata melotot.


“Kami enggak akan pergi!” ungkap Dimas, seraya ingin bersujud mencium jemari kaki Beeve, beruntung Beeve mundur dengan cepat.


“Gila ya!” pekik Beeve.


Dimas dan Elia yang tak mendapatkan kaki Beeve untuk di cium, malah melakukan sujud di lantai, dan itu benar-benar membuat Beeve gusar.


Astaga! Kok malah ngotot sih! Suer bikin kesal benget mereka!! batin Beeve.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2