
“Hmmm, dasar pengantin baru,” Rahma meledek putra sulungnya.
“Kami duluan ya bu, ayah,” Andri memohon pamit pada seluruh keluarganya.
“Sudah sana! Dasar!” Yudi meledek putranya.
“Aduh, mas Andri, kenapa harus begini sih?!” batin Beeve.
Beeve menjadi sangat malu, dan hanya bisa menundukkan kepala.
Andri yang merasa semuanya biasa saja menggenggam tangan Beeve menuju kamarnya yang ada di lantai 2, tepat di sebelah kamar Emir.
Beeve yang melihat jumlah anak tangga yang begitu banyak sedikit ragu.
“Anak mama, baik-baik ya sayang, jadi anak yang kuat,” batin Beeve.
Ia pun mengelus perutnya, kemudian mengikuti langkah Andri yang mulai memijakkan kaki di anak tangga pertama.
Untuk 10 anak tangga pertama kaki Beeve masih aman, tapi tidak untuk yang ke 11, ia pun mulai ngos-ngosan, kakinya juga menjadi pegal, sontak ia meminta istirahat pada suaminya.
“Mas aku cape, istirahat sebentar,” Beeve melepas genggaman tangan Andri, lalu memegang kedua lututnya.
“Kau baik-baik saja sayang?” tanya Andri.
“Aku baik mas, hanya cape saja, tangganya begitu tinggi,” jawab Beeve.
“Iya, totalnya ada 60 anak tangga,” ujar Andri.
“Apa ibu dan Art bisa naik sampai ke atas?” tanya Beeve.
“Tentu saja, ayah dan ibu memang sengaja tak membuat lift, katanya agar kaki kami sehat, ya memang benar sih, kami semua yang ada di rumah sudah terbiasa dengan ini,” terang Andri.
Lalu Beeve kembali berdiri tegak, seraya mendongak ke ujung tangga.
“10 tangga saja kaki ku rasanya sudah mau patah, bagaimana dengan sisanya?” batin Beeve.
Andri yang melihat raut wajah resah Beeve pun mengerti, kalau istri cantiknya tak mampu melangkahkan kaki lagi.
Lalu Andri tanpa permisi menggendong Beeve ala bridal style.
“Mas, jangan gendong aku.” ucap Beeve sebab ia takut jika mereka jatuh dan juga ia malu jika ada yang melihat.
“Tenang saja sayang, kau lelah kan?”
“Iya, memang benar, tapi nanti kita jatuh mas, terlebih aku sangat berat,” ujar Beeve.
“Tubuh mu hanya 42 kg, sekurus ini sih masih ringan untuk ku,” ucap Andri dengan tersenyum lebar.
“Tahu dari mana mas aku 42 kg?”
“Dari profile Instagram mu,”
“Oh..., tapi yang terpenting mas, aku takut kalau kita jatuh loh,” ucap Beeve dengan perasaan was-was.
“Tak apa, asal jatuhnya ke pelukan ku,” ucap Andri seraya mulai menaiki anak tangga.
“Ahh.. mas Andri, saat serius begini masih bisa bercanda,” ucap Beeve seraya tersenyum geli.
“Percayakan saja pada ku, aku sudah menaklukkan anak tangga ini selama 23 tahun, jadi mereka pun takkan membiarkan kaki ku tergelincir,”
__ADS_1
“Iya iya mas, aku percaya,” Beeve yang takut jatuh pun melingkarkan kedua tangannya di leher Andri.
“Sebenarnya mas Andri orangnya baik dan juga humoris, walau kami baru berbaikan, rasanya seluruh sakit di hati ku telah hilang, berkat kehangatan yang ia beri, semoga rencana kehamilan ku berhasil, aku ingin hidup sampai tua dengan mas Andri, benar apa kata orang, cinta akan tumbuh dengan sendirinya kalau tetap bersama, meski aku belum memiliki cinta pada mas Andri, namun hati ku sudah nyaman dengannya,” batin Beeve.
“Kau melamun lagi,” ucap Andri.
“Hah? Apa mas?”
“Ku bilang, kau melamun lagi, apa yang kau pikirkan sayang?” tanya Andri dengan masih melangkah di setiap anak tangga tanpa rasa lelah sedikit pun.
“Aku memikirkan mu mas,” jawab Beeve dengan jujur.
“Oh ya?”
“Iya.” dan dengan perjuangan yang sangat keras, akhirnya Andri berhasil naik ke lantai dua dengan menggendong istrinya.
“Hah! Aku berhasil!” seru Andri dengan tertawa puas.
Krekk!!
“Mas,”
“Iya?”
“Apa aku boleh mencium mu?”
“Hah?”
Belum sempat Andri menjawab, Beeve sudah mengecup pipi Andri.
“Ada angin apa, yang membuat mu ingin mencium ku Bee?”
“Itu sebagai ucapan terimakasih atas kebaikan hati mu pada ku mas,” ucap Beeve.
“Enggak usah mas, sekarang aku sudah bisa jalan sendiri, kau sudah bisa turunkan aku,” pinta Beeve.
“Kamarnya sudah di depan mata, biarkan aku menggendong mu sampai ke dalam kamar ya sayang,”
“Baiklah mas, lalukan kalau kau masih kuat,” ucap Beeve.
Lalu Andri melanjutkan langkahnya, menuju kamar yang jaraknya hanya 10 meter di hadapan mereka.
Sesampai di depan pintu kamar, Beeve yang masih berada di gendongan suaminya membuka handle pintu.
Ceklek!!
Krieeett....!!!
Setelah pintu terbuka, mereka pun masuk ke dalam kamar Andri, yang terlihat begitu bersih wangi dan rapi, kamar itu juga sangat luas dan nyaman.
Perlahan Andri menurunkan tubuh Beeve di atas ranjang.
“Sayang, aku ke toilet sebentar ya,” ucap Andri.
“Oke mas,”
“Kau rebahan saja,” sebelum Andri ke kamar mandi, ia terlebih dahulu mengecup pipi mulus istrinya.
“Ummmuahhh,” setelah itu ia pun beranjak ke kamar mandi.
__ADS_1
Dan di dalam kamar mandi, Andri yang mengalami pegal di pinggang meringis dengan pelan.
“Ya Allah sakit sekali pinggang ku,” Andri memijat-mijat pinggangnya dengan tangannya.
Kebetulan di atas wastafel ada minyak angin cap cabai, ia pun segera mengoleskan ke bagian pinggangnya yang sakit.
Kemudian ia duduk di atas kursi yang ada di sebelah wastafel untuk menghilangkan rasa lelahnya.
“Beruntung hanya pegal, coba kalau kram, bisa hilang harga diriku,” gumamnya.
Andri yang sedang duduk menggoyang-goyangkan kakinya, agar peredaran darahnya berjalan dengan lancar.
Beeve yang merasa suaminya terlalu lama di kamar mandi mulai penasaran.
Ia pun turun dari ranjang, lalu mengetuk pintu kamar mandi.
Tok tok tok!!
“Mas..., mas lagi apa di dalam?”
Andri yang mendengar suara istrinya pun buru-buru mencuci punggungnya dengan sabun, agar aroma minyak cabainya tak tercium oleh Beeve.
“Mas... mas,” tok tok tok! Beeve kembali mengetuk pintu.
Lalu tak lama Andri pun membuka pintu dari dalam, Ceklek!!!
“Ada apa sayang?” tanya Andri dengan wajah cool nya.
“Aku cemas mas, kau terlalu lama di dalam,”
“Aku hanya buang hajat sayang, apa kau mau pakai kamar mandinya?” tanya Andri dengan tersenyum manis.
“Iya mas, aku mau mencuci wajah,” ucap Beeve.
Lalu Andri memegang kedua pundak istrinya, “Nanti saja sayang, sekalian mandi bersama,” ujar Andri.
“Mmm...., kita mau tempur sekarang mas?”
“Iya sayang, kau siapkan?” ucap Andri dengan mengecup pipi Beeve, kemudian ia mendorong mundur tubuh Beeve ke arah ranjang.
Setelah kaki Beeve mentok di bibir ranjang, Andri merubuhkan tubuh Beeve hingga jatuh ke ranjang.
Beeve menggigit ujung bibirnya, karena Andri makin waktu kian agresif.
Lalu Andri yang bersemangat menindih tubuh Beeve seraya memberi kecupan-kecupan mesra di area wajah istrinya.
“Sayang, benar kau sudah siap untuk menjadi seorang ibu?”
“Iya mas, aku ingin memiliki anak darimu,” ujar Beeve.
“Baiklah sayang, aku ku penuhi rahim mu dengan benih ku di setiap waktu, sampai kau berhasil mengandung buah hati kita,” terang Andri.
“Lakukan mas, aku ikut apa saja yang kau mau,” ucap Beeve.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....