Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 50 (Apa Kau Hamil?)


__ADS_3

Tanpa sengaja Ayu melihat tatapan mematikan Arinda yang ada dihadapannya, lalu ia pun berkata.


“Tujuan mu kesini adalah bekerja, bukan cari muka.” ucapan ketus Ayu membuat hati Arinda panas.


“Apa dia iri pada ku? Karena mas Andri memperhatikan ku?” batin Arinda.


Namun karena Arinda masih dalam tahap masa training ia pun hanya membalas dengan senyuman.


“Dasar, baru dua hari kerja, kau sudah memperlihatkan bibit kegatalan mu, aku saja yang sudah 6 tahun bekerja disini enggak pernah berani masuk ke ruangan pak Andri kalau enggak ada perlu dan mendesak,” batin Ayu.


Andri yang berada dalam ruangan penasaran tentang apa yang di lakukan istrinya sekarang, lalu ia pun mengirim pesan pada Beeve.


✉️ “Sayang, apa urusan kuliahnya sudah selesai?” Andri.


✉️ “Alhamdulillah sudah mas, sekarang aku sudah di rumah,” Beeve.


✉️ “Apa kau pulang bersama Emir?” Andri.


✉️ “Iya mas,” Beeve.


✉️ “Oke kalau begitu, jangan lupa makan, dan mandi yang bersih,” Andri.


✉️ “Iya mas, mas juga makan yang banyak ya, dan cepat pulang,” Beeve.


✉️ “Iya sayang,” Andri.


Andri yang membaca pesan Beeve menyuruh cepat pulang pun jadi senyum-senyum sendiri.


“Manis sekali istri ku, jadi tambah rindu,” gumam Andri.


_______________________________________________


Sementara di rumah, Emir membujuk Beeve untuk berobat.


“Aku telepon dokter ya, agar memeriksa kesehatan mu, aku takut usus atau organ tubuh mu ada yang salah letak gara-gara aku ngebut tadi.” ucap Emir, karena ia melihat Beeve masih lemas.


“Enggak usah mas, aku sudah baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat untuk pulih,” terang Beeve.


Beeve yang berdiri di hadapan Emir pun tiba-tiba merasa mual kembali.


“Hoek!” Beeve menutup mulutnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk mengeluarkan isi perutnya.


“Hoek!!” Beeve pun memuntahkan teh manis yang ia minum di jalan tadi.


Cukup lama Emir menunggu di depan pintu kamar, hingga akhirnya Beeve keluar dari dalam kamar mandi.


“Dia masih disini?” batin Beeve.


Lalu Beeve mendatangi Emir yang ada di depan pintu kamarnya.


“Kau hamil?” tanya Emir dengan wajah datar.


Seketika Beeve hadi panik, atas pertanyaan Emir.


“Mana mungkin.” Beeve menjawab setenang yang ia bisa walau jantungnya deg degan parah.


“Ku rasa memang kau hamil,” ucap Emir.


“Hahahaha... aku hanya masuk angin karena belum makan mas,” ujar Beeve.


Lalu Emir menggaruk-garuk kepalanya, “Oh iya? Sebaiknya periksa dulu, takutnya benar hamil, kasihan bayi mu, kalau kau salah makan atau yang lainnya,” terang Emir.

__ADS_1


“Enggak mungkinlah mas.” ucap Beeve dengan tertawa kaku.


“Kalau enggak juga bagus sih, kalau benar enggak masalahkan? Lagi pula kau punya suami, jadi wajar saja kalau perut mu berisi,”


“I-iya, nanti aku beli tespek,” ucap Beeve.


“Oke, aku mau pergi sekarang, karena masih ada syuting,” ujar Emir.


“Ya sudah, hati-hati mas,” ucap Beeve.


“Terimakasih Bee,” Emir pun meninggalkan Beeve di pintu kamarnya.


Emir yang telah keluar dari dalam rumah Beeve pun tiba-tiba memukul spion motor dengan helmnya.


Setelah itu Emir naik ke atas motor dan mulai melaju membelah jalan raya.


Beeve yang takut kalau Emir mengatakan kondisinya pada sang suami pun segera menelepon ibunya.


📲 “Assalamu'alaikum bu,” Beeve.


📲 “Wa'alaikumsalam Bee, ada apa nak?” Jane.


📲 “Bu, tadi Beeve mual dan muntah di hadapan Emir, lalu Emir curiga kalau Beeve hamil, bagaimana ya bu? Beeve takut kalau Emir cerita ke mas Andri,” Beeve.


📲 “Benarkah? Baiklah kalau begitu, besok ibu akan ke rumah mu, sekalian bawa dokter, jangan khawatir, bersikap biasa saja, agar enggak mencurigakan,” Jane.


📲 “Iya bu, Beeve mengerti,” Beeve.


📲 “Oh iya, jangan lupa minum susu mu, agar bayi mu sehat,” Jane.


📲 “Iya bu,” Beeve.


📲 “Wa'alaikumsalam bu,” Beeve.


Beeve merasa sedikit lega karena sudah mendapat pencerahan dari ibunya.


________________________________________________


Pukul 20:00 malam, Beeve duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu suaminya pulang.


Ting tong ting tong!! Tiba-tiba ada yang menekan bel pintu, Winda yang juga ada di ruang tamu segera membukakan pintu.


Kriettt.....!!!


Beeve berpikir yang datang adalah suaminya, saat ia berdiri dari duduknya ternyata itu adalah Emir.


“Kau masih bangun?" tanya Emir dengan membawa plastik putih di tangan kanannya.


“Iya mas.” jawab Beeve dengan perasaan jengkel, sebab ia tak mengharapkan Emir datang kembali.


“Ayo ke meja makan, aku bawa sup kambing,” ujar Emir.


“Aku sudah makan mas,” ucap Beeve.


“Ayolah, temani aku makan, lagi pula ini bagus untuk mu,” ujar Emir.


Beeve yang kesal tak dapat menolak, akhirnya ia dan Emir menuju meja makan yang ada di dapur.


Sesampainya di dapur, Beeve meminta sup kambing yang ada di tangan Emir.


“Sini mas, biar aku tuang,” ucap Beeve.

__ADS_1


“Enggak usah, aku saja yang tuang, kau duduk di kursi saja,” titah Emir.


Perlakuan Emir padanya berubah 180 derajat, Beeve tak mengerti, perlakuan baik Emir itu karena merasa bersalah atau ada alasan lainnya.


Beeve yang duduk di meja makan di layani oleh Emir dengan baik.


“Ini untuk mu.” Emir menyodorkan 1 porsi jumbo sup kambing dalam mangkok besar.


“Banyak banget mas.”


“Makanlah, agar tenaga mu pulih, dan tensi mu juga naik,” terang Emir.


Lalu Emir juga menuang untuknya, setelah itu keduanya pun makan bersama, tanpa ada percakapan.


Setelah selesai makan, Beeve merapikan mangkuk kotor mereka.


“Apa kau mau menginap disini mas?” tanya Beeve, dengan harapan Emir akan pulang.


“Iya, malam ini aku akan menginap,” jawab Meir.


“Kenapa enggak pulang saja sih,” batin Beeve.


Setelah selesai mencuci mangkuk, Beeve mohon izin untuk masuk ke dalam kamar.


“Mas, aku ngantuk, maaf ya kalau aku tinggal duluan,” ucap Beeve.


“Oh ya sudah, tidurlah,” ujar Emir.


Beeve pun bergegas meninggalkan Emir dari meja makan.


“Kenapa dia harus nginap sih!” gumam Beeve, ia yang telah sampai ke dalam kamar, langsung mengunci pintu.


Di atas ranjang ia mulai bertanya pada dirinya sendiri.


“Tapi apa salahnya dia menginap? Aku kenapa sih? Kok jadi enggak nyaman kalau lihat dan dekat-dekat dengan Emir?”


Ia yang mencoba ingin tidur pun kembali mengingat perlakuan senonoh Cristian padanya tadi pagi.


“Haahhh... manusia sampah itu, kenapa tambah brengsek sih! Apa aku minta pindah ke kampus lain saja ya sama mas Andri? Aku takut kalau sering bertemu dengannya,” ucap Beeve pada dirinya sendiri.


Saat ia masih di lema, bel rumah kembali berbunyi.


“Itu pasti mas Andri,” batin Beeve.


Dengan semangat ia bangkit dari ranjang dan membuka pintu kamarnya.


Deg deg deg deg deg!!!


Beeve menjadi syok parah, saat ia melihat, Andri pulang dengan membawa seorang dokter.


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


...Instagram :@Kissky_muchu...


...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....



__ADS_1


__ADS_2