Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 89 (Berdua)


__ADS_3

“Masa mas enggak bawa jaket sama sekali? dan baju yang mas bawa hanya piyama genit, haduh... bisa masuk angin nih mas,' ujar Beeve.


“Maaf sayang, aku lupa,” ucap Andri.


“Dan kau hanya bawa 1 baju waras untuk pulang.” Beeve sedikit kesal, karena udara malam itu benar-benar membuatnya membeku.


Lalu Andri menyusul Beeve ke atas ranjang, “Sudah, kau pakai yang ada saja sayang, lagi pula malam inikan kita mau begadang, kalau kita banyak melakukan gerakan pasti akan merasakan hangat.” ucap Andri seraya menggigit daun telinga Beeve dan menuntun istrinya untuk duduk di pangkuannya.


“Mas, telinga ku jangan di gigit.”


“Kenapa sayang? Toh semua yang ada pada mu milik ku,” ucap Andri.


“Memang sih, tapikan jorok,” ujar Beeve.


“Masa sih sayang.” Andri kembali menggigit daun telinga Beeve.


“Serius jorok mas, kan aku belum mandi,” ucap Beeve.


“Belum mandi juga tetap harum,” terang Andri memeluk tubuh Beeve.


“Gombal banget ah.”


“Kalau gigit yang lain boleh?” bisik Andri.


“Boleh, asal pelan-pelan mas.” Andri tersenyum, lalu mengecup bibir istrinya dengan penuh hasrat, Andri yang telah bergairah menyusup pengecap nya ke dalam rongga perasa sang istri yang semanis permen, Beeve pun tak mau kalah, ia membalas setiap sapuan yang di lakukan suaminya dan sesekali memberi gigitan kecil pada bibir bawah sang suami, yang membuat Andri semakin mabuk kepayang.


Keduanya hanyut dalam penyatuan dua indera perasa yang begitu mendebarkan, hingga mereka enggan untuk menyudahinya.


30 menit kemudian, Andri melepas pagutannya untuk menghirup oksigen sejenak, namun Beeve yang ada di pelukannya menarik kembali lehernya.


“Aku masih mau ciuman mas.” ucap Beeve manja, yang membuat Andri tertawa kecil.


“Sudah lama ya.” ujar Andri seraya mengelus wajah mulus istrinya.


“Iya, itu karena kau sibuk dengan urusan mu mas, dan kau membiarkan ku menganggur.” sahut Beeve mengingatkan bahwa Andri lah yang tak memberikan ia jatah.


“Kalau begitu, untuk menebus malam-malam indah yang telah lalu, kau siap begadang sampai pagi?” tanya Andri yang menempelkan bibirnya di pipi Beeve.


“Siap mas, aku benar-benar sangat rindu pada mu,” jawab Beeve.


“Benarkah? Rindu di bagian mananya?” tanya Andri dengan suara berat, lalu Beeve mengarahkan telunjuknya ke setiap bagian tubuh Andri.


“Rindu tatapan hangat mu, ciuman mu, sentuhan mu, dan milik mu.” Beeve menggenggam risol suaminya yang telah mengeras bagai besi.

__ADS_1


“Sama, aku juga rindu.” ungkap Andri seraya mengecup dada istrinya.


“Lalukan perlahan mas, agar aku enggak merasa sakit,” pinta Beeve.


“Tenang saja, aku tahu cara melakukannya, agar kau merasakan hal yang sama.” ucap Andri seraya merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang.


Kemudian Andri melucuti satu persatu pakaian yang ada di tubuh Beeve, selanjutnya ia pakaian miliknya.


Beeve menatap lekat wajah sang suami yang sudah lama tak berbuat nakal padanya.


Sedang Andri mulai bergerilya dan menjajal setiap inci lekuk tubuh mulus istrinya, suasana malam yang begitu sunyi dan dingin membuat keduanya tak sungkan untuk melepaskan suara goib secara sahut menyahut.


“Sa-sayang, kau terlihat berbeda malam i-ini?” ucap Andri dengan suara terengah karena sibuk melakukan hentakan di atas Beeve.


“Ma-maksudnya a-apa mas?”


“Su-ara mu lebih erotis dan keraas.” ungkap Andri yang menyukai gaya baru istrinya.


“Bukannya hanya kita yang ada disini mas?” tanya Beeve memastikan.


“Tentu saja, tapi kan ada yang patroli,” ujar Andri.


“Oh ya? Kalau begitu aku akan menutup mulut ku mas.” ucap Beeve, yang malu kalau ada yang mendengar suaranya.


Malam itu adalah malam yang panjang bagi keduanya, berulang kali mereka melakukan pelepasan dan mengulanginya kembali.


Penyatuan itu terus berlangsung hingga matahari menampakan sinarnya ke bumi.


Andri yang lelah, terlelap seraya memeluk tubuh Beeve.


Beneran sampai pagi. batin Beeve, ia pun mengusap rambut suaminya.


“Semakin hari, semakin ku sayang pada mu mas, semoga cinta kita abadi, tidak terpisah sampai usia senja, semoga hanya aku istri mu satu-satunya dunia akhirat.” Beeve mengecup wajah suaminya berulang kali.


“Berkat mu, aku melupakan sakit yang Cristian berikan pada ku, kau mengembalikan kepercayaan diriku, awalnya ku pikir hubungan kita enggak akan lancar, karena aku tak utuh pada mu, mas jangan tinggalkan aku ya, apapun yang terjadi.” ucap Beeve pada telinga suaminya yang mengeluarkan dengkuran.


Perlahan ia melepaskan pelukan Andri, setelah itu Beeve turun dari atas ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Andri yang ternyata pura-pura tidur menjadi sedih, karena Beeve begitu percaya dan mencintainya.


Bagaimana kalau ia tahu soal Arinda? Apa kau akan menerima kekurangan ku itu juga Bee? gumam Andri.


30 menit kemudian, Beeve yang telah selesai keluar dari dalam kamar mandi, ia yang tak memiliki baju ganti yang sopan, terpaksa memakai piyama yang di bawakan suaminya.

__ADS_1


“Untung enggak seseksi yang Arinda berikan, jadi masih bisalah, aku bawa keluar villa,” gumam Beeve.


Ia pun mengenakan piyama merah muda dengan motif renda, yang panjangnya selutut.


Ia juga berdandan tipis, agar terlihat fresh di mata suaminya.


Selanjutnya, Beeve menuju dapur, mengolah bahan-bahan masakan yang ada untuk mereka makan.


“Adanya daging, kentang, bawang-bawangan.” Beeve mengeluarkan seluruh bahan yang ada dalam kulkas, lalu ia memutuskan untuk membuat steak sapi panggang, dan juga kentang goreng.


Ia yang cukup ahli dalam memasak pun menyulap bahan mentah itu menjadi sebuah hidangan mewah, hingga Andri yang tadinya tidur harus bangun, karena mencium aroma menggugah dari masakan istrinya.


“Kau masak steak?” tanya Andri yang kini telah berdiri di pintu dapur.


“Sudah bangun mas? Kau pasti lapar kan mas?”


“Tentu saja, ayo kita makan sekarang,” ujar Andri.


“Ih, mandi dulu mas, mulut dan tubuh mu belum bersih,” ucap Beeve.


“Ya sudah sayang, aku mandi sebentar ya.” ucap Andri, yang bergegas ke kamar mandi.


“Iya mas, mandi yang bersih ya!” seru Beeve.


Beeve melihat ke sekitaran Villa, tanpa sengaja ia melihat beberapa daun pisang yang ada di bagian jendela dapur, dan daun pisang itu masih dapat ia raih.



Karena mereka berada di alam, Beeve ingin mereka makan tanpa menggunakan piring buatan manusia.


Ia pun mengambil sebilah pisau, kemudian memotong daun pisang tersebut.


Kemudian ia membersihkan bagian daun pisang dari dua sisi.


Andri yang telah selesai mandi datang ke dapur dengan memakai celana potong polos hitam dan singlet putih, meski ia berpenampilan seadanya, namun aura tampannya masih terpancar nyata, hingga Beeve senyum-senyum sendiri melihat penampilan orang yang ia cintai.


Ganteng mu permanen banget sih mas. batin Beeve.


...Bersambung.......


...Mari berlomba-lomba menjadi readers yang budiman, dengan kasih rate 5, like, komen, hadiah, vote serta tekan favorit pada novel ini, biar author makin semangat....


__ADS_1


__ADS_2