Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 240 ( Sang Mantan)


__ADS_3

“Aku sudah menikah dari 4 tahun yang lalu,” jawab Andri.


“Wah, aku ketinggalan informasi ternyata, ku pikir kau masih sendiri.” Lea tertawa getir mengetahui Andri sang mantan kekasih sewaktu SMA telah beristri.


“Kau kemana saja? Waktu itu aku sempat mengirim mu undangan, tapi kau tak datang,” ujar Andri.


“Mm... saat itu aku sedang di kantor cabang Filipina, waw...! Selamat ya! Pasti istri mu orang yang luar biasa!” ucap Lea dengan perasaan kecewa.


“Terimakasih banyak.”


“Apa sudah punya momongan?” Lea yang ingin tahu kehidupan sang mantan pun makin banyak bertanya.


“Alhamdulillah anak pertama ku perempuan, sekarang istri ku sedang mengandung anak kembar kami.” terang Andri yang membuat Lea makin patah hati.


“Hahaha... selamat ya Ndri, aku ikut senang dengan kabar bahagia yang kau bagikan,” ucap Lea.


“Kau sendiri bagaimana? Apa masih sendiri?”


“Ah, iya! Aku belum menemukan seseorang yang cocok untuk di jadikan pasangan,” terang Lea.


“Jangan terlalu pilih-pilih Lea, umur mu sudah tidak muda lagi, kalau sudah lewat dari 30 tahun, Tuhan pun akan lepas tangan perihal jodoh mu, hahaha!” Andri meledek mantan pacarnya yang belum laku.


“Tadinya aku ingin kembali lagi dengan mu, tapi tak ku sangka, kau sudah punya anak dan istri, sayang sekali, pada hal kita adalah pasangan yang serasi.” kejujuran dari Lea tak di anggap serius oleh Andri.


“Alah!! Kau ini benar-benar lucu ya! Sebaiknya kau balikan dengan Surya saja, dia masih sendiri sampai sekarang, dia juga mantan mu setelah aku kan? Hahaha!!” Andri tak dapat menahan tawanya, saat mengingat kisah cinta segitiga antara ia Lea dan juga Surya di masa SMA.


“Mata mu ah! Sudahlah aku mau kembali ke kantor ku!” pekik Lea.


“Oke, hati-hati di jalan!” ucap Andri.


“Oh ya, bagi nomor telepon mu, sejak tamat SMA kau menghilang bagai hantu!” ujar Lea.


Andri sempat ragu untuk memberikannya, namun karena Lea memaksa akhirnya Andri memberikan kontak khusus kerjanya, bukan nomor pribadi.


“Terimakasih ya, nanti ku hubungi.” setelah mendapatkan yang ia perlukan, Lea dan Andri pun keluar dari ruang meeting bersama-sama.


Saat keduanya berjalan di koridor, tiba-tiba Andri melihat kehadiran Beeve.


Kenapa Beeve ada disini? batin Andri.


Lalu Beeve yang melihat suaminya pun datang menghampiri.


“Mas, sudah selesai meeting nya?” ucap Beeve.


“Sudah sayang, sedang apa kau disini? Bukannya di rumah?” Andri tak paham kenapa istrinya tiba-tiba ada di kantor.

__ADS_1


“Pengen jalan-jalan saja mas, aku juga enggak ngerti kenapa tiba-tiba ingin keluar rumah,” terang Beeve.


“Ini istri mu?” ucap Lea yang berdiri di sebelah Andri.


“Iya, ini Beeve istri ku.”


“Dia siapa mas?” tanya Beeve.


“Aku Lea, teman satu SMA sekaligus rekan bisnisnya Andri sekarang, senang bertemu dengan mu.” Lea mengulurkan tangannya pada Beeve. Lalu Beeve pun menerimanya.


“Aku Beeve istri kesayangan mas Andri.” Beeve yang curiga Lea bukan sekedar teman pun memberi sinyal keras pada wanita karir itu.


“Oh iya ya...” sahut Lea.


Dasar norak! Jadi wanita gendut ini pemenang di hati Andri? Masih kalah jauh dari ku, batin Lea.


Andri yang tahu istrinya cemburu pun tersenyum kecil.


“Sayang, sudah berapa lama kau berdiri? Ayo kerungan ku, kau perlu berbaring,” ujar Andri.


“Aku baru saja sampai mas, tenang saja, aku masih kuat kok,” ucap Beeve.


“Enggak, ayo kau perlu istirahat, oh ya Lea, aku tinggal duluan ya, kasihan istri ku kalau sampai kelelahan,” Andri pun berpamitan pada Lea.


“ Oh, oke, hati-hati ya, senang bertemu dengan mu mbak Beeve,” ucap Lea seraya melambaikan tangannya.


Andri dan Beeve pun bergegas menuju ruangan Presdir, pasangan suami istri itu pun berjalan seraya bergandengan tangan


“Mas, ku rasa si kembar rindu pada mu, makanya aku tiba-tiba ingin bertemu kau!"


“Oh ya? Kalau begitu mereka perlu ku nasehati, agar tak membebani mamanya,” ujar Andri.


Sialan! Mereka berdua malah berlagak mesra lagi di hadapan ku, Andri... Andri, ku pikir ganti ku permata, ternyata hanya butiran debu ! batin Lea.


Sesampainya di ruangan Andri, Beeve pun duduk di atas sofa, setelah itu Andri mengambil minuman hangat untuk istrinya.


“Ini, minumlah!” Andri menyodorkan secangkir teh untuk untuk Beeve.


“Terimakasih mas.” Beeve pun menerima pemberian suaminya.


“Bee, lain kali jangan seperti itu ya, cemburu boleh, tapi jangan berlebihan, Lea hanya teman ku, dan sekarang kita sedang ada kontrak kerja sama dengan mereka,” terang Andri.


“Dia cantik sih!” gumam Beeve.


“Semua wanita memang cantik sayang, tapi yang jadi juara di hati ku kan hanya kau seorang?”

__ADS_1


“Hum! Iya deh mas, tapi aku enggak buat rusuh tadi, lagi pula benarkan apa yang ku katakan? Aku istri kesayangan mu?”


“Tentu saja, tapi kesannya kau kekanak-kanakam banget, dia juga tahu kau istri ku, pokoknya jangan begitu lagi ya, enggak enak kalau kita jadi bahan omongan.” Andri mengusap puncak kepala istrinya.


“Iya mas, maafkan aku sudah bertingkah tak sopan.” Beeve menjabat tangan suaminya.


“Bagus kalau kau sudah sadar, besok jangan keluar rumah lagi ya, bahaya! Selain karena hamil muda, kita juga enggak tahu, Arinda ada dimana, dan sedang apa.”


“Iya mas, lain kali aku enggak akan melakukan hal nekat begini lagi.” ujar Beeve.


“Baiklah, aku mau lanjut kerja, kalau kau lapar hubungi saja OB, kalau kau ngantuk, tidurlah di di ranjang.” Andri menunjuk ruangan khusus ia istirahat jika lelah atau harus menginap di kantor.


“Iya mas terimakasih banyak.” ucap Beeve, lalu Andri pun meninggalkan istrinya, untuk kembali ke rutinitasnya yang masih menumpuk.


Ibu-ibu yang tadi mencurigakan banget, jangan-jangan dia ada hati lagi sama mas Andri, aku harus mencegah dari awal, batin Beeve.


Entah karena trauma ada Arinda kedua, atau semua ke khawatirannya di sebabkan efek kehamilannya, yang jelas Beeve begitu waspada dan juga mudah cemburu pada suaminya.


_________________________________________


Helena yang baru selesai membersihkan karang gigi pasiennya pun memberikan obat tambahan agar gigi sang pasien lebih bersih dari noda yang di sebabkan rokok atau pun minum kafein berlebih.


“Nanti bapak gunakan cairan ini saja ya, karena ini sagat efektif menghilangkan garis hitam di gigi bapak, jangan lupa rutin bersihkan karang gigi ya pak, pokoknya 2 kali setahun, agar gigi bapak tetap kuat dan sehat.” keramahan Helena di saksikan langsung oleh Emir dari balik pintu yang terbuka separuh.


Setelah si pasien keluar dari salam ruangan Helena, istri Emir Han itu pun memberi titah pada bawahannya.


“Sela, bersihkan semua bekas peralatan yang baru di pakai, jangan ada noda yang tertinggal.”


Ternyata pada orang lain dia auranya beda, sangat berwibawa. batin Emir.


Helena yang tak sengaja melihat kehadiran suaminya pun tersenyum malu.


“Sela, aku keluar sebentar, setelah aku kembali, semua sudah rapi ya!”


“Baik dok,” sahut Sela.


Lalu Helena yang girang suaminya datang menjemputnya untuk pulang pun segera keluar ruangan.


“Abang kok enggak bilang mau datang?” Helena memukul manja bahu suaminya.


“Aku kan sudah kirim pesan pada mu.”


“Masa sih?” Lalu Helena membuka handphonenya. “Oh iya benar, maaf ya bang, tadi aku sibuk.”


“Iya enggak apa-apa, sekarang kita makan dulu yuk ke kafe, kau sudah luangkan?” tanya Emir.

__ADS_1


“Sudah bang, ayo!” keduanya pun bergegas menuju kafe untuk melepas lapar di perut.


...Bersambung......


__ADS_2