Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 117 (Bertemu)


__ADS_3

Wajah Beeve sontak membuat heboh seluruh warga Indonesia, tentunya berita itu sampai juga pada Emir sang selebg*am.


“Beeve!” kabar hilangnya Beeve membuat Emir khawatir.


“Kemana kau Bee? Apa yang terjadi?” Sontak Emir mendial nomor Beeve, namun sayangnya tak terhubung.


Kemudian Emir membuka insta*ramnya, dan mencari akun Beeve, lalu Emir melakukan panggilan video, namun tak tersambung.


Setelah Emir mematikan panggilan videonya, ia baru melihat kalau Beeve pernah mengirim pesan padanya.


Karena keduanya tak saling mengikuti alhasil pesan yang Beeve kirim tertimbun oleh pesan para penggemar lainnya.


“Bee, Ya Allah, aku ceroboh banget.” sebenarnya Emir ingin pulang ke Indonesia saat itu juga, namun karena kontrak kerjanya belum selesai, terpaksa Emir menahan niatnya.


Sebab kalau sampai ia melanggar perjanjian kontrak, maka Emir akan di denda sebanyak 900 milyar. Tentu saja uang di atmnya tak sebanyak itu.


Iya yang tak ingin diam saja, mengunggah pamflet buatan Andri di seluruh media sosialnya. Ia juga membuat video pengumuman.


“Bagi siapapun yang berhasil memberi informasi dan menunjukkan keberadaan Beeve secara langsung, maka saya akan menambahkan reward sebesar 11 milyar.” ucap Emir dalam videonya.


Karena Emir tak ada di Indonesia, maka ia menerakan nomor telepon Andri. Karena ia tahu pasti, yang paling Beeve butuhkan adalah Andri bukan dirinya.


Tentu saja, hadiah 21 milyar yang mereka berikan membuat semua orang yang tahu akan kabar hilangnya Beeve tak tidur semalaman.


Feni yang kebetulan main tiktik melihat wajah Beeve di FYI nya, sontak ia menuju dapur dan mematikan kompor Beeve. Lalu memakaikan masker mulut pada Beeve.


“Ada apa bu?” tanya Beeve kebingungan.


“Cepat-cepat!!” Feni menggiring Beeve dari pintu belakang rumah makannya, lalu menuntunnya sang karyawan menuju rumahnya yang ada di lantai 1 kosan.


Retek! Feni mengunci rapat rumahnya yang membuat Beeve makin bingung.


“Ada apa sih bu?!” tanya Beeve.


“Sst!!! Jangan bergerak.” Feni membawa Beeve ke kamarnya dan mengunci Beeve di dalam.


“Bu! Buka bu!” teriak Beeve seraya memukul-mukul pintu kamar Feni.


“Sabar nak, diam lah sayang, ibu enggak bermaksud jahat, jangan berisik, hanya sebentar,” ucap Feni.


“Ibu, ada apa?” tanya Beeve yang makin penasaran.


“Nanti ibu jelaskan, yang penting diam dengan baik di dalam, oke anak baik.” titah Feni, karena Feni tak pernah menyakitinya selama ini, Beeve pun menurut.


“Baik, aku akan diam, tapi ibu bisa kan menaikkan gaji ku?” pinta Beeve.


“Iya nak, ibu naikkan 100 %,” ujar Feni.

__ADS_1


“Yes! Cukup untuk biaya ku lahiran dan beli baju buat putri ku nanti ke tanah abang.” ucap Beeve dengan hati berbunga-bunga.


Karena sudah ada kesepakatan, Beeve pun bersikap tenang di dalam kamar bosnya.


“10 juta pun akan ku beri, tak ku sangka, ternyata Beeve bukan orang sembarangan,” gumam Feni.


Lalu dengan secepat kilat, Feni mengirim pesan pada Andri.


Selamat sore pak, perkenalkan saya Feni, saat ini Beeve sedang berada di rumah saya, silahkan datang ke alamat Jl. Sudi Mampir nomor 5, tepatnya di kosan berlantai 3 bu Feni. ✉️


Saking semangatnya untuk mendapatkan uang 21 milyar, Feni mengirim pesan yang sama ke insta*ram Emir, serta mengirim photo Beeve pada saat berjongkok mencuci piring di lantai pada Emir dan Andri.


Winda yang menerima pesan dari Feni langsung memanggil majikannya.


“Tuan! Tuan!” teriak Winda


“Ada apa Win? Apa ada informasi tentang nyonya?!” tanya Andri.


“Iya tuan, coba tuan lihat ini.” Winda memperlihatkan photo Beeve pada Andri.


“Bee.” Andri yang tak ingin menunda waktu seketika mendial nomor Feni.


📲 “Halo,” Andri.


📲 “Halo pak,” Feni.


📲 “Baik pak, tapi soal hadiahnya benarkan pak? Kalau bapak bohong, maka Beeve akan saya sembunyikan,” Feni.


📲 “Tenang saja, saya akan segera kesana dengan uang yang saya janjikan,” Andri.


📲 “Siap pak!” Feni.


Setelah menutup panggilannya, Andri buru-buru ke ruang rahasia yang ada di basement rumahnya, yang bahkan Beeve sendiri tak tahu kalau ruangan itu ada.


Sesampainya Andri ke ruang basement, ia membuka brangkas raksasanya, kemudian memindahkan uang simpanannya ke atas timbangan uang, setelah pas 10 milyar, Andri mengemasnya dengan rapi ke dalam sebuah koper besar.


Setelah selesai, Andri keluar dari ruang basement penyimpanan hartanya, menuju mobil.


Brummm!!!! Dengan semangat berapi-api, Andri langsung tancap gas menuju kosan Feni.


2 jam kemudian, Andri tiba di tujuan, Feni yang menunggu di depan gerbang langsung menyambut Andri.


“Anda orangnya?” ucap Andri.


“Iya, betul, Feni, panggil saya bu Feni.” Feni mengulurkan tangannya.


“Andri, suami Beeve.” Andri dan Feni saling berjabatan tangan.

__ADS_1


“Oh suaminya,” ucap Feni.


“Betul, apa saya bisa bertemu dengan Beeve sekarang?”


“Tentu saja, ikuti saya.” Feni menuntun Andri menuju rumahnya. Sesampainya ke dalam rumah, Feni menunjuk ke arah kamarnya.


“Beeve ada di dalam.” ucap Feni, kemudian Feni memberikan Andri kunci kamarnya.


Dengan jantung berdebar Andri melangkah ke kamar Feni.


Ceklek! Krieett...!!!


“Lama banget sih bu kur...” Beeve terperanjat saat melihat Andri tiba-tiba ada di hadapannya.


“Beeve...” dengan mata memerah, Andri mendekat pada istri yang selama ini ia rindukan.


“Ma-mas.” nafas Beeve menjadi berat, saat Andri semakin dekat dengannya.


“Sayang!” Andri yang rindu berat memeluk tubuh Beeve yang bau gorengan dengan erat seraya menangis haru.


“Kenapa kau begitu tega meninggalkan ku? Kau juga hilang tanpa kabar, apa kau begitu membenci ku Bee?” Beeve yang memiliki perasaan yang sama pada Andri juga ikut menangis.


“Aku enggak pernah membenci mu mas, aku hanya ingin kau bahagia, aku enggak pantas untuk mu, hiks...”


“Aku yang tak pantas untuk mu, karena telah membohongi mu,” ungkap Andri.


“Enggak mas, aku yang paling salah, semua yang terjadi karena kecerobohan ku, tentang Arinda juga karena aku mas, akulah yang menciptakan semua malapetaka ini mas, hiks...” Beeve dan Andri menangis bersama.


“Kita jangan saling menyalahkan lagi, pulanglah dengan ku Bee.” Andri mengajak Beeve untuk kembali.


“Enggak mas, aku enggak mau.” Beeve menolak permintaan Andri.


“Kenapa? Apa kau sudah enggak mencintai ku lagi?” tanya Andri seraya melepas pelukannya.


“Ini bukan masalah perasaan mas, tapi harga diri, keluarga mu tak menyukai ku, aku enggak mau hidup dengan orang yang membenci ku, dan lagi aku takut kalau suatu saat kau mengungkit-ungkit masa lalu ku, atau kalau kau marah pada anak ku, kau bongkar aib ku, biarkan aku bertanggung jawab atas diriku sendiri mas,” terang Beeve.


“Enggak Bee, aku janji enggak akan melakukan itu, dan aku akan menerima mu apa adanya, lagi pula aku juga kotor Bee, aku telah menodai cinta kita, tolong terima aku kembali Bee, terima juga masa lalu ku sayang ” Andri sangat berharap kalau Beeve memberi kesempatan padanya.


“Mas, jangan paksa aku, aku mohon, lagi pula kau sudah berkata, kalau aku ini bukan istri mu,” ucap Beeve.


“Hanya sampai disitu, kita masih bisa rujuk,” terang Andri.


“Tapi, aku benar-benar enggak mau mas!” pekik Beeve.


“Bee! Bagi ku, Status mu masih menjadi istri ku yang sah di dalam agama dan negara, jika ada kesalahan, akan kita konsultasikan pada pemuka agama, untuk sekarang, selayaknya kau mengikuti perintah ku, dan aku tak meridhoi mu jika jauh dariku, sekarang ikut aku pulang, tak ada tempat yang paling cocok untuk mu, selain berada di sisi ku.” sikap tegas Andri membuat hati Beeve menjadi bimbang.


...Bersambung......

__ADS_1


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


__ADS_2