
“Dasar jahat! Enggak berperasaan!” umpat Beeve pada suaminya.
“Iya, aku orang adalah yang paling jahat dan enggak berperasaan di dunia ini.” Andri meluruskan kata-kata istrinya.
“Ya sudah kalau begitu, tidur di luar saja sana!” Beeve yang gengsi minta maaf terlebih dahulu malah mencari gara-gara baru.
“Gimana aku mau tidur di luar, sedangkan aku ada janji disini,” ucap Andri, lalu ia mengecup pipi Beeve.
“Apa sih! Enggak jelas!”
“Ayo, ayo! Jangan banyak drama lagi!” Andri membuka resleting daster istrinya.
“Kau mau apa mas?!” Beeve yang tak ingin bercinta menolak keras ajakan suaminya.
“Janji adalah janji, harus di tepati!” ucap Andri seraya melucuti pakaian istrinya.
Malam itu keduanya berbaikan dengan jalur gempa suami.
Keesokan harinya, saat keluarga Han tengah sarapan pagi, semua orang tak hentinya curi pandang pada keduanya, sebab Andri dan Beeve saling lirik satu sama lain, seperti pasangan sejoli yang baru berkencan.
Apa mereka sudah baikan? batin Rahma dan Yudi.
Apa memang aku yang salah sangka tadi malam ya? batin Emir.
Benar kata bang Emir, aku memang suka membuat gosip yang tak benar, batin Helena.
Andri dan Beeve yang telah selesai sarapan terlebih dahulu berpamitan pada yang lainnya.
“Ayah, ibu dan semuanya, aku duluan ya,” ucap Andri.
“Cepat banget Ndri,” ujar Yudi.
“Iya yah, namanya juga tulang punggung keluarga,” terang Andri dengan senyum sumringah.
“Oh, baguslah kalau begitu,” ucap Yudi.
“Semangat anak ku, kau juga harus lebih dewasa, mengingat sebentar lagi kau akan jadi ayah dari 4 anak.” Rahma yang tak bisa secara langsung menasehati putranya, terpaksa berkata demikian.
“Iya bu, apa masih ada lagi yang mau memberi wejangan?” tanya Andri sebelum meninggalkan meja makan.
Lalu semua orang menggelengkan kepalanya masing-masing.
“Bia, nanti ke PAUD di antar pak Reno dulu ya.” ucap Beeve pada putrinya, karena suaminya ada pekerjaan penting pagi itu.
“Iya mama.” sahut Bia, sebelum Andri beranjak, Bia pun menjabat tangan sang ayah sambung.
Selanjutnya Andri dan Beeve pun menuju pintu utama.
“Nanti aku akan pulang cepat.” ucap Andri dengan memberi satu kecupan di kening istrinya.
__ADS_1
“Bukannya mas ada acara reuni?”
“Aku enggak pergi.” Andri memilih tak datang untuk menjaga perasaan istrinya, sekaligus untuk menghindari pertengkaran antara keduanya.
“Jangan begitu mas, pergilah! Lagi pula kalian kan enggak setiap hari bertemu,” ujar Beeve.
“Enggak sayang, aku trauma kalau kepergian ku nanti akan menimbulkan malapetaka di keluarga kecil kita,” terang Andri.
“Tenang saja mas, aku sudah baikan kok.” Beeve mengizinkan sang Andri pergi karena tak ingin menjadi istri yang mengekang suami.
“Benar?”
“Iya, pergilah!” ucap Beeve seraya tersenyum lebar.
“Aku akan kesana, jika kau ikut.” untuk menghindari pertengkaran, Andri memutuskan untuk membawa istrinya.
Hahaha... masuk perangkap juga! batin Beeve.
“Memangnya boleh mas?” tanya Beeve dengan senyum palsunya.
“Boleh dong sayang.” jawab Andri.
“Baiklah kalau begitu.” Beeve yang senang rencananya berhasil mengecup pipi suaminya.
“Ya sudah, aku berangkat ya, mama kembar!” Andri mengedipkan matanya.
“Iya, papa kembar!” Beeve membalas kedipan mata nakal suaminya.
“Kalau mereka konyol, kau apa dong?”
Perkataan suaminya membuat Helena sontak mendongak ke arah wajah Emir.
“Kalau aku sih puitis, hidup ku penuh romantisme, enggak seperti abang, kaku bagaikan angka satu!”
“Ya Tuhan, beraninya kau mengatai suami mu!” Emir merangkul bahu istrinya, seraya memberi cubitan besar di pipi mulus dokter cantik itu.
“Abang!!!” pekik Helena.
“Hus! Diam!” Emir dan Helena menuju ruang tv untuk bersantai, sebab hari itu Helena masuk siang, sedang Emir syuting sore hari.
______________________________________
Malam harinya, Andri dan Beeve yang telah sampai di kafe @saya_muchu untuk mengikuti acara reunian SMA Andri.
Benar saja, semua sudah ramai akan teman satu kelas Andri tanpa membawa pasangan, kecuali Andri seorang.
Andri pun dengan bangganya menggandeng tangan istrinya yang bengkak ke tengah room khusus yang telah di sewa oleh teman alumninya.
“Wah! Gila! Kata si Lea anak kepala desa enggak boleh bawa pasangan, kenapa bapak Andri malah bawa istri?” ujar Arman menghadap teman-teman mereka yang telah duduk di meja dan kursi yang melingkar.
__ADS_1
“Oh iya, betul! Lea... kenapa kau hanya ketat pada kami? Sedangkan pada Andri enggak?” ucap salah satu teman laki-laki alumni mereka.
“Hahaha... untuk Andri harus yang paling istimewa dong, karena istrinya kan lagi hamil, kasihan kalau di tinggal sendiri.” jawab Helena dengan senyum canggung.
“Hum, apa karena dia mantan pacar mu Lea, makanya kau pilih kasih? Hahaha!” salah satu teman wanita mereka menggoda Lea.
“Bukan kok!” ucap Lea dengan senyum penuh makna.
Oh... ternyata mantan! Pantas sok cantik, batin Beeve.
“Astaga... kalian sendiri yang mau-mau saja di perintah Lea, sudah lama enggak ketemu, sekali kumpul, bawa pasangan masing-masing dong, biar saling mengenal satu sama lain, mana tahu pasangan kita bisa jadi bestie!” ucap Andri, yang membuat teman-teman mereka menganggukkan kepala, membenarkan pendapat pria tampan itu.
Hati Lea seakan membara, melihat kelengketan sang mantan dengan istrinya.
Apa bagusnya sih wanita itu? Cantikan aku, gemulaian tubuh ku, dasar Andri, mata rabun! batin Lea dengan tatapan mata tajam.
Lalu Andri dan Beeve pun mengambil tempat duduk, tepat di sebelah Lea. Hati kecil Lea sungguh berharap jika Andri duduk di bersebelahan dengannya, namun Beeve yang tingkat kepekaannya 180 derajat, langsung memilih duduk di samping Lea.
Perempuan sialan! batin Lea.
Emang enak? batin Beeve.
Lalu Andri memperkenalkan istrinya pada semua teman-temannya.
Beeve yang ramah tamah pun langsung mendapat sambutan positif dari semua orang, terlebih ia yang tengah hamil, membuatnya makin jadi pusat perhatian.
“Ngomong-ngomong, acara ini, idenya dari siapa sih?” tanya Andri.
“Ya dari Lea lah, katanya dia rindu pada kita semua, terutama pada mu, ku rasa dia kurang update, kalau kau sudah menikah!” ujar Toni salah satu teman karib Andri dan Arman.
“Oh ya?” Andri tertawa dengan perasaan yang takut, apa lagi Beeve mendengar hal itu secara langsung. Namun respon Beeve malah di luar dugaan.
“Kalau sudah lama lost kontak, pasti ada perasaan rindu pada teman di masa lalu, itu wajar sih, tapi aku dan bu Lea sudah pernah bertemu sebelumnya, dan dia tahu kok kalau aku istri tercintanya mas Andri,” ujar Beeve.
Semua orang mengangguk, dan dengan serius mendengarkan Beeve bicara, sehingga Lea menelan salivanya, ia yang pemilik acara malah terlihat seperti tamu undangan.
Sialan! Dia merebut sadis tempat ku! batin Helena.
“Kau benar Bee, namanya juga teman lama, dan lama sekali enggak bertemu, rasa rindu dan ingin bertemu pasti ada di setiap dada orang lain.” ujar Lea yang ingin memancing emosi Beeve.
“Iya bu, aku faham, makanya mas Andri dan aku menghadiri acara yang ibu buat!” balas Beeve.
“Iya teman-teman, nanti kalau istri ku lahiran, kalian semua wajib datang di syukurannya ya!” Andri mengalihkan pembicaraan agar tak semakin tajam pembahasannya.
Saat acara makan-makan sedang berlangsung Lea mencoba pindah ke sebelah Andri yang saat itu bangkunya sedang kosong.
“Hei, coba makanan ini! Ini menu baru loh!” Lea menaruh roti panggang varian baru kafe itu di piring Andri.
...Bersambung......
__ADS_1