Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 193 (Lebam)


__ADS_3

Beeve dan Andri perlahan turun dari atas ranjang menuju meja yang tersedia 4 kursi. Lalu keduanya membuka makanan kotak yang di bawa oleh Andri.


“Makan yang banyak ma, biar kau kuat menghadapi kenyataan.” ucap Andri seraya mengunyah pizza yang ada di tangannya.


“Ma? Maksudnya mama?” Beeve tersenyum aneh dengan panggilan baru suaminya.


“Iya, mama.”


“Apa sih mas, kok malah panggil aku mama, bikin geli tahu.” Beeve menutup bibirnya menahan tawa.


“Bukannya kalau sudah punya anak panggilnya mama papa? Seperti ibu dan ayah ku?” ujar Andri.


“Aku enggak mau panggilan yang seperti itu, karena ibu dan ayah ku panggilannya mas dan Jane atau sayang.” ucap Beeve.


“Ya sudah kalau itu mau mu, aku akan tetap memanggil mu sayang, tapi... bisa enggak sesekali kau panggil aku sayang juga?”


“Iya mas Andri sayang.” Andri tersenyum mendengar ucapan istrinya.


“Nah, gitu dong, baru kelihatan kalau kau juga mencintai ku.”


“Sudah ah, makan dulu!” Beeve dan Andri pun menyantap makanan mereka hingga tak tersisa.


Setelah selesai, keduanya kembali ke atas ranjang, dengan Bia yang berada di tengah-tengah.


Kerena baru selesai mengisi perut, keduanya bersandar di punggung ranjang. Andri yang jahil mulai mencolek pipi Beeve.


“Apa sih mas?”


“Sayang...” Andri tersenyum penuh makna.


“Kenapa?” tanya Beeve.


“Aku haus sayang.” ucap Andri seraya mengedipkan matanya.


“Kalau haus, ya minumlah mas, gimana sih.” Beeve pira-pira tak.mrngerti dengan kode yang Andri berikan.


“Ayolah sayang, aku benar-benar haus.” Andri terus merengek seperti anak kecil, membuat Beeve jadi serba salah.


“Mas, ada Bia, kau gila ya.” ucap Beeve dengan suara pelan serta mata yang melotot.


Namun Andri yang tak dapat menahan gejolak dalam dadanya malah menyentuh gundukan milik istrinya..


Kayaknya mas Andri enggak akan berhenti nih sebelum dapat maunya, batin Beeve.


Beeve yang merasa hutang budi atas kebaikan Andri pun, bersedia memenuhi keinginan suaminya.


“Ayo ke kamar mandi.” ucap Beeve.


Yes! Akhirnya, batin Andri.


Keduanya turun perlahan, lalu masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


“Mas, hanya itu ya, aku enggak mau lebih,” Beeve memperingatkan suaminya


“Iya sayang.” Andri pun duduk di atas toilet sit, kemudian ia memangku Beeve yang wajahnya menghadap dirinya. Ia yang bergairah buru-buru menyusupkan kepalanya ke dalam baju istrinya.


Kelakuan aktif Andri membuat Beeve menggeliat ke kanan dan kiri, nafasnya pun mulai memburu seiring penyesalan lekat dan lengket yang di lakukan oleh pria tampan yang ada dalam bajunya..


Aduh, kalau lebih lama lagi bisa kelepasan nih, batin Beeve.


“Mas, sudah ya, nanti Bia bangun.” Andri yang belum selesai menggelengkan kepalanya.


“Mas, aku serius! Nanti Bia bangun!” Beeve yang takut tak dapat menahan getaran yang ada dalam dadanya mencubit wajah Andri dari balik bajunya.


“Au!” Andri meringis kesakitan, lalu mengeluarkan kepalanya.


“Sudah ah! Aku mau tidur!” pekik Beeve.


“Baru sebentar juga, 5 menit lagi ya...” Andri sangat memohon pada Beeve.


“Enggak mau! Aku mau tidur!” Beeve bangkit dari pangkuan suaminya lalu merapikan bajunya.


Sialan, aku basah lagi, batin Beeve.


Andri yang di tinggal sendirian dalam kamar mandi tersenyum kecut.


“Dasar istri ku, masih saja jual mahal, tapi... setelah kembali ke Jakarta, jangan harap kau bisa menolak! Bee... Bee... 4 tahun tak bertemu, bukit mu kok makin besar? Bagaimana bawahnya ya? Hahaha...” Andri tertawa cengengesan.


Keesokan harinya, Beeve yang baru bangun melihat ke arah putrinya, yang ternyata telah membuka mata.


“Iya ma, mama nyenyak banget tidurnya.”


“Loh, berarti Bia sudah bangun dari tadi dong?” ujar Beeve.


“Iya ma.”


Kemudian Beeve bangkit dari tidurnya, lalu membangunkan suaminya.


“Mas, mas Andri... ayo bangun!” Beeve menggoyang-goyang bahu Andri.


“Papa... papa... ayo bangun!” Bia yang masih rebahan di atas ranjang memutar tubuhnya menghadap sang ayah sambung.


“Hum?? Aku masih ngantuk!” Andri memeluk tubuh Bia yang ada di sebelahnya.


“Mas, ayo bangun! Kita ke supermarket terdekat, untuk membeli baju pada Bia.”


Andri yang masih mengantuk dengan berat hati melepaskan pelukannya dari sang putri tercinta, kemudian ia pun duduk.


“Kok supermarket sayang? Kenapa enggak ke mall saja?” tanya Andri, karena setahunya, supermarket tempat menjual bahan pangan dan peralatan rumah tangga.


“Mall mana yang buka jam 8 pagi begini? Lagi pula supermarket juga jual baju kok, Bia kan enggak punya baju sama sekali mas,” ucap Beeve.


“Ya sudah ayo!” Andri turun dari ranjang lalu mencuci wajahnya terlebih dahulu, sebelum berangkat, begitu pula dengan Beeve dan Bia.

__ADS_1


Setelah itu mereka menuju supermarket terdekat yang telah buka dari jam 07:00 pagi.


“Wah, kau benar sayang, banyak yang jual baju anak-anak dan dewasa.” ucap Andri.


Lalu, mereka membeli beberapa baju yang kualitasnya bagus untuk Bia. Bia sendiri sangat senang mendapat baju baru dari ayah dan ibunya.


Setelah selesai berbelanja untuk Bia, mereka kembali lagi ke hotel.


“Nah sayang, sekarang kita mandi ya.”


“Iya mama!” Bia sangat bersemangat saat Beeve mengajaknya mandi.


Ibu dan anak itu pun masuk ke dalam kamar mandi, ketika Beeve membuka baju yang Bia kenakan, ia kaget bukan main, sebab tubuh putrinya penuh memar dan juga bintik-bintik merah.


“Bia! Tubuh mu kenapa biru-biru dan banyak bintik merahnya nak?” tanya Beeve dengan perasaan sedih dan juga penasaran.


“Itu karena Bia nakal ma, jadi nenek Celine dan Meri memukul dan menusuk tubuh Bia dengan jarum.” Bia mengatakan apa yang ia alami.


“Apa? Memangnya Bia melakukan kesalahan apa sampai kena hukum?” tanya Beeve kembali dengan bibir bergetar, ia tak sanggup melihat penderitaan putrinya.


“Banyak ma, kalau enggak jaga dede Zea, kalau makan menyisakan nasi, terus kalau enggak patuh sama perkataan nenek, pokoknya semua yang salah menurut para nenek dan tante Maria, Bia akan di hukum,” terang Bia.


Beeve pun menitihkan air matanya, ia tak menyangka, kalau penderiataan yang ia alami, harus di alami putrinya juga.


“Mama jangan nangis, ini enggak sakit kok.” Bia menyeka air mata Beeve yang tak hentinya berderai.


“Maafkan mama nak, ini semua karena ke tidak mampuan mama menjaga mu, hiks...”


“Mama enggak salah, Bia yang nakal, makanya mama dan papa pergi, jangan nangis lagi ya ma.” Bia memeluk tubuh ibunya.


Awas kalian semua! Siapa saja yang terlibat, akan ku jebloskan ke dalam penjara! batin Beeve.


Kemudian, Beeve menguatkan hati untuk memandikan putrinya dengan lembut. Setelah selesai, ia pun memakaikan baju baru untuk Bia.bSelanjutnya ibu dan anak itu keluar dari dalam kamar mandi.


Andri yang melihat mata Beeve yang basah pun bertanya.


“Ada apa sayang?”


“Bia mas.”


“Kenapa dengan Bia sayang?”


“Tubuhnya banyak lebam biru dan juga bekas tusukan jarum, hiks...” Beeve menangis dalam pelukan suaminya.


“Ya Tuhan, sabar sayang, setelah ini kita akan menuju kantor polisi untuk membuat laporan,” ujar Andri.


“Iya mas.” Andri pun melepas pelukan Beeve, kemudian ia menyingkap baju Bia.


“Ck, beraninya mereka menganiaya anak kecil! Enggak bisa di maafkan,” pekik Andri.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2