Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 115 (Koki)


__ADS_3

Ternyata dia jago masak juga, batin Feni.


Kurang lebih Beeve pun membantu Feni selama satu setengah jam.


Setelah para pelanggan selesai makan, Beeve baru bisa duduk tenang.


“Rame banget ya bu,” ucap Beeve.


“Iya, itu karena mau masuk pertengahan bulan neng, biasalah yang kos disini gajian akhir bulan, jadi rumah makan ibu hanya ramai akhir bulan saja,” terang Feni.


“Oh, gitu ya bu.”


“Eh, kau tadi dari mana?” tanya Feni.


“Aku mencari kerja bu,” jawab Beeve.


“Sudah dapat belum?”


“Belum bu, pada hal aku sangat butuh,” terang Beeve.


Feni yang tahu Beeve akan menghasilkan banyak uang untuknya pun tak menyianyiakan kesempatan.


“Bagaimana kalau kau bekerja disini saja?”


“Disini?”


“Iya, gaji pokok awal 1 juta, kalau ramai maka akan ibu kasih bonus, plus gratis sewa kos, setuju?” Feni sangat berharap kalau Beeve akan setuju.


Sebaiknya aku terima, toh pada saat begini enggak ada yang mau menerima ku kerja, batin Beeve.


“Baik bu, tapi bulan berikutnya gaji ku naikkan?”


“Tentu saja, kalau keuntungan lebih dari biasanya, aku juga akan membantu mu soal biaya melahirkan, tapi hanya seperempat dari biayanya ya.” terang Feni


Beeve sangat bersyukur pada yang kuasa, karena mempertemukannya dengan Feni.


“Terimakasih banyak bu, aku pasti akan berkerja dengan giat.” ungkap Beeve seraya memeluk Feni.


“Iya-iya!” sahut Feni.


Keesokan harinya, Beeve mulai bekerja sebagai koki di rumah makan Feni. Penghuni kos yang merasakan nikmatnya masakan Beeve jadi ketagihan, serta mereka menyebar berita pada teman-teman mereka yang lain, bahwasanya cita rasa di rumah makan ibu kos mereka kini telah berubah.


Sejak hari itu, rumah makan Feni ramai akan pembeli, bahkan dari kosan lain juga berdatangan dan jadi berlangganan tetap di rumah makan Feni.


___________________________________________


Seminggu telah berlalu, Andri yang belum menemukan keberadaan Beeve mulai prustasi. Tapi seberat apapun beban pikiran yang ia rasa, di kantor ia harus tetap professional.


Andri juga jarang pulang ke rumah, meski ibunya sering meminta agar ia lebih perhatian pada istri keduanya.

__ADS_1


“Kau dimana Bee? Apa kau baik-baik saja sayang?” gumam Andri seraya menatap photo pernikahannya yang ada di atas meja kerjanya.


Ketika ia tengah larut dalam kesedihannya, Arman datang menemuinya.


“Ndri, bagaimana kabar mu?” tanya Arman yang kini duduk di hadapan Andri.


“Gelap Man,” jawab Andri.


“Hem..., kuat Ndri, kau bukan anak-anak lagi, tanggung jawab mu besar loh, ratusan ribu karyawan bergantung hidup pada perusahaan ini, kalau kau enggak fokus dan salah melangkah, kita semua bisa merugi, bisnis kita bukan perihal untung rugi kacang goreng, tapi milyaran,” terang Arman.


“Maksud mu apa Man?”


Lalu Arman memperlihatkan dokumen yang Andri tanda tangani.


“Lihat, kau menandatangani dokumen yang salah, untung tadi aku memeriksanya dulu sebelum Yeni mengirimnya ke klien, ini perkara 50 milyar loh, kontrak kerja yang di kirim perusahaan XC sangat berat sebelah, dan kau malah asal tanda tangan.”


“Astaga, maaf Man, aku salah karena enggak fokus.” ucap Andri.


“Sudahlah, yang penting dokumen itu sudah ku hancurkan, tolonglah Ndri, fokus! Walau kau anak pemilik perusahaan ini, aku enggak perduli.” terang Arman.


“Maaf, terimakasih telah menyelamatkan perusahaan ini dari masalah,” ungkap Andri.


Arman yang merasa kasihan pada Andri pun menepuk punggung Andri.


“Kau belum menemukannya?”


“Belum, entah dia ada dimana,” ujar Andri.


“Akan ku pikirkan baik-baik nasehat mu Man,” ucap Andri.


“Semangat Ndri, kalau jodoh pasti bertemu, aku yakin Beeve juga merasakan hal yang sama dengan mu, andaikan suatu saat kalian bertemu lagi, dan masih memiliki perasaan yang sama, bicarakan baik-baik, bukan hanya pada Beeve, tapi Arinda juga, kalau keduanya setuju untuk di madu, berlaku adil Ndri, agar kehidupan mu lancar, jika kau sudah tak bisa mempertahankan rumah tangga mu dengan Arinda, ku mohon cintai anak mu, rawat dia dengan baik, bagaimana pun ceritanya, sekarang dia sudah menjadi istri mu yang sah.” hati Andri sedikit tergugah, saat ia mendapat pencerahan dari sahabatnya.


Pukul 19:00, Andri yang tiba di rumah bertanya pada Winda tentang keberadaan Arinda.


“Arinda mana?”


“Di kamarnya tuan,” jawab Winda.


“Oke, terimaksih.” Andri pun meletakkan tasnya dalam kamarnya, setelah itu ia naik ke lantai 2, menuju kamar Arinda.


Sesampainya Andri, ia pun mengetuk pintu kamar istri keduanya itu.


Tok tok tok!


Ceklek! Arinda membuka pintu kamarnya.


“Mas?” wajah Arinda sumringah melihat kedatangan suaminya.


“Apa boleh aku masuk?”

__ADS_1


“Tentu mas.” Arinda membuka lebar pintu kamarnya, lalu Andri masuk ke dalam, dan duduk di atas sofa yang berada di dekat jendela. Kemudian Arinda duduk di hadapan Andri.


“Ada apa mas? Tumben kau datang ke kamar ku.” tanya Arinda penasaran.


“Aku datang kemari karena ingin meminta maaf atas kekasaran ku selama ini pada mu, dan juga kekurangan ku dalam memperhatikan dirimu dan anak kita.” Arinda yang mendengar kata tulus dari suaminya merasa terharu.


“Aku sudah memaafkan mu mas.” ucap Arinda dengan mata berkaca-kaca serta merasa bahagia.


“Dan, aku juga ingin mengatakan pada mu, kalau aku akan terus mencari Beeve, andaikan ia sudah ketemu, dan mau berdamai dengan ku, kau ikhlaskan jika tinggal satu atap dengannya?”


Baru saja Arinda naik ke langit, seketika terhempas ke bumi.


Dia lagi? Huh! Pada hal posisi ku sudah enak, kenapa harus dia? batin Arinda.


“Kalau kau enggak bersedia, maka kau akan kembali ke rumah mu,” ujar Andri.


Arinda yang tahu kalau itu tak menguntungkan untuknya terpaksa memilih setuju.


“Baik mas, aku setuju, bagaimana baiknya saja, yang penting kau adil pada kami.” ucap Arinda.


“Baguslah jika kau setuju, terimakasih banyak.” Andri merasa lega atas kelapangan hati Arinda.


Setelah urusannya selesai, Andri memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


“Mau kemana mas?”


“Turun.”


“Apa enggak bisa kau tidur bersama ku malam ini?” Arinda yang rindu akan sentuhan Andri pun mencoba merayu.


“Maaf, mungkin lain kali.” Andri yang masih berduka akan Beeve tak dapat memenuhi permintaan Arinda.


“Katanya akan adil, bagaimana kalau mas latihan dari sekarang?”


“Nda, aku belum bisa sekarang, tolong mengerti, aku lelah, karena 1 jam lagi, aku akan kembali mencari Beeve,” terang Andri.


“Baiklah mas, semoga Beeve cepat ketemu.” Arinda yang sangat kesal menahan amarahnya, karena ia belum mencapai tujuannya 100%.


kemudian Andri meninggalkan Arinda sendiri dalam kamarnya.


“Ih! Asli kesal banget, sudah bagus perempuan kotor itu pergi, masih saja mas Andri enggak mau menyerah, tapi enggak apa-apa, yang penting pewaris resmi keluarga ini adalah anak ku, bukan si bolong itu!” ucap Arinda pada dirinya sendiri.


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


Yang hatinya panas dingin karena JST, ademin dulu dengan kisah cinta SAVE YALISA, yang kocak dan bucinnya bikin kamu gagal move on!


__ADS_1



__ADS_2