Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 43 (Rencana kehamilan)


__ADS_3

Andri menggenggam tangan Beeve, dan dari ruang tamu sudah terdengar suara gaduh dari seluruh anggota keluarga.


Kelurga yang melihat kedua pasangan pengantin baru itu muncul dengan rambut yang masih lepek serta berpegangan tangan membuat mereka mulai mendehem.


“Ehem... ehemm...,” Rahma yang pemikirannya lebih fleksibel pun mulai menggoda anak dan menantunya.


“Cuaca dingin begini kok ada yang keramas ya? Enggak takut flu apa?” anggota keluarga pun tertawa mendengarnya, tapi tidak dengan Emir.


“Betul, kalau sakit yang repot orang lain kan?” ucap ketus Emir.


Rahma yang merasa putra sulungnya hanya akan mengacau suasana pun mengusirnya dari ruang tamu.


“Sana kau! Kembali ke kamar mu, dasar perusuh,”


“Aku kan mengatakan yang sebenarnya, dan juga ini rumah, bukan hutan, di lepas sebentar akan nyasar.” sindir Emir karena melihat keduanya yang tak mau melepaskan genggaman tangan satu sama lain.


Andri yang ingin membuat Emir tambah kesal pun mengecup pipi Beeve. Seketika Beeve terperanjat, tindakan suaminya sangat membuat ia malu di hadapan semua orang, dan keluarga yang menyaksikan pun terengah, pasalnya Andri selama ini tak pernah terbuka soal hubungannya dengan siapapun.


Karena mereka telah resmi, tak ada yang berani memprotes tindakan Andri tersebut.


“Ya enaknya halal begini Mir, apa pun yang di lakukan demi menyenangkan pasangan termasuk pahala,”


Karena tak ingin kedua anaknya bersitegang lebih lanjut, Rahma pun mengalihkan pembicaraan.


“Ayo-ayo, kalian duduk dulu, kan masih pagi,” ujar Jane.


Lalu dari arah dapur 2 orang Art datang membawakan mereka teh manis hangat dan juga kopi untuk para pria.


Pagi itu mereka habiskan untuk mengobrol sejenak, sebelum Andri memutuskan untuk berangkat ke kantor terlebih dahulu.


“Andri dan Beeve duluan ayah ibu,” ucapnya meminta izin pada para orang tua.


“Buru-buru sekali Ndri,” ucap Erdogan dan Yudi.


“Ada pekerjaan Andri yang belum selesai yah, dan juga Andri harus mengantar Beeve ke rumah terlebih dulu,” ujar Andri.


“Kalau Beeve, biar ibu saja yang antar, sekalian ibu ingin main ke rumah kalian,” ujar Jane.


“Oh, ibu mau main ke rumah?” ucap Andri, lalu ia melirik istrinya. “Gimana sayang, kau pulang dengan ibu mertua saja?” tanya Andri.


“Iya mas, lagi pula aku rindu ibu,” jawab Beeve.


Karena Beeve setuju, Andri pun melepaskan genggaman tangannya.


“Baiklah, kalau begitu mas berangkat ke kantor sekarang,” ucap Andri.


“Sarapan dulu nak,” ujar Rahma karena anaknya sudah lama makan di rumah.


“Di kantor saja bu, karena Andri lagi buru-buru,”


“Ya sudah kalau begitu, Ayo Bee, antar suami mu ke depan pintu,” ujar Rahma.

__ADS_1


“Baik bu,” lalu Beeve dan Andri pun menuju pintu utama.


Sesampainya di depan pintu, Beeve mencium punggung tangan suaminya.


Setelah itu, Andri memeluk dan mencium kening dan bibir Beeve.


“Hati-hati di jalan mas,” ucap Beeve.


“Iya sayang, kau juga hati-hati di jalan nanti pas pulang ke rumah,”


“Iya mas,”


“Kalau begitu aku berangkat sayang,”


“Iya mas,”


Andri pun masuk ke dalam mobil, sebelum melaju, Andri menekan klakson mobilnya sebanyak 2 kali, lalu Beeve melambaikan tangannya seraya tersenyum manis.


Setelah Andri keluar dari gerbang rumah, Beeve pun kembali ke dalam.


“Ayo Bee, kita makan,” ucap Rahma, mereka semua pun beranjak ke meja makan untuk sarapan pagi.


Dan seusai sarapan, Rahma pun berkata, “Bee, ibu dengar kau akan kuliah,"


“Iya bu,”


“Nah kau dan Emir daftar ke Universitas yang sama saja,” ujar Rahma.


“Betul Bee, kau daftar ke universitas dekat rumah mu saja, agar nanti kau enggak terlalu lelah kalau harus pulang pergi kuliah,” ujar Erdogan.


“Setuju, kalau Andri pulang kantor kan bisa jemput Beeve juga, dan enggak akan repot lah, oh iya di Universitas I saja, itu kan hanya 15 menit dari rumah kalian Bee,” terang Yudi.


“Iya, kalau Beeve terserah sih mau dimana saja, ayah, ibu,” ucap Beeve lembut.


“Iya, dekat di Beeve, jauh di Emir.” ucap Emir seraya membersihkan area bibirnya dengan tisu.


“Itukan hanya 3 jam, kalau lewat tol 1 jam 30 menit,” terang Rahma.


“Iya... iya...,” jawab Emir dengan memutar mata malas.


“Huh...., kalau kau lelah pulang pergi, kau bisa menginap di rumah merekakan,” ujar Yudi.


Sontak Emir menghentikan pencekaan di bibirnya.


“Iya, begitu juga oke,” jawan Emir.


Erdogan yang memperhatikan tingkah laku Emir dari semalam pun menaruh curiga.


“Apa dia punya masalah dengan Beeve?” batin Erdogan.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi, Erdogan, Yudi, Julian dan Rahma pun memutuskan untuk berangkat kerja.

__ADS_1


Sedangkan Jane dan putrinya pulang ke kekediaman Beeve dan Andri, hanya Emir yang tak memiliki agenda hari itu.


3 jam kemudian, Beeve dan ibunya yang telah tiba di rumah dengan di antar supir keluarga Andri pun turun dari dalam mobil.


“Wah, rumahnya bagus Bee,” ujar Jane dengan rasa kagum.


“Iya bu, pemandangannya juga asri dan tentram,” ucap Beeve.


Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah yang di sambut oleh Winda.


“Bee, tujuan ibu ikut kemari, bukan hanya sekedar bermain, tapi juga ingin bicara serius dengan mu,”


“Mau bicara apa bu?” tanya Beeve.


“Ayo kita ke kamar mu saja, ibu takut ada yang mendengar,” bisik Jane pada Beeve.


“Baiklah bu,” ibu dan anak itu pun beranjak ke dalam kamar, sesampainya di kamar, Beeve mengunci pintu.


Beeve dan ibunya pun duduk di atas ranjang, “Bee, pernikahan mu dan Andri kan sudah mau jalan 2 minggu,”


“Iya bu, awal bulan, kau harus pura-pura mual di depan Andri dan ibu akan menginap di sini,”


“Terus bu?”


“Ibu akan panggil dokter Ahmad kenalan ibu, dan akan mengatur berapa minggu kehamilan mu,”


“Tapi bu....,”


“Sudah, kau menurut saja, saat dokter tanya kapan hari pertama terakhir kau datang bulan, katakan saja tanggal 17 Mei agar perhitungannya tidak terlalu jauh,”


“Maaf kemarin author salah menentukan tanggal pernikahan Beeve dan Andri)


“Kalau di hitung-hitungkan nanti Beeve jatuhnya melahirkan lebih cepat bu,”


“Enggak masalah, nanti kau melahirkan di rumah sakit dokter Ahmad, kita berdalih kalau kau melahirkan prematur,” terang Jane.


Beeve yang tak sanggup untuk berbohong lagi pada suaminya menjadi ragu.


“Kenapa Bee?” tanya sang ibu.


“Beeve takut kalau ketahuan bu,” jawab Beeve.


“Tenang saja, asal kita menjalankan sesuai rencana, pernikahan mu akan terselamatkan, dan anak mu memiliki ayah, lagi pula kau memang harus menuntaskan rencana ini, sebab ini adalah hasil ulah mu.” terang Jane, yang membuat Beeve merasa bersalah kembali pada semua orang yang telah jadi korbannya.


Bersambung...


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


...Instagram :@Kissky_muchu...


...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....

__ADS_1



__ADS_2