
Setelah puas mengerjai Alea Alexi mengajak gadis itu pergi, entahlah kemana Alea akan di ajak pergi oleh Alexi. Selama ini Alexi tak pernah mengajak Alea memasuki lingkungan keluarga nya karena ia merasa takut jika Alea masih mencintai Haris, namun setelah mendengar penjelasan Alea tadi Alexi menjadi yakin bahwa gadis itu pantas mendapatkan perhatian dari mommy dan keluarga nya.
Alea tercengang saat melihat gerbang yang menjulang tinggi di hadapannya, tunggu sebenarnya kemana Alexi membawa Alea? Kenapa gadis itu tidak mengenal jalan yang di lewatinya.
Gerbang terbuka dan memperhatikan rumah besar dan mewah, Alea semakin heran dibuat nya.
"I_ini dimana?" Tanya Alea.
"Ini di rumahku." Ucap Alexi, jawaban Alexi membuat jantung Alea berdegup kencang Alea menoleh menatap Alexi yang berada di sampingnya.
"Really?" Tanya Alea tak yakin.
"Sayang apa kau tidak lihat para pelayan yang menyambut kita, aku tidak mungkin mengajak mu ke hotel kan." Ucap Alexi setengah menggoda.
Panggilan sayang yang keluar dari mulut Alexi membuat Alea semakin grogi, Alea mencubit lengan Alexi dengan gemas.
"Aaaaassshh, sakit kamu kenapa keras*kan." Goda Alexi, Alea mendengus menatap tajam lelaki nya.
"Kamu kenapa gak bilang kalau mau ajak aku ke rumah? Aku kan bisa beli oleh-oleh atau hadiah dulu untuk mommy." Ucap Alea, Alexi tertawa menangkup wajah cantik kekasih nya.
"Sayang mommy tidak membutuhkan itu, mommy hanya membutuhkan calon menantu yang baik yang akan menyayangi mommy anak-anak nya, dan cucu-cucu nya nanti." Ucap Alexi, Alea merasa tersentuh dengan perkataan Alexi. Berbeda sekali dengan Haris, dulu saat Alea akan kerumah Haris wanita itu harus berbelanja banyak barang untuk mama Haris.
Saat Alea melamun Alexi tersenyum dan mengelus kepada gadis itu, ia tahu apa yang sedang di fikirkan oleh Alea.
"Jangan melamun nanti cantik nya princess aku hilang, sudah yuk kita masuk." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan tersenyum.
Ingin sekali ia memeluk tubuh gagah Alexi dengan erat dan tak akan melepaskan nya, Alexi adalah lelaki terbaik yang pernah di temuinya.
Saat akan masuk kedalam ruang terlihat Tiga mobil yang memasuki gerbang utama, Alexi tersenyum saat melihat mobil Daddy dan kedua kakak nya. Berbeda dengan Alea yang merasa gugup, Alea takut keluarga Alexi tidak bisa menerima nya.
Justin keluar dari mobil dengan tampan nya, Alea tercengang itu beneran Daddy nya Alexi kan bukan Abang nya. Kenapa mereka malah seperti adik kakak, tak lama Aiden dan Vee keluar dari mobil nya, melihat Vee tersenyum kepadanya Alea ikut tersenyum. Terakhir Anes wanita itu terlihat begitu cantik dan elegan, Anes tersenyum kepada Alea membuat Alea membalas senyuman Anes.
__ADS_1
"Apa ini? Apakah Daddy akan bertambah menantu?" Goda Justin kepada Alea dan Alexi.
"Dad, sebaiknya Daddy suruh anak gadis Daddy segera menikah. Agar aku bisa memberikan satu menantu perempuan lagi untuk Daddy." Ucap Alexi, keenam orang itu berjalan masuk kedalam rumah.
Dea yang berniat ingin menyambut kepulangan suaminya terkejut, karena bukan hanya suaminya yang ia sambut melainkan anak dan calon menantunya juga.
"Wooowww, apakah ini hadiah untuk mommy?" Ucap Dea, mereka semua tertawa. Dea berjalan mendekati suaminya, setelah itu ia mengecup Vee dan Anes. Alea merasa asing ia tidak enak berada di antara keluarga ini, namun hal mengejutkan di alaminya karena Dea juga mengecup pipi Alea dan kening nya. Sama seperti yang Dea lakukan kepada Anes dan Vee, Alea merasa tersentuh dan memeluk Dea.
Melihat itu Alexi merasa senang karena Dea bersikap adil kepada Alea, dan tidak membeda-bedakan nya.
"Ayok kita masuk dulu sambil menunggu makan malam, dad mandilah Aiden, Vee, Alexi, Anes kalian juga mandi dulu. Alea biar mom yang antar ke kamar tamu." Ucap Dea, semuanya mengangguk. Dea seperti pengasuh jika seperti ini.
"Alea bagaimana kabar mama dan papa?" Tanya Dea, keduanya berjalan menuju kamar tamu.
"Baik Tante, bagaimana keadaan Tante?" Tanya Alea, ia tidak pede memanggil Dea dengan sebutan mom di hadapan orang nya.
"Kabar mom baik, Alea jangan panggil mom tante kamu sama seperti Vee dan Anes. Panggil mom saja, cepat atau lambat juga kamu akan menjadi putriku." Ucap Dea, Alea mengangguk ia merasa terharu. Sepertinya pepatah benar, tinggalkan hal yang menyakitimu dan yakinlah akan ada kebahagiaan lebih di masa depan mu.
"Kak." Panggil nya saat sudah berada di kamar Anes.
"Yes mom." Sahut Anes, wanita itu sedang di kamar mandi.
"Mom ambil baju yang kemarin baru kamu beli boleh?" Tanya nya, Anes sedikit berfikir ah iya tahu pasti mom akan memberikan nya kepada Alea.
"Boleh ambil saja, baju nya belum kakak pakai kok." Jawab nya, Dea tersenyum seperti itulah putrinya. Ia selalu mementingkan orang lain.
"Beneran gak apa-apa? Kan belum kakak pakai, lagian ini baru loh." Tanya nya lagi.
"Gak apa-apa mom, kakak bisa beli lagi nanti." Sahut nya, Dea tersenyum ia membuka lemari Anes dan banyak sekali pakaian baru yang belum di pakai oleh putrinya, akhirnya Dea pun mengambil pakaian yang di katakan nya kepada Anes.
Dea kembali ke kamar dimana Alea sedang membersihkan diri, ia meletakan pakaian itu di atas tempat tidur. Setelah itu Dea memutuskan untuk pergi ke kamar nya, ia akan menyiapkan pakaian untuk suaminya nanti.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Mom Dea dan Alexi bikin gue ngiri, satu lagi Anes pengen punya ipar kaya Anes 😭*
A: Berkhayal lah Uun dijamin, ipar kaya apa aja bakal lu dapet 😂
N: Orang mah berdoa Thor, lah gue malah di suruh ngayal 😒
A: Kan biar cepet dapat nya 😂
N: Iya si bener juga 😂
A: 😒😒😒
N: 😂😂😂
__ADS_1