Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 120


__ADS_3

Sementara itu setibanya Aiden di kantor terlihat Axel yang memasuki ruang kerja nya, Aiden mengernyit heran karena Axel sudah muncul di kantor nya pagi-pagi seperti ini.


Apakah Axel tidak memiliki pekerjaan, atau mungkin ia memiliki profesi baru sebagai kang kontrol semua pekerja.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Axel, Aiden mendengus kepada saudaranya itu.


"Jelas aku menatap kamu seperti itu, karena sepagi ini kamu sudah berada di kantorku." Ucap Aiden, Axel duduk di sofa tanpa disuruh oleh Aiden.


"Silahkan duduk." Ucap Aiden, setelah Axel mendudukan tubuh nya di sofa.


"Telat ai telat, kamu mau nyindir apa gimana." Protes Axel, Aiden tertawa ia berjalan menghampiri Axel dan duduk di samping Axel.


"CK, sorry." Jawab Aiden.


"Sudahlah jangan dibahas, aku kesini mau mencari Azka." Ucap Axel, Aiden mengernyit kenapa Axel mencari Azka ke kantor nya.


"Aku bukan pengasuh Azka, kenapa kamu mencari Azka kesini." Ucap Aiden, Axel kesal ia ingin sekali memukul Aiden namun Axel sadar Aiden adalah kakak sepupu nya.


"Lalu aku harus mencari Azka kemana jika bukan kesini." Ucap Axel, Aiden menatap Axel dengan tajam.


"Azka memiliki kantor sendiri Axel kenapa kamu tidak mencari Azka ke kantor nya." Ucap Aiden, ia mulai emosi dengan sikap Axel.


Lagipula kenapa Axel begitu peduli kepada Azka, kedua orang itu seperti anak kembar. Padahal Azka memiliki kembaran sendiri.


"Aiden untung saja kau itu saudaraku, jika tidak aku sudah memukul kepalamu dari tadi. Aku tidak akan mencari Azka kesini jika belum mencari ke kantor nya." Ucap Axel, Aiden diam benar juga apa yang dikatakan oleh Axel.


"Coba kamu tanyakan kepada Lolita, bukankah dia kekasih Azka." Ucap Aiden, Axel menatap Aiden sinis.


"Azka sudah memutuskan hubungan nya dengan Lolita." Ucap Axel, Aiden terbelalak mendengar perkataan Axel.


"Why? Maksudku kenapa mereka bisa putus, bukankah Azka sangat mencintai wanita itu." Ucap Aiden, Axel menggelengkan kepalanya ia juga merasa bingung dan terkejut.


"Aku tidak tahu, aku mencari Azka hanya takut jika dia melakukan hal-hal g*la." Ucap Axel, Aiden mengangguk ia mengerti keadaan Azka saat ini.


"Biarkan saja, biarkan Azka menenangkan diri nya dulu. Nanti kalau sudah tenang juga dia akan kembali dengan sendirinya." Ucap Aiden, Axel mengangguk apa yang dikatakan oleh Aiden ada benarnya juga.


Ada apa dengan anak-anak Dea hari ini kenapa mereka terlihat begitu bijak, berawal dari Alexi, Anes dan Aiden. Setelah berbincang dengan Aiden Axel memutuskan untuk kembali ke kantor nya.


Sesampainya di kantor Axel melihat Lolita yang sedang duduk di sofa ruang tunggu, melihat Axel yang memasuki kantor membuat Lolita berdiri dan menghampiri Axel.


"Axel dimana Azka?" Tanya nya.


"Azka tidak ada disini Loly." Jawab Axel.

__ADS_1


"Kamu bohong kan, kalian sengaja sembunyikan Azka dari aku." Ucap Lolita.


"Tidak, apa untungnya bagi kami menyembunyikan Azka." Ucap Axel, Loly menatap Axel dengan sendu.


"Axel plis bantu aku menemukan Azka, plis bantu aku agar Azka kembali." Lirih Lolita.


"Loly aku aja tidak tahu dimana Azka, bagaimana aku bisa membantu kamu." Ucap Axel.


"Axel aku yakin kamu pasti tahu, dan kamu pasti bisa bantu aku aku untuk menemukan Azka." Ucap Lolita.


"Tidak ada yang boleh mencari Azka." Ucap Alexi tiba-tiba, membuat Axel dan Lolita menoleh.


"Alexi." Lirih Lolita, Alexi menatap Lolita dengan datar.


"Hmmmmmm, biarkan Azka menyendiri untuk menenangkan dirinya." Ucap Alexi, Axel mengangguk menyetujui perkataan Alexi.


"T_tapi Al." Lirih Lolita.


"Kalau kamu memang sayang kepada Azka, maka biarkan Azka menenangkan dirinya Loly." Ucap Alexi, Lolita menunduk ia tak percaya jika semuanya akan seperti ini.


"Hmmmmmm, baiklah. Jika harus seperti itu aku akan menunggu Azka tanpa harus mengganggunya." Lirih Lolita.


"Hmmmmmm, pergilah." Ucap Alexi, entahlah Alexi benar-benar tidak tertarik untuk berbincang dengan Lolita lebih lama lagi.


Setelah kepergian Lolita Axel menatap Alexi meminta penjelasan, apakah Alexi tahu dimana Azka berada.


"Apa?" Tanya nya pura-pura bo*oh.


"Azka, kamu pasti tahu dimana keberadaan Azka." Ucap Axel, Alexi tertawa kecil.


"Hmmmmmm, biarkan dia menenangkan dirinya terlebih dahulu. Hal ini tidak mudah diterima oleh Azka, disaat dia benar-benar mencintai, lalu di desak oleh keluarga dan mendapatkan pengkhianatan. Itu sulit untuk menyembuhkan nya." Ucap Alexi, Axel diam ia merasa kasihan kepada Azka.


"Lagian kalian itu kaya banyak uang, bisa-bisanya di khianati oleh wanita." Ucap Axel, Alexi mendelik tajam kepada Axel.


"Kalian siapa maksud kamu? Aku tidak di khianati oleh Alea." Ucap Alexi tak terima, Axel tertawa kecil melihat wajah kesal Alexi.


"Haha, tentu saja kami baru saja memulai asmara. Dan beruntung nya kamu memiliki kekasih yang korban di khianati, sudah dapat dipastikan jika Alea akan setia." Ucap Axel, Alexi hanya mengangguk pelan lalu pergi dari hadapan Axel.


Lelaki itu akan pergi ke perusahaan nya karena ada meeting hari ini, sementara Axel lelaki itu pergi ke ruang kerja nya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.


Di tempat lain Anes dan Aleta terdiam keduanya melihat bagaimana Lolita yang mencari Azka, Anes menghela nafasnya ia merasa Lolita bukan wanita yang tepat untuk Azka.


"Nes apa gak sebaiknya kita bantu Loly bertemu dengan Azka." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Tidak ta, ini urusan Azka dan Lolita kita gak bisa ikut campur." Ucap Anes.


"Tapi kasihan Loly nes." Ucap Aleta, Anes mendengus kesal Aleta selalu merasa kasihan kepada orang lain.


"Tapi ini semua terjadi pasti karena Loly membuat kesalahan yang membuat Azka murka, buktinya Azka memilih pergi dan menenangkan diri." Ucap Anes, Aleta diam benar juga jika Azka tidak kecewa ia tak mungkin menghindari Lolita.


"Benar juga." Balas Aleta.


"Sudahlah biarkan saja, lebih baik kita kembali bekerja." Ucap Anes pergi meninggalkan Aleta, melihat Anes pergi Aleta pun ikut pergi ke ruang kerja nya.


(Masalah apa yang kamu hadapi Azka sampai membuat kamu menghindari Lolita, semoga kalian bisa segera menyelesaikan semuanya. Dan semoga Lolita bisa menerima keputusan Azka apapun itu.) Batin Aleta.


Aleta memiliki hati yang baik sebenarnya, tergantung orang yang ada di sekitarnya. Jika Aleta sering bersama Anes ya begitulah Aleta, selalu memikirkan orang lain sama seperti Anes.


Kedua saudara itu benar-benar terlihat seperti anak kembar, pantas saja Julian dan Justin tidak pernah protes dengan kedekatan Anes dan Aleta. Mereka justru merasa senang karena Anes dan Aleta saling menyayangi satu sama lain.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Cuma mau kasi tau aja Thor Azka lagi sama gue 😂*


A: Hallu haalluuu 😌


N: Iyain apa Thor biar gue seneng 😒


A: Kaga 😌


N: Pelit 😭


A: Bodo 😌

__ADS_1


N: Hilih 😭


A: 😂😂😂


__ADS_2