Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 43


__ADS_3

Malam hari Vee tertidur dengan memeluk Aiden, namun tiba-tiba ia mendengar Aiden mengigau bahkan suhu tubuh lelaki itu masih panas.


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu." Racau Aiden dalam tidurnya, Vee mengucek mata lalu mendongak menatap Aiden.


"Ai kau kenapa?" Tanya Vee, ia menyentuh kening Aiden.


"Yaampun masih demam." Ujar Vee, wanita itu berniat untuk bangun dari tidur nya.


Namun Aiden memeluk erat tubuh Vee, entah mengapa seharian ini Aiden benar-benar tidak bisa ditinggalkan.


"Tidak-tidak jangan pergi Vee aku mohon jangan, tidak jangan. Jangan tinggalkan aku." Racau nya.


"Hey, aku disini ai." Ucap Vee.


"Vee." Racau Aiden, masih dengan memejamkan matanya.


Vee meraih guling disampingnya lalu meletakkan guling itu di pelukan Aiden, sementara Vee bangun dan berjalan keluar kamar.


Wanita itu terlihat begitu khawatir dengan keadaan Aiden, ia berjalan cepat kedapur dan mengambil air untuk mengompres Aiden.


"Kau sedang apa?" Tanya Anes membuat Vee tersentak.


"Hasssshhh, Anes aku kira siapa." Ucap Vee, Anes tertawa kecil.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Anes lagi, gadis itu mengambil air dingin di lemari es.


"Aku sedang mengambil air untuk mengompres Aiden." Ucap Vee, Anes bersandar di pintu kulkas.


"Kau begitu perhatian kepada Aiden Vee." Ucap Anes, membuat Vee menoleh.


"Laku aku harus apa? Harus diam saja melihat suamiku sakit." Ucap Vee, membuat Anes tersenyum.


"Tidak, bukan seperti itu maksudku." Kekeh Anes, Vee tersenyum lalu ijin pergi ke kamarnya lebih dulu.


Saat masuk Vee menatap Aiden dengan sendu, ia meletakkan kain basah di kening Aiden. Hal itu berhasil membuat Aiden membuka matanya.


"Kau belum tidur?" Tanya Aiden, Vee tersenyum lembut.


"Aku tidak bisa tidur jika suamiku tidak baik-baik saja." Ucap Vee, Aiden terdiam dan menatap Vee.


"Apa yang sedang kamu fikirkan?" Tanya Vee, membuat Aiden tersenyum tipis.


Lelaki itu mengambil tangan Vee dan menggenggam nya, Aiden menatap Vee sendu.


"Bisakah kamu menjadi istriku yang sesungguhnya?" Tanya Aiden, Vee mengernyit heran.


"Memangnya selama ini aku istri pura-pura mu?" Tanya Vee, Aiden menggeleng lemah.

__ADS_1


"Tidak, maksudku lupakan papi mu Vee. Lupakan mami dan saudara tiri mu, aku akan memberikan semuanya plis jangan pergi." Lirih Aiden, Vee menitihkan air matanya.


"Aku merasa sedang bermimpi." Ujar nya polos, Aiden tertawa kecil.


"Ish, tidurlah." Ucap Aiden, merentangkan kedua tangannya.


"Sakit nya kok manja ya pak." Ledek Vee, karena Aiden sekarang tidak sama dengan Aiden yang dulu saat mereka pertama kali bertemu.


"Jadi nolak nih." Ucap Aiden, Vee tersenyum dan membenarkan kompres di kening Aiden.


"Tidak." Ucap Vee, kapan lagi ia bisa menempati posisi ternyaman itu jika bukan saat Aiden sakit.


"Kau haus tidak?" Tanya Vee, Aiden mengangguk.


"Hmmmmm." Jawab nya.


"Ini minum dulu, apa kau tidak lapar?" Tanya Vee.


"Tidak, kemarilah." Ucap Aiden kembali merentangkan tangannya setelah selesai minum.


Vee pun naik ke atas tempat tidur dan masuk kedalam pelukan Aiden, Vee menenggelamkan wajahnya di dada bidang Aiden. Sementara Aiden mengecup puncak kepala Vee, ia benar-benar baru menemukan kenyamanan dari seorang Veronica.


...


Di kediaman lain tepatnya kediaman Dio terlihat sepasang suami istri yang tengan berolahraga malam, keduanya tidak pernah melewatkan hal itu barang semalam pun.


Adelle memekik saat sudah mencapai puncaknya, begitupun dengan Arka. Beruntung kamar keduanya kedap suara, Arka mengecupi kening Adelle dan tersenyum.


Adelle memeluk Arka dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arka, Arka mengelus kepala Adella dan mengecup kening sang istri lagi.


"Kau lelah sayang?" Tanya Arka.


"Hmmmmm, Abang aku benar-benar tidak bisa mengimbangi permainan mu." Ucap Adelle, Arka tertawa kecil.


"Nanti kau akan terbiasa sayang." Kekeh Arka.


"Oiya tadi siang aku bertemu dengan Vee." Ucap Adelle, membuat Arka menatap istrinya itu.


"Lalu?" Tanya Arka menatap Adelle, wanita itu tertawa melihat wajah khawatir Arka.


"CK, fikiran Abang pasti sudah macam-macam." Ledek Adelle.


"Ti_tidak." Jawab Arka.


"Apakah Aiden juga akan khawatir jika Vee mengatakan dia bertemu denganku, tapi kalian tenang saja. Tidak ada alasan untuk aku menyakiti Vee, dia gadis baik dan perhatian bang ai beruntung karena memiliki nya." Ucap Adelle.


"Aku juga beruntung memilikimu." Ucap Arka, Adelle tertawa kecil.

__ADS_1


Kini keduanya memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur, di kamar mandi lagi-lagi Arka melakukan hal yang sama kepada Adelle.


Setelah selesai Arka dan Adelle pun memutuskan untuk tidur, keduanya tidur saling berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Sueee gue bapeure sama Vee dan Aiden 😻


A: Lo bapeure Mulu perasaan 😒


N: Gimana gak bapeure Vee sama Aiden mah masih tarik ulur 🤩


A: Berasa kek layangan ye kan 😭


N: Bukan berasa gue yang jadi Vee 😻


A: Ngada-ngada Uun solimi banget 😒


N: 😂😂😂 ngomong-ngomong visual Adelle sama Vee ketuker kah?


A: Enggak kok emang menurut gue itu yg cocok sama karakter Vee, Adelle kan model jadi itu cocok buat Adelle. sementara Vee gue kasi yang rada polos karena emang Masi muda 😊


N: Iyasi menurut gue juga cocok 😂

__ADS_1


A: Kalau gak cocok mah bayangan sendiri aja ya,😁 Da akoh mah gamau ganti visual nyari nya lier 😂


N: Betul sekali 😁😂*


__ADS_2