Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 88


__ADS_3

Seorang lelaki berjalan memasuki rumah dengan wajah yang berbinar, Aiden yang melihat sang adik baru kembali pun menatap Alexi dengan curiga.


"Darimana saja kamu?" Tanya Aiden, membuat Alexi tersentak kaget.


"Haiiissshhh, aku kira mahluk dari mana jam segini masih berkeliaran." Ucap Alexi, Aiden mendengus kepada adik bungsunya.


"Si*lan, kamu dari mana tumben jam segini baru pulang." Ucap Aiden, Alexi mencibir menatap sang kakak.


"Kau itu ingin sekali tahu apa yang aku lakukan." Ucap Alexi.


"Tentu saja aku kakakmu bocah, kau dari mana?" Ucap Aiden, sebenarnya ia tak terlalu ingin tahu hanya saja akhir-akhir ini sikap Alexi terlihat aneh.


Apalagi setelah makan malam tadi entah ada firasat apa, hingga membuat Alexi menyudahi makan nya lebih dulu dan pergi dari rumah.


"Apakah aku juga harus mencari tahu apa yang kau lakukan di kamar bersama Vee." Goda Alexi, Aiden menendang kaki sang adik.


"Itu beda urusan Mansyur, bisa-bisanya kau mau mencari tahu keamanan duniaku." Ucap Aiden, Alexi tertawa sepertinya lelaki itu mulai ketularan Anes.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Anes, kan baru juga di sebut gadis itu sudah muncul.


"Tidak ada, kenapa kau turun malam-malam begini." Ucap Aiden, Anes mengernyit kenapa Aiden menjadi kepo seperti itu.


"Memangnya kenapa, aku hanya turun ke lantai satu bukan turun untuk pergi dari rumah." Ucap Anes, Alexi terkikik geli melihat Aiden.


"Besok-besok kamu tanya apa yang kak Aiden lakukan di kamar nya." Ucap Alexi, Anes tertawa kecil.


"Apalagi jika bukan bertempur dengan istrinya." Goda Anes, membuat Aiden mendelik tajam kepada kedua adik nya.

__ADS_1


"CK, bertempur gak tuh." Kekeh Alexi.


"Ya lah, kalau bukan begitu Aiden junior tidak akan ngontrak di perut Vee." Kekeh Anes, Alexi tertawa mengejek melihat wajah kesal Aiden.


"Anak mom dan Daddy doang yang kurang ahlak." Ucap Aiden.


"CK, emang nya kakak bukan anak mom and dad." Ucap Anes, Aiden mendengus ia tak akan pernah menang jika berdebat dengan Anes.


"Berhenti mengejekku Anes, harusnya kau tanya adik mu darimana jam segini baru pulang." Ucap Aiden, Anes mengalihkan pandangannya kepada Alexi.


Sementara Alexi lelaki itu terdiam tanpa ekspresi, membuat Anes kembali menatap Aiden.


"Tidak ada yang mencurigakan dari Alexi, memangnya dia habis darimana." Ucap Anes.


"Cih, aku kira kau bisa mendesak nya." Ucap Aiden kesal.


"Tidak dari mana-mana, aku hanya habis mencari angin malam." Ucap Alexi, Anes mengangguk ia tak ambil pusing tentang hal itu.


Setelah mendapatkan Jawaban Anes pun memutuskan untuk pergi ke dapur, karena memang niat nya ia akan mengambil minum.


Melihat Anes pergi Alexi tersenyum tipis kepada Aiden, lalu pergi meninggalkan sang kakak yang masih mematung di tempatnya.


"Punya adik gak ada yang bener semuanya solimi." Grutu Aiden, kini lelaki itupun memutuskan untuk pergi ke kamar nya.


Ya, sebelum Vee menyadari jika Aiden tidak ada di samping nya. Karena jika Vee tahu siap-siap saja Aiden akan melihat wajah masam sang istri.


"Semoga Vee gak kebangun." Gumam lelaki itu, Aiden membuka pintu kamar dengan hati-hati.

__ADS_1


Dan ia bernafas lega saat melihat Vee yang terlelap di atas tempat tidur nya, Aiden mendekati Vee dan mengecup kening wanita yang saat ini tengan mengandung anak nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A***: Vote ye Uun jangan minta lajut doang 😌


N: Gue vote kok Thor meskipun sedikit πŸ˜‚


A: Gak apa-apa dikit yang penting vote πŸ˜‚


N: NgokheyπŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2