
Siang hari Anes mengajak Vee dan Aleta untuk makan siang di kantin, saat keluar dari ruang pemotretan Vee melihat Aiden yang sedang berdiri di sana dengan tersenyum ke arah nya.
Aiden terlihat tampan apalagi saat memasukkan tangannya ke dalam kantong celana, oh ingin sekali Vee berlari dan memeluk suami tampan nya itu.
"Vee ayok." Ajak Anes, tidak hanya Vee mata Anes pun menangkap keberadaan Aiden.
"Gak kenal Vee udah jangan diliatin Mulu." Ucap Anes, Vee tertawa kecil karena memang ia tahu jika Aiden ada pertemuan klien bersama Axel.
Di belakang Vee terdapat Kenny yang tersenyum kepada Aiden, Aiden yang sadar jika dibelakang istrinya ada Kenny langsung merubah raut wajahnya.
Vee berjalan menuju kantin kantor sementara Aiden ke berjalan menuju lift untuk ke ruang kerja Axel, kenny masih tersenyum karena mengira Aiden tersenyum kepadanya.
Saat sampai di ruang kerja Axel Aiden menatap datar saudara nya itu, ternyata Axel sedang bersama dengan wanita nya.
"Eh." Ucap wanita itu salah tingkah, padahal mereka hanya sedang duduk berhadapan.
"Jangan melupakan pekerjaan mu hanya karena wanita Axel." Tegas Aiden, Axel tertawa kecil melihat wajah datar saudaranya itu.
"Beruntung kau yang melihat nya bukan Aleta, jika Aleta bisa habis aku." Kekeh Axel, Aiden hanya berdecak saja.
Setelah selesai menguliahi Axel kini mereka berdua pun memutuskan untuk pergi menemui klien penting, tidak hanya Aiden dan Axel saja ada juga Alexi dan Arka disana.
Di kantin kantor Vee sedang menyantap makanan nya, tiba-tiba Kenny datang dan duduk di samping Anes.
"Hai nes." Sapa Kenny.
"Hmmmmm." Balas Anes.
"Lama gak ketemu ternyata kamu makin cantik ya, kamu juga mirip dengan aunty kamu." Ucap Kenny, Anes hanya menatap Kenny sekilas.
__ADS_1
"Kenny aku tidak suka dipuji berlebihan." Ucap Anes, percaya diri saja dulu mau Kenny benar memuji nya atau bukan itu bukan urusan Anes.
"CK, kau itu. Eh ada Adelle ternyata, apa kabar dell." Sapa Kenny.
"Kamu pasti tahu kabarku bukan, karena kita bertemu setiap hari." Ucap Adelle, kenanya tersenyum tipis.
Aleta menatap jengah Kenny, ayolah Kenny memang model terkenal tapi tidak bisakah gadis itu diam dan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Aku sudah selesai makan, ayok Vee." Ajak Anes, Vee pun mengangguk dan mengikuti Anes.
Vee yang mungil malah terlihat seperti adik Anes, maka dari itu para karyawan tidak pernah menyangka jika Vee adalah istri dari seorang Aiden.
Beberapa mata menatap takjub kepada Vee yang tidak sombong sama sekali, justru Vee terlihat diam dan lugu.
Hanya Aiden lah yang tahu seberapa liar istrinya itu, CK, liar saat di kamar maksud nya. Bagi Aiden Vee wanita yang lucu, postur tubuh Vee begitu nyaman untuk dipeluk.
"Nes aku mau ke toilet sebentar ya." Ucap Vee.
Setelah selesai dari toilet mereka kembali ke tempat pemotretan, Vee memandang kagum kepada Adelle.
"Kamu suka?" Tanya Anes.
"Hmmmmm, aku jadi ingin menjadi model." Ucap Vee.
"Bang ai gak bakal ngijinin Vee, apalagi kalau tubuh kamu terekspos kamera seperti itu." Ucap Anes.
"Kan hanya bahu saja nes." Ucap Vee.
"CK, kamu tahu jika kamu menjadi model bang ai bisa mantengin kamu tiap hari. Tiap kamu kerja dan tiap kamu pemotretan, dia bisa membuat para karyawan kewalahan." Kekeh Anes, Vee tersenyum.
__ADS_1
Benar juga Aiden tipe orang yang sangat posesif, mungkin dulu Aiden membiarkan Adelle menjadi model karena gadis itu keras kepala tidak bisa dilarang. Tapi bisa di buktikan jika Aiden begitu posesif sampai membuat Adelle kembali ke tanah air dan bekerja di perusahaan milik Julian yang di kelola oleh Axel dan Aleta.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Aiden Alexi buat gue fix no debat 😁😁
A: Kaga bakal gue ijinin 😏
N: Pelit amat si Lo ah 😒
A: Bodo 😝
__ADS_1
N: 😒😒😒*