Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 169


__ADS_3

Tiga hari berlalu, hari ini Alexi akan menjemput Alea wanita tercinta nya di bandara. Karena wanita nya itu baru saja pulang dari perjalanan bisnis, buka kah hanya kisah Alexi yang adem ayem dari yang lain.


Tentu saja bagaimana tidak Alexi dan Alea sama-sama g*la kerja, karena itu keduanya merasa cocok. Sejauh apapun Alea dan Alexi pergi keduanya akan saling menunggu.


Seperti saat ini Alexi menunggu Alea di dalam mobil, hingga akhirnya seseorang membuka pintu mobil dengan wajah cantik dan senyum manis nya.


"Sudah lama menunggu?" Tanya gadis cantik itu.


"Tidak lama." Jawab Alexi, Alea mengangguk dan tersenyum.


"Bagaimana kabar kamu?" Tanya Alea.


"Tidak baik." Jawab Alexi, Alea mengernyit menatap Alexi.


"Tidak baik? Apakah kamu sedang sakit?" Tanya wanita itu dengan panik.


"Tidak sakit hanya rindu saja." Ujar nya, Alea mencebikan bibirnya bisa-bisanya Alexi menggoda Alea.


"Cih, modus." Ucap Alea, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan kekasih nya.


"Kita mau kemana?" Tanya Alexi.


"Terserah kamu saja." Jawab Alea.


"Baiklah kita pergi ke suatu tempat." Ucap lelaki itu, Alea mengangguk ia teringat sesuatu tentang Anes.


"Sayang." Panggil Alea.


"Hmmm." Sahut Alexi.


"Kita bertemu Anes saja gimana." Ucap Alea, Alexi mengernyit kenapa Alea ingin bertemu dengan Anes.


"Kenapa tiba-tiba kamu ingin bertemu dengan Anes." Tanya Alexi.


"Kamu pernah mengatakan jika Anes dijodohkan dengan seseorang." Ucap Alea, Alea memanggil Anes tanpa embel-embel kakak itu karena permintaan Anes sendiri.


"Ya, Daddy dan mommy menjodohkan Anes dengan laki-laki." Ucap Alexi, Alea memanyunkan bibirnya.


"Tentu saja dengan laki-laki, apa kamu pikir mereka akan menjodohkan Anes dengan wanita." Ujar nya Alexi tertawa, ia menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Ada apa kamu ingin bertemu dengan Anes?" Tanya Alexi, lelaki itu memiringkan tubuhnya menatap Alea.


"Gini aku ingin bertanya apakah laki-laki yang dijodohkan dengan Anes itu keluarga Gavriel?" Tanya Alea, Alexi mengangguk tapi bagaimana Alea bisa tahu.


"Hmmm, bagaimana kamu bisa tahu." Tanya Alexi.


"Bilang Anes setuju saja." Ucap Alea, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan kekasih nya.


"Sayang apa kamu pikir Anes bisa menolak jika semua keluarga sudah menyetujui nya." Kekeh Alexi.


"Memangnya tidak?" Tanya Alea.


"Tentu saja tidak, Anes tidak bisa menolak semua keputusan keluarga." Ucap Alexi, Alea mengangguk ia senang jika itu benar-benar terjadi.


Alea memang tidak mengenal keluarga Gavriel, tapi Alea yakin Deandra adalah orang yang baik. Sekalipun orang luar mengatakan jika Deandra adalah orang yang kejam, namun bukankah lelaki akan bersikap baik kepada wanita nya.


Sementara itu di tempat lain terlihat Vee yang sedang duduk di sofa bersama dengan Ayaza, gadis itu menatap Vee dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu kenapa, hmmm?" Tanya Vee, saat sadar Ayaza terus menatap nya.


"Kakak bolehkah aku bertanya." Ucap Ayaza.


"Tentu saja." Jawab Vee.


"Bagaimana kakak bisa menikah dengan kak Aiden?" Tanya nya polos.


"CK, ya karena kami memang di takdirkan untuk menikah." Ucap Vee, Ayaza mendekatkan tubuhnya kepada Vee.


"Kakak mencintai kak Aiden?" Tanya nya lagi.


"Tentu saja, jika tidak mencintai tidak mungkin perutku membengkak seperti ini." Kekeh Vee, Ayaza ikut tertawa.


"Sudah kuduga, pesona kak Aiden memang tidak main-main dia begitu tampan." Ucap Ayaza, Vee tertawa gemas kepada gadis itu.


"Lalu bagaimana dengan kamu?" Tanya Vee, Ayaza mengernyit heran.


"Aku? Ada apa denganku." Ucap gadis itu.


"Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Vee, Ayaza sedikit terdiam ia bingung.


"Tidak, tapi kak El selalu berkata jika dulu aku dekat dengan seorang lelaki." Ujar nya, Vee mengernyit heran.


"Kenapa harus kata Rafael, memangnya kamu tidak ingat siapa yang dekat dengan kamu?" Tanya Vee.


"Tidak, yang aku ingat hanya satu aku memiliki sahabat bernama Ria." Ujar nya, Vee tersenyum dan mencolek hidung Ayaza.


"Gadis manis, kamu tahu pasti banyak yang menyukai kamu." Ucap Vee.


"Memang banyak, kata mommy tidak ada yang bisa berpaling dari pesona anak-anak nya." Ucap Ayaza, Vee tertawa kecil mendengar perkataan Ayaza.


"Hmmm." Jawab Ayaza.


"Kenapa kau percaya kepada mommy mu?" Tanya Anes lagi.


"Ya karena dia mommy ku, dan aku adalah anak nya." Ucap Ayaza


"Cih, dia aunty ku dan aku keponakan nya. Tapi aku tidak percaya kepadanya." Ucap Anes, membuat jiwa kepo Ayaza dan Vee bangkit.


"Kenapa kakak tidak percaya kepada mommy?" Tanya Ayaza, Anes menatap Ayaza dengan gemas.


"Tidak saja, aku kecewa kepada mommy mu." Ucap Anes mendramatisir.


"Iya aku tanya apa yang membuat kakak tidak percaya dan kecewa kepada mommy?" Tanya Ayaza lagi.


"Mommy mu dulu berkata tidak akan menyetujui jika aku di jodohkan, dan akan menjadi pembela terdepan. Tapi apa ini dia malah menjadi orang pertama yang setuju dengan perjodohan ini." Ucap Anes, Ayaza dan Vee tertawa kecil.


"Tentu saja mommy pasti setuju karena lelaki itu bukan orang sembarangan." Ucap Ayaza.


"Bagaimana kamu bisa tahu jika lelaki itu bukan orang sembarangan?" Tanya Anes, Ayaza menghela nafasnya lalu menatap Anes.


"Kakak mommy tidak akan sembarangan menyetujui, jika dia belum mencari tahu siapa lelaki itu. Jadi kakak bersyukur saja karena mommy setuju." Ujar nya.


"Cih, kamu sekongkol dengan mommy kamu kan." Ucap Anes.


"Tidak, aku akan sekongkol dengan mommy jika itu hanya untuk sesuatu yang menguntungkan." Ucap Ayaza, Anes dan Vee tercengang mendengar perkataan Ayaza.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" Tanya Anes.


"Tidak ada." Jawab Ayaza.


"Aya." Panggil Anes lagi.


"Hmmm." Sahut Ayaza.


"Mommy juga pasti jodohin kamu kan." Goda Dena.


"CK, mommy tidak akan berani menjodohkan Aya." Ucap nya bangga.


"Cih, dulu aku juga berpikir seperti itu tapi akhirnya." Ucap Anes.


"Kakak jangan menakut-nakuti aku, kalau ingin mommy tidak ikut campur kakak harus memberikan uang diam kepada mommy." Ujar nya, Vee dan Anes ternganga mendengar perkataan Ayaza.


"Ngada-ngada, itu gak akan mempan. Kamu tahu uang mommy kamu itu lebih banyak dari uang aku, bagaimana bisa aku memberikan uang diam sementara aku saja selalu diberikan uang bulanan oleh mommy mu." Ucap Anes, ia mendorong kening Ayaza membuat gadis itu tertawa renyah.


Anes tersenyum melihat Ayaza tertawa seperti itu, ia merasa senang karena bisa menghibur Ayaza yang selalu merengek ingin pulang.


Mungkin karena kemarin-kemarin Ayaza belum memiliki teman dan tidak dekat dengan siapapun, tapi kali ini Ayaza sudah mulai berbaur dengan Anes dan juga Vee.


"Ternyata bukan aku saja yang mengharapkan uang mommy." Kekeh nya.


"Salahkan mommy kamu kenapa memiliki uang sebanyak itu." Ucap Anes, Ayaza kembali tertawa.


Tidak hanya itu Vee juga ikut tertawa, Dena dan Ayaza memang sebelas dua belas. Bagi Vee Anes dan Ayaza itu sama saja sama-sama konyol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Ketika Anes dan Ayaza disatukan, maka Dena lah yang menjadi bahan perghibahan mereka 😂*


A: Definisi anak menistakan emak nya 😂


N: Mana dua-duanya titisan Dena semua lagi 🤣


A: Kompak ye kan 😂

__ADS_1


N: Bukan lagi 😁


__ADS_2