
Waktu begitu cepat berlalu hari ini Tiana berniat untuk menjenguk mama nya, karena tinggal terpisah dari dari sang mama akhirnya Tiana meminta Aleta untuk menemani nya karena Axel ada pertemuan dengan klien nya.
"Na kamu yakin itu perut kamu sudah besar banget loh." Ucap Aleta.
"Aku yakin kok kak lagi pula di rumah mama juga kan aku bisa istirahat." Ucap Tiana, akhirnya mau tak mau Aleta menuruti keinginan adik ipar nya.
Sebelum pergi Aleta menitipkan baby leo kepada Mae, setelah itu barulah mereka pergi ke rumah orang tua Tiana.
Sangat kebetulan sekali jika mama Tiana sedang pergi ke rumah lama nya hingga mengharuskan Tiana menyusul sang mama kesana, Tiana dan Aleta berjalan memasuki gang sempit itu.
"Aduh na aku takut kamu kecapekan dan lahiran dijalan." Ucap Aleta meringis.
"CK, enggak dong masa lahiran di jalan si kak. Lagi pula aku juga belum ngerasa sakit atau ada yang aneh jadi aman-aman aja kok." Ucap Tiana.
"Kamu yakin nih aman-aman aja kalau ada yang sakit atau ada ngerasa gimana gitu bilang ya." Ucap Aleta khawatir.
"Iya kak aku beneran gak apa-apa kok." Ucap Tiana, Aleta pun mengangguk dan menggandeng tangan Tiana.
Beberapa tetangga yang tinggal di dalam gang sempit itu menatap sinis kepada Tiana, mereka merasa jika Tiana bukan wanita yang baik seperti apa yang mereka pikirkan selama ini. Itu semua karena berhasil menikahi seorang putra dari keluarga kaya.
"Lihat itu kan si Tiana yang kerja jadi cleaning servis tapi malah menikahi bos nya." Ucap tetangga satu, membuat Tiana menunduk ia merasa malu karena orang-orang berpikiran buruk tentang nya.
"Ya pasti dia godain bos nya lah gak mungkin kalau gak godain bisa nikah sama orang kaya." Cibir para tetangga.
Aleta yang mendengar itu merasa tidak tahan dan ingin menegur orang-orang itu namun sayang karena Tiana menahan nya, Aleta menatap tajam orang-orang yang membicarakan Tiana.
"Ck, lagian mana mungkin orang kaya mau sama orang misk*n apalagi ibunya sakit-sakitan." Ucap nya lagi, Tiana hanya tersenyum tipis saja mendengar nya sampai mereka tiba di rumah lama Tiana.
"Ma mama." Panggil nya, Aleta menatap kagum Tiana yang tidak menggubris perkataan menyakitkan yang keluar dari mulut tetangga nya.
"Na kamu kesini yaampun maaf sayang mama membuat kamu dan nona Aleta kerepotan." Ucap mama.
"Gak apa-apa Tante gak ngerepotin kok." Ucap Aleta.
"Kak Aleta benar ma, mama ngapain diisini?" Ucap Tiana.
"Mama ingin mengambil beberapa barang yang tertinggal, ini mama sudah merapikan nya ayok kita pulang." Ucap mama, Tiana mengangguk dan tersenyum manis kepada mama nya.
Saat melewati para tetangga lagi mereka semakin menatap Tiana sinis karena melihat mama Tiana, mereka merasa iri karena suami Tiana mampu membahagiakan mama Tiana.
__ADS_1
"Cih, Bu anaknya nikah sama orang kaya kok masih butuh barang-barang di rumah lama." Cibir para tetangga.
"Benar jangan-jangan suami Tiana gak menjamin kehidupan ibu, atau jangan-jangan Tiana menjadi istri kedua." Ejek yang lainnya.
"Enggak kok Tiana bukan istri kedua." Jawab mama Tiana dengan sabar.
"Ahh bisa saja, itu yang di sebelah istri pertama suami Tiana ya. Ck, mbak kok mau dimadu apa karna Tiana sudah hamil duluan?" Tanya nya, membuat Aleta mengepalkan tangannya.
"Benar anak h***** tuh." Sahut yang lainnya sukses membuat Tiana menangis.
"Benar, lagi pula tak masuk akal jika Tiana yang sebagai cleaning servis tiba-tiba dinikahi bos nya jika tanpa kesalahan. Putri saya saja bekerja di perusahaan itu sebagai manajer tapi tidak sampai sebegitu nya." Ujar nya lagi, Aleta berjalan mendekati ibu-ibu itu.
"K_kak jangan." Lirih Tiana menarik tangan Aleta.
"Jangan-jangan apa si na mereka sudah keterlaluan ngatain kamu dan anak kamu aku gak bisa terima, lagian apa yang mereka tahu tentang kamu dan Axel." Ucap Aleta, membuat ibu-ibu itu terdiam menatap Aleta yang semakin mendekati mereka.
"Katakan sekali lagi!" Ucap Aleta.
"Ap_apa?" Tanya nya ketakutan.
"Bu saya gak nyangka ya kalau mulut kalian itu jahat, kalian perempuan kalian juga memiliki anak perempuan tapi bisa-bisanya menghakimi anak perempuan orang lain." Ucap Aleta.
"Gak bisa dong tante dari saya dan Tiana datang mulut mereka gak diam terus mengoceh." Kesal Aleta.
"Tapi apa yang kami katakan fakta." Ucap mereka masih tak mau kalah.
"Fakta apanya Tiana menggoda bos nya, Tiana menju*l dirinya itu yang menurut kalian fakta? Kalian tidak tahu yang sebenarnya dan satu lagi Axel itu adik saya bukan suami saya, saya kakak Axel bukan istri pertama Axel." Ucap Aleta membuat mereka menganga.
"Alah gak usah berbohong." Ujar nya, Aleta tersenyum sinis dan mengeluarkan ponselnya untuk memperlihatkan foto pernikahan dirinya dengan Azka.
"Ini foto pernikahan saya dan suami saya bukan Axel melainkan Azka Artadinata, saya rasa kalian tahu siapa Artadinata jadi saya tidak perlu repot-repot menjelaskan. Dan ya Tiana tidak pernah menggoda adik saya, justru mami saya yang tertarik dengan Tiana dan menginginkan Tiana menjadi menantunya." Ucap Aleta, berhasil membuat mereka semua bungkam.
"Apakah dimata kalian orang biasa tidak boleh menikah dengan orang kaya? Dengar tidak semua orang akan melakukan berbagai cara untuk harta contohnya Tiana, dia menolak keras untuk menikahi adik saya jika saya dan keluarga saya tidak memaksa nya." Tambah Aleta lagi.
"Satu lagi jaga bicara kalian, dan ya tadi kau mengatakan jika putrimu bekerja di perusahaan ku maka aku akan meminta Axel untuk mengecat nya!" Telak Aleta, membuat mereka semua kalang kabut.
"No_nona maafkan kami." Lirih nya, namun Aleta tidak mempedulikan hal itu dan langsung mengajak Tiana dan ibunya untuk pergi.
"Jangan dipikirkan mereka hanya merasa iri kepada kamu dan mama kamu." Ucap Aleta menenangkan Tiana.
__ADS_1
"Tidak aku bukan menangisi itu." Lirih nya.
"Lalu apa?" Tanya Aleta.
"Kita tadi berdiri terlalu lama dan sekarang perutku terasa sakit, apakah anakku akan keluar dari sarang nya?" Ucap Tiana.
"Apa? Tiana plis anak kamu manusia bukan burung kenapa keluar dari sarang?" Sengit Aleta panik.
"Tapi dia kan anak dari bu_" Ucapan Tiana terhenti, karena Aleta menutup mulut Tiana.
"Cukup kita akan pergi ke rumah sakit sekarang." Ucap Aleta, wanita itu melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Selain itu tangan nya begitu cekatan untuk menghubungi Axel, beruntung adik nya itu sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Ngapa pake di bungkam si taπ*
A: Jangan Kalo di lanjut bahaya Uun π
N: Padahal udah nunggu π
A: Heh π©
N: πππ
__ADS_1