
Keesokan harinya pagi-pagi para keluarga sudah keluar dari kamar nya masing-masing, mereka semua ingin bermain di pantai.
Saat sudah berada di tepi pantai terlihat para anggota keluarga yang sangat bahagia, Anes mendekati Aleta yang sedang duduk di dekat Mae mami nya.
"Ta naik banana boat yuk." Ajak Anes, Aleta mengangguk antusias.
"Ayok lah seru tuh kaya nya." Ucap Aleta, Anes mengangguk menyetujui hal itu.
"Eh, tapi kenapa gak naik jetski aja nes." Ucap Aleta, Anes sedikit berfikir setelah itu baru menyetujui keinginan Aleta.
"Yasudah boleh juga." Ucap Anes, Aleta dan Anes pun berjalan kepinggir pantai untuk bermain jetski.
Tidak hanya Anes Azka, Alexi, Axel pun ikut bermain, Alexi tidak tahu jika Alea juga jago naik jetski karena semuanya sendiri-sendiri.
Namun siap sangka Alea menjadi pusat perhatian keluarga Alexi, Alea terlihat begitu ahli bahkan melajukan jetski nya dengan cepat.
"Bukankah itu Alea." Ucap Mae, Dea menoleh lalu tersenyum.
"Lihat bukankah Alea dan Alexi terlihat begitu cocok, sampai Alea bisa menandingi Alexi." Kekeh Dea.
"Benar sekali, Alea terlihat lebih serasi dengan Alexi." Ucap Mei ikut berpendapat.
Setelah selesai bermain-main di pantai merekapun istirahat karena harus pulang besok pagi-pagi sekali, semuanya merasa lelah dengan kegiatan hari ini.
....
Satu Minggu berlalu setelah kepulangan dari pulau Azka ingin menemui Lolita yang selalu meneror nya saat liburan, Azka meminta Lolita untuk menemuinya di sebuah cafe yang cukup terkenal.
Tidak lupa Azka memesan ruangan VVIP karena ia tidak ingin orang melihat perdebatan nya dengan Lolita, namun yang Azka harapkan hanya satu Lolita dapat mengerti dirinya.
"Sayang aku merindukanmu." Lirih Lolita memeluk Azka, sementara Azka mencoba untuk melepaskan pelukan Lolita.
"Loli lepaskan jangan seperti ini." Ucap Azka.
"Apa? Kamu panggil aku apa?" Tanya Lolita.
"Loli, bukankah namamu Lolita." Jawab Azka, Lolita menatap Azka tidak percaya.
"Apa maksudmu sayang, kamu tidak biasanya seperti ini. Biasanya kamu selalu memanggil aku dengan sebutan baby." Ucap Lolita, Azka berdehem untuk menghilangkan rasa tak nyaman nya.
"Ayolah jangan seperti anak kecil, kenapa kamu seperti ini." Ucap Azka, Lolita menatap Azka sendu.
"Apa yang terjadi Azka kenapa kamu berubah hmmmmmm, kamu tidak seperti biasanya." Ucap Lolita.
__ADS_1
"Tidak ada yang berubah dariku."Jawab Azka santai, Lolita mengangguk-anggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukan Azka.
"Baik, mungkin kamu tidak menyadari perubahan dalam diri kamu tapi aku bisa menyadarinya." Ucap Lolita, membuat Azka tersenyum tipis dan menatap Lolita dengan datar.
"Katakan bagian mana yang berubah dariku." Ucap Azka, Lolita menghela nafasnya lalu menatap Azka sendu.
"Baiklah biar aku jelaskan pertama kamu selalu menghindar saat aku mencari kamu, kedua kamu tidak pernah menjawab telepon dariku, ketiga kamu selalu terlihat tidak bahagia jika sedang bersama denganku, keempat kamu bahkan tidak mengajakku untuk liburan bersama keluarga kamu padahal Alexi saja mengajak kekasih nya, dan tadi apa Azka kamu menyebutkan namaku bukankah terlalu banyak perubahan." Ucap Lolita.
"Lalu?" Tanya Azka dingin.
"Lalu katamu? Dulu saat aku kembali kamu selalu menemaniku, selalu mengajakku kemanapun kamu pergi. Kamu selalu memanjakan aku Azka, tapi lihatlah diri kamu sekarang." Ucap Lolita, wanita itu menunduk lalu mendongak kembali menatap Azka.
"Apakah ada wanita lain selain aku?" Tanya nya, Azka tertawa sinis kepada Lolita membuat Lolita diam.
"Hanya itu perubahan dalam diriku loli, hanya perubahan sikap bukan?" Ucap Azka, loli menbuka mulutnya menatap Azka ia tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Azka.
"Apa maksudmu?" Tanya Lolita bingung.
"Aku hanya merubah sikapku bukan fisikku, aku hanya bersikap dingin bukan tapi itu bukan keinginan aku Lolita." Ucap Azka, Lolita tercengang mendengar perkataan kekasih nya.
"A_azka." Lirih lo
"Melihat sikapku yang dingin dan selalu menghindar biru membuat kamu sakit hati dan kecewa, laku bagaimana dengan aku yang melihat kissmark di leher kekasih ku saat dia baru daja kembali apakah itu tidak menyakitkan." Ucap Azka, Lolita tercengang kenapa ia begitu ceroboh.
"Kamu tahu aku disini menjaga jarak dengan setiap wanita, aku menolak setiap wnaita yang mendekati aku. Dan harus kamu ingat loli aku menjagamu tidak menyentuh kamu berlebihan sebelum kita menikah, karena apa hah karena aku sangat mencintai kamu aku tidak ingin mengecewakan kamu." Teriak Azka, membuat loli ketakutan.
"A_azka plis maafkan aku." Lirih nya, Azka menatap nyalang Lolita.
"Dengan mudahnya kamu kembali lalu meminta pertunangan kita di percepat, setelah kamu melakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan Lolita. Untuk apa hah? Apa lelaki itu tidak cukup untuk memberikan kehidupan glamor kepadamu." Teriak nya lagi, hari Lolita merasa sakit ini pertama kalinya Azka marah dan berteriak.
"Azka cukup, kenapa kamu mengatakan hal-hal yang menyakiti hatiku." Teriak Lolita.
"Karena aku terlalu mencintaimu dan terlalu sakit saat menerima kenyataan, kamu_kamu wanita yang aku cintai aku kejar dan aku perjuangkan berkhianat." Ucap Azka, tanpa sadar air mata lelaki itu menetes.
Bukan apa-apa Azka merasa dirinya bo*oh, ia begitu mencintai sampai tidak sadar jika ia di khianati..
"Azka aku sayang kamu." Lirih Lolita.
"Apa? Kamu bilang sayang? Adakah orang yang menyayangi seseorang lalu tidur dengan orang lain, kamu tahu itu akan menyakitiku kenapa kamu melakukannya." Ucap Azka, Lolita menunduk sungguh Azka tidak bisa melihat Lolita menangis tersedu-sedu.
"Aku_aku terbawa suasana Azka, aku merindukanmu pada saat itu aku_aku membayangkan jika lelaki itu adalah kamu." Lirih nya, Azka menggebrak meja membuat loli tersentak.
"Apakah kamu bo*oh hah? Kamu tahu aku tidak mungkin merusak kamu Lolita, kenapa kamu begitu bo*oh." Teriak Azka, emosi Azka terlihat tidak stabil karena terlalu mehana sakit hati.
__ADS_1
"Azka, hiks..." Lirih Lolita menunduk
"Aku kecewa kepada kamu, mulai sekarang kita akhiri semuanya." Ucap Azka membuat Lolita mendongak terkejut.
"Enggak Azka, hiks aku sayang kamu." Ucap Lolita.
"Aku lebih sayang kamu loli tapi mungkin ini memang yang terbaik untuk kita." Ucap Azka, air mata Lolita mengalir deras.
"Ja-jangan aku mohon." Ucap Lolita memegang tangan Azka.
"Maaf, aku akan bicara kepada orang tua kamu mengenai hubungan kita. Biar bagaimanapun kita memulainya dengan baik dan mengakhirinya harus dengan cara yang baik juga." Ucap Azka, Lolita menggelengkan kepalanya.
Ia menyesal kenapa Lolita bisa terjebak dalam suasana, lelaki sebaik Azka dimana lagi ia akan menemukan nya.
Bahkan setelah di khianati Azka masih memikirkan perasaan orang tuanya, Azka melepaskan tangan Lolita lalu pergi keluar.
Lolita meraung menatap kepergian Azka, ia tidak ingin Azka pergi. Ia sangat mencintai Azka, Lolita ingin Azka tuan Lolita menyesal karena sudah menyia-nyiakan lelaki sebaik Azka.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Lolita adalah contoh wanita yang tidak bersyukur, disaat gue pengen lelaki kaya Azka lah dia malah khianati Azka. dikasi paket lengkap malah di sia-siain 😏*
A: Katanya hilap Uun 😌
N: Hilap nya gada ahlak, udahlah Azka buat gue aja langsung gue kenalin ke emak sebagai calon mantu 😌
A: Kan selalu kaga enak ujung nya elomah 😒
N: Mayan kan Thor, udah baik, ganteng, sabar, kaya pula 😂
A: Hilihh 😒
__ADS_1
N: 😂😂😂