
Setelah selesai acara lamaran Axel kemarin hari ini Alexi dan Alea akan pergi liburan, Alea memeluk mommy nya untuk berpamitan.
"Mom Alea dan Alexi pergi dulu ya mommy jaga diri baik-baik, jangan telat makan oke." Ucap Alea.
"Alea tahu banget mommy suka malas makan." Ucap Vee.
"Iya mommy kalau di suruh makan suka susah, maklum orang sibuk." Ucap Alea tertawa kecil.
"Iya mommy kan sibuk sayang terus kalau mengerjakan sesuatu itu harus sampai selesai, kalau ada satu saja yang belum selesai mommy gak bisa tenang." Ucap mom Dea, Alea mengangguk dan memeluk mommy nya.
"Yasudah tidak apa-apa, tapi lain kali jangan seperti itu lagi." Ujar nya, sang mommy pun mengangguk mengiyakan perkataan menantu nya.
"Iya nak." Ucap mom Dea, setelah selesai berpamitan Alea dan Alexi pergi ke bandara.
Dan di sebuah perusahaan besar terlihat Tiana yang berjalan memasuki gedung perusahaan, beberapa karyawan menatap iri kepada wanita cantik itu.
"Tiana." Panggil salah satu senior nya.
"Iya mbak." Balas Tiana.
"Saya dengar kamu akan menikah dengan tuan muda El, apakah itu benar?" Ucap wanita itu.
"Emmm maaf mbak aku gak bisa menjawab pertanyaan mbak." Ucap Tiana.
"Tidak apa-apa aku hanya bertanya saja, jika memang benar kamu akan menikah dengan tuan muda El maka aku akan sangat berbahagia." Ujar nya.
"Eh iya mbak sebelumnya maaf dan terimakasih karena mbak selalu membantu saya." Ucap Tiana.
"Tidak perlu sungkan jika ada apa-apa katakan saja kepada saya." Ucap nya, Tiana hanya tersenyum sopan.
Sampai tiba-tiba ada seorang karyawan yang menghampiri Tiana dan menyiram teh ke pakaian Tiana, dan Tiana merasa panas di bagian perut nya yang tersiram.
"Asshh." Desis nya, seorang karyawan itu menatap sinis ke arah nya.
"Ups sorry aku gak sengaja tapi niat." Ujar nya, Tiana menatap orang itu orang yang dulu tidak pernah bertegur sapa dengan nya.
"Mbak kamu sengaja kan." Ucap senior Tiana.
"Ya jelas lah saya sengaja kamu pikir saya tidak sengaja dan akan merasa bersalah." Ujar nya, membuat senior Tiana kesal.
"Kamu." Pekik nya yang tertahan, Tiana menahan tangan senior nya dan menggelengkan kepalanya.
"Mbak aku gak apa-apa." Ucap Tiana.
"Cih,jelas lah gak apa-apa orang sudah berhasil menggoda putra dari pemilik perusahaan.Gak perlu untuk berpura-pura polos lagi Tiana saya tahu selicik apa kamu." Ujar nya, Tiana hanya tersenyum tipis.
"Sejauh apa anda tahu tentang saya?" Ucap Tiana mencoba untuk memberanikan diri.
__ADS_1
"Lihatlah baru menjadi calon istri saja sudah songong seperti ini, bayangkan saja bagaimana jika dia sudah menjadi istri dari tuan muda Axel." Ucap wanita itu.
"Untuk apa anda membayangkan bagaimana saya nanti, bayangkan saja kehidupan anda akan seperti apa kedepannya." Ucap Tiana, belum menjadi menantu Abrisham saja wanita itu sudah memiliki keberanian untuk membela dirinya. Tapi ya memang Tatiana terbilang wanita pemberani dan mandiri.
"Berani kamu kepada saya." Ucap wanita itu menjambak rambut Tiana.
"Lepas." Desis Tiana.
"Jangan pernah merasa jika kamu berhasil mendapatkan tuan muda Axel, karena saya tidak akan tinggal diam." Ujar nya.
"Mbak lepaskan Tatiana." Ucap senior Tiana.
"Diam kamu jangan coba" membela nya." Teriak wanita itu, dengan sekuat tenaga Tiana melepaskan tangan wanita yang menj*mbak rambutnya hingga membuat wanita itu terhuyung ke belakang dan terjatuh.
"Aaaa." Pekik nya, dan Axel melihat kejadian saat Tiana mendorong wanita itu.
"Ada apa ini?" Tanya Axel.
"Hiks... Tiana salah saya apa sama kamu sampai kamu berbuat seperti ini." Lirih nya, Axel menatap tajam Tiana dan membantu wanita itu untuk bangun.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Axel.
"Tidak tuan hanya saja lutut saya sakit." Lirih nya lagi, Tiana dan seniornya tercengang.
"Tuan ini tidak seperti apa yang anda lihat." Ucap senior Tiana.
"Cukup kamu tidak perlu membela nya lagi, kembali bekerja dan kamu Tiana ikut saya ke ruang kerja saya." Ucap Axel, ia pergi begitu saja dan Tiana meringis perut nya masih saja sakit.
"Aku gak apa-apa mbak gak perlu khawatir." Ucap Tiana, wanita itu mengangguk dan menatap Tiana yang mengekor di belakang Axel.
"Apa yang kamu lakukan Tiana? Belum menjadi istri saya saja kamu sudah berani membuat keributan di kantor." Bentak Axel, saat keduanya sudah berada di dalam ruang kerja milik nya.
"Aku tidak melakukan apapun." Ucap Tiana.
"Tidak melakukan apapun katamu, jelas-jelas kamu mendorong wanita itu sampai terjatuh." Ucap Axel.
"Tuan saya benar-benar tidak melakukan apa-apa, dia terjatuh karena saya ingin melepaskan tangan nya yang menj*mbak rambut saya." Ucap Tiana.
"Jangan berbohong, aku kira pilihan mami dan keluargaku itu tepat ternyata aku salah kau jauh lebih licik dari apa yang aku bayangkan." Ucap Axel,Tiana menggelengkan kepalanya.
"Katakan sekali lagi?" Tanya Tiana, Axel menatap tajam Tatiana yang berdiri di hadapannya.
"Kau wanita licik yang mengambil perhatian mami dan keluargaku, setelah kau berhasil mendapatkan semuanya lihat kamu bahkan berani membuat keributan disini." Ucap Axel, Tiana menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak seperti itu." Ucap Tiana, Axel melihat baju bagian perut Tiana yang basah.
"Katakan seperti apa dirimu?" Tanya nya, Tiana menggelengkan kepalanya dan mengusap air matanya.
__ADS_1
"Untuk apa aku mengatakan seperti apa aku sementara anda tuan muda El tidak bisa percaya kepadaku, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Tiana.
"Mau kemana kau aku belum selesai berbicara." Ucap Axel.
"Aku mau menyerahkan surat pengunduran diri seperti apa yang diinginkan oleh kedua orang tua anda tuan, permisi."Ujar nya, Tiana keluar dari ruang kerja Axel dan berpapasan dengan Aleta.
"Tiana." Panggil Aleta, namun Tiana hanya tersenyum saja melihat calon kakak ipar nya.
"Ada apa ini El kamu memarahi nya lagi?" Tanya Aleta kepada Axel.
"Dia membuat keributan di kantor." Ucap Axel.
"Kau yakin jika Tiana yang membuat keributan, atau yang dia lakukan hanya untuk membela dirinya saja?" Ucap Aleta.
"Maksud kamu apa." Balas Axel.
"Kamu tahu beberapa wanita di kantor ini mungkin merasa iri kepada Tiana yang terpilih sebagai menantu mami nantinya, bagaimana jika ternyata orang lain yang menyerang Tiana lebih dulu." Ucap Aleta.
"Cukup Aleta aku tidak peduli dengan itu, yang aku inginkan hanya tidak ada keributan disini." Tegas Axel.
"Ya baiklah kau jangan menyesal jika nanti Tiana menjauh saat kamu menyadari betapa baik nya gadis itu." Ucap Aleta, setelah mengatakan itu Aleta keluar dari ruang kerja Axel dan itu membuat Axel mengusap wajah nya dengan kasar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Kali ini gue setuju sama Aleta 😂
A: Bener banget Uun 😂
N: Axel kutunggu kebucinan kamu seperti Aiden dan Deandra 😂
__ADS_1
A: Mari kita tunggu 😂
N: Mari 😂