
Satu Minggu berlalu malam hari Aiden dan Vee sedang duduk di ruang keluarga, tak hanya Aiden dan Vee disana juga ada Alexi yang sedang membaringkan tubuhnya dengan bermain ponsel.
Anes berjalan lalu duduk di sofa tempat Alexi membaringkan tubuhnya, Alexi menundukkan pandangan nya kepada Anes.
"Masih banyak sofa kenapa kamu duduk disini." Protes Alexi.
"Memangnya kenapa jika aku duduk disini?" Ucap Anes, Alexi berdecak kesal.
"Sempit Anes, tidak bisakah kamu duduk di tempat yang lain." Ucap Alexi, Anes menggelengkan kepalanya ngeyel.
Alexi terlihat kesal dengan Anes, sementara Aiden dan Vee hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah si kembar.
"Aku tidak mau." Ucap Anes, Alexi ingin sekali memukul kepala Anes jika dia seorang laki-laki.
Sayangnya Anes adalah seorang wanita dan kesayangan para keluarga nya, jika Alexi melakukan hal itu sama saja ia mencari masalah dengan kakak dan Daddy nya.
"Hish, menyebalkan." Cebik Alexi, Anes terdiam baru kali ini ia melihat Alexi mencebikan bibirnya karena kesal kepada Anes.
Wanita itu menatap Alexi yang memasang wajah datar nya, Anes tersenyum devil kepada adik nya itu.
"Kenapa kamu terlihat begitu kesal? Tidak seperti biasanya kamu kesal kepadaku." Ucap Anes.
"Karena kamu mengganggu kenyamanan ku." Balas Alexi, Anes mengernyit ia sudah biasa melakukan hal seperti itu kepada adik nya. Namun biasanya Alexi akan bersikap biasa saja, tidak seperti saat ini.
"Biasanya juga aku selalu menggangu kamu dan kamu tidak marah, kenapa sekarang kamu marah." Ucap Anes, Aiden menatap Alexi ia sendiri juga merasa heran.
"Sudahlah aku malas berdebat." Ucap Alexi, Anes dan Aiden saling memandang sementara Vee ia merasa bingung dengan Alexi.
"Kau sedang ada masalah dengan Alea?" Tanya Anes, Alexi diam tak menjawab pertanyaan Anes.
"Ada apa dengan Alea sampai kamu terlihat begitu kesal." Ucap Aiden.
"Tidak ada." Balas Alexi.
"Jangan berbohong Alexi, wajah dan sikap kamu sekarang sudah memperlihatkan jika kamu sedang tidak baik-baik saja." Ucap Aiden, Anes mengangguk dan menatap Alexi.
"Apakah kamu mempergoki Alea selingkuh?" Tanya Anes, membuat Alexi memelototkan matanya.
"Tidak, mana mungkin Alea selingkuh." Ucap Alexi.
"Cih, tidak ada yang tidak mungkin. Mangkanya jadi laki-laki itu peka, punya pacar di ajak liburan kali-kali jangan cuma kantor sama rumah doang." Ucap Anes, Alexi mendelik tajam kepada Anes.
"Itu semua keinginan Alea aku hanya mengikutinya saja." Ucap Alexi, Anes menatap Alexi sinis.
__ADS_1
"Duit doang bejibun ngajak liburan kaga pernah, apa gunanya itu para black card dan para kartu-kartu yang ada di dompet. Sungguh kasihan keberadaan kalian benar-benar tak berguna." Cibir anes, Aiden dan Alexi terbelalak mendengar perkataan Anes.
Bukan apa-apa kali ini Aiden juga merasa tersinggung oleh Anes, Aiden menatap Vee yang menatap nya dengan tatapan datar.
Pasalnya selama ini Aiden memang suka sekali melarang vee untuk pergi kemanapun, karena Aiden begitu mengkhawatirkan keadaan Vee yang sedang hamil.
Anes yang merasa keadaan mulai tidak baik-baik saja pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Anes tersenyum kikuk melihat tatapan sang kakak.
"Aku tidak bermaksud untuk menyinggung." Ucap Anes, Alexi tersenyum smirk menatap Anes.
"Tidak berniat menyinggung bagaimana, jelas-jelas kamu mengulang kata-kata itu." Ucap Alexi, Anes menatap Alexi tajam.
"Sungguh tidak ada maksud apa-apa." Ucap Anes, ia sedikit panik bukan apa-apa Anes baru mengingat jika Vee terkadang suka sensitif.
"Anes sungguh meresahkan." Ucap Aiden, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan kakak nya.
"Sayang sebaiknya kita kembali ke kamar sebelum ketularan g*la nya mereka." Ucap Aiden, Anes dan Alexi tertawa kecil.
"Hmmm, baiklah ayok." Balas Vee, mereka berdua pun berjalan menuju kamar nya.
Sementara Anes menghela nafas lega karena Aiden tidur memarahi nya, lagi pula siapa juga yang berani memarahi nona muda selain Daddy, mommy, dan para aunty juga uncle nya.
Itupun bukan memarahi hanya menggertak saja, begitulah mereka bagi mereka anak perempuan memang harus dijaga termasuk Justin lelaki itu sangat menjaga perasaan Anes.
"Tumben kamu ada di rumah." Ucap Alexi, Anes menoleh menatap adik kembarnya.
Sebenarnya bukan tidak memiliki teman, hanya saja Anes sedang sedikit menghindar dari Aleta. Ia tidak ingin mendapatkan ocehan dari sepupunya yang akan membuat kepala Anes pusing.
....
Keesokan harinya saat Anes keluar dari rumah ia dikejutkan dengan kehadiran Aleta, Anes menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eits, mau kemana sayang hmmm." Ucap Aleta, menarik kerah baju Anes.
"Dedek cantik lepas dulu ada sesuatu yang tertinggal." Ucap Anes, Aleta menggelengkan kepalanya menatap Anes.
"No! Aku tidak percaya sekarang ikut aku." Ucap Aleta, Anes pun mau tak mau mengikuti keinginan Aleta.
Anes masuk kedalam mobil milik Aleta dan duduk dengan manis disana, sementara Aleta mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kamu jahat nes, bisa-bisanya kamu mengalihkan isu panas kamu kepada aku dan Azka." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dan tersenyum tipis.
"Aku baik Aleta tidak jahat, bukankah aku mempermudah pernikahan kalian." Ucap Anes bangga, Aleta memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Ini tidak benar, yang dijodohkan kamu Anes kenapa mereka malah sibuk merencanakan pernikahan aku dan Azka." Ucap Aleta, Anes terkekeh kecil membuat Aleta mendengus.
"Ini benar sangat benar Aleta, pernikahan kamu dan Azka harus segera terjadi karena kalian saling mencintai. Tapi aku bukankah kita sangat berbeda, aku harus menerima lelaki yang bahkan selalu membuat aku emosi." Ucap Anes, Aleta menoleh menatap Anes.
"Anes kamu hanya belum mengenal Deandra, mungkin saja jika kamu lebih mengenal Dean dia bisa bersikap lebih baik." Ucap Aleta, Anes mendengus ia malas mendengar orang yang membela lelaki itu.
"Dia tidak baik, kamu bahkan tahu bagaimana kesan kami saat pertama kali bertemu. Rasanya untuk mengingat nama lelaki itu membuat aku ingin menendang nya ke laut." Ujar Anes, Aleta tertawa seketika melupakan rasa kesal nya terhadap Anes.
"Tapi coba kamu pikirkan bukankah kalian sangat cocok, Deandra anak tunggal kaya raya dan kamu nona muda kaya raya." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dengan tajam.
"Lebih cocok lagi kamu aunty Mae tidak bisa meluluhkan hati uncle Dio, dan hal mengejutkan terjadi karena ternyata Azka yang berusaha untuk meluluhkan hati kamu. Ini namanya mantan gebetan mamiku kini menjadi papi mertuaku." Ucap Anes mendramatisir,Aleta mendecih mendengar perkataan Anes yang memang seperti itu kenyataan nya.
Anes tertawa puas melihat wajah kesal Aleta, siapa suruh membahas Deandra di hadapan Anes. Jelas-jelas Anes berharap semua itu hanyalah mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Buat Dean yang sabar ya, si Anes memang gitu susah di taklukkin beda sama para saudara nya 😂*
A: Anes sedang berpegang pada pendiriannya 😭👍
N: Jangan nes nanti lu jomblo Mulu bahaya, udah mau di tinggal nikah Aleta nes 😭
__ADS_1
A: Mengsedih ye kan 😌
N: Mengcapek 😭👍