
Di sebuah perusahaan besar seorang lelaki berjalan keluar dari ruang kerja nya, lelaki yang selama ini terkenal gila bekerja itu mulai meluangkan waktu untuk hal lain selain bekerja.
Alexi berjalan menuju lift karena ia memang ingin sekali menenangkan diri nya, Alexi sengaja mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat berharap ia bisa pulang lebih awal.
Saat Alexi tiba di lobby kantor ia berpapasan dengan Arka, ah lelaki itu sudah lama sekali tidak bertemu dengan Alexi.
"Al, kamu mau kemana tumben jam segini sudah keluar." Ucap Arka, Alexi hanya tersenyum tipis.
"Ada urusan yang harus aku selesaikan, apa ada sesuatu yang penting." Jawab Alexi, lalu bertanya kepada sepupu nya itu.
"Ini ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani." Ucap Arka, Alexi mengambil berkas yang dipegang oleh Arka lalu membaca nya dengan teliti.
"Sepertinya yang ini butuh tanda tangan Aiden." Ucap Alexi, Arka melihat berkas yang dibaca oleh Alexi.
"Benar, mungkin aku salah membawa berkas." Ucap Arka, Alexi mengangguk setelah selesai Alexi memberikan berkas itu kembali kepada Arka.
"Aku dengar Kenny menjadi model di perusahaan Axel." Ucap Arka, keduanya berjalan keluar kantor.
"Ya, dia selalu berdebat dengan Adelle." Ucap Alexi, Arka tertawa karena memang Adelle selalu mengeluh saat pulang bekerja.
Adelle mengatakan malas bertemu dengan Kenny, namun mau bagaimana lagi itu sudah menjadi konsekuensi dari pekerjaannya.
"CK, Adelle dan Kenny memang seperti kucing dan tikus." Kekeh Arka, Alexi mengangguk.
"Tidak ada lagi yang perlu kita bahas bukan, Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Alexi, lelaki itu pergi saat Arka mengangguk dan mengiyakan nya.
Arka senang saat melihat Alexi lebih ceria dari biasanya, Arka juga berharap Alexi segera menemukan tambatan hatinya.
Di tempat lain seorang gadis terlihat menuruni anak tangga, wanita cantik yang begitu elegan entahlah kata seperti apa yang harus dikatakan saat melihat wajah nya.
"Naura kau mau kemana sayang?" Tanya sang mama, mendengar nama Alea disebut Alia pun menoleh.
"Aku ada urusan sebentar ma." Jawab gadis itu.
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati dan jangan pulang terlalu larut." Ucap sang mama, Alea mengangguk wanita itu berjalan mendekati mama nya dan mengecup pipi sang mama.
"Aku pergi dulu ma." Ucap Alea, wanita itu pergi tanpa menyapa Alia yang sejak tadi menatap nya.
"Naura mau kemana ma?" Tanya Alia, mama tersenyum menatap Alia.
"Mama juga tidak tahu, dia hanya mengatakan ada urusan penting." Jawab mama, Alia mengangguk kemana Alea akan pergi.
Dalam sebuah perjalanan Alea merasa dirinya ingin sekali pergi ke sebuah cafe baru yang berada di dekat danau buatan, terlihat simpel namun begitu indah.
Setibanya di cafe tersebut Alea memarkirkan mobilnya bertepatan dengan Alexi yang juga tiba disana, kedua keluar dari mobil secara bersamaan.
"Bertemu lagi kita." Ucap Alexi, Alea menoleh dan terkejut melihat keberadaan Alexi.
"Apa kita memiliki janji?" Tanya Alea, ia merasa lucu dengan setiap pertemuan nya dengan Alexi.
"Sepertinya janji yang sudah di atur tuhan tanpa kita ketahui." Ucap Alexi, Blushhh pipi Alea merona.
Keduanya berjalan beriringan Alexi merasa nyaman saat bersama dengan Alea, begitupun dengan Alea merasa Alexi lelaki yang berbeda dari kebanyakan lelaki yang di temui nya.
"Entahlah, aku hanya ingin menenangkan diri saja." Jawab Alexi, Alea mengangguk menatap Alexi.
"Ada apa?" Tanya Alexi, saat sadar bahwa Alea menatapnya.
"Tidak, aku hanya heran saja terlalu banyak kebetulan dalam pertemuan kita." Ucap Alea, Alexi tertawa menatap intens wajah Alea.
"Mungkin jodoh." Goda Alexi, deegg. Jantung Alea berdegup kencang, begitupun dengan Alexi kenapa ia bisa mengatakan hal seperti itu.
"CK, mungkin." Jawab Alea tertawa kecil.
"Bagaimana apakah kamu masih patah hati?" Tanya Alexi, Alea menggelengkan kepalanya.
"Bukankah itu terlalu berlebihan jika aku selalu memikirkan nya, saat ini aku hanya bisa berharap mendapatkan seseorang yang bisa menerima ku dengan baik." Ucap Alea.
__ADS_1
"Banyak lelaki yang menginginkan mu Alea." Ucap Alexi.
"Aku tidak tahu hal itu." Ucap Alea, Alexi merasa ingin selalu dekat dengan gadis itu.
"Boleh kah kita untuk lebih dekat?" Tanya Alexi.
"Ingin sedekat apa." Balas Alea menggoda Alexi.
"Sedekat mungkin, sampai takdir berkata jika kita mampu bersama." Balas Alexi, ada apa dengan lelaki itu kenapa bisa membuat Alea salah tingkah seperti ini.
"Bukankah kita membutuhkan waktu untuk saling mengenal." Ucap Alea.
"Nanti akan aku kenalkan kamu dengan keluarga ku." Ucap Alexi, lagi-lagi membuat Alea merona.
"Cukup, aku bisa g*la jika terus berbincang seperti ini." Ucap Alea, Alexi tertawa ia puas melihat rona merah di wajah gadis itu.
Keduanya berbincang dengan penuh canda tawa, siapapun yang melihat mereka pasti akan berfikir jika keduanya pasangan yang serasi. Padahal mereka masih meyakinkan hati dan diri mereka sendiri.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Dikit dulu, othor Masi nyari pencerahan 😊*
__ADS_1
N: Ngokhey 😂
A:. 😌😌😌