
Anes dan Aleta pun tiba di kantor, saat Aleta akan keluar dari mobil ia melihat Anes yang tiba-tiba mematung. Aleta mengernyit heran melihat Anes yang tiba-tiba diam, iapun mengalihkan pandangan ke arah lain.
Senyum nakal terbit di bibir Aleta, ia memiliki cara untuk membalas Anes. Sudahlah jika sudah seperti ini maka keduanya akan saling membalas satu sama lain.
"Kamu kenapa kesambet nes?" Tanya Aleta, pura-pura tidak tahu.
"Gak, bukan aku yang kesambet." Jawab Anes, Aleta tersenyum tipis.
"Lalu?" Tanya nya.
"Dia ngapain kesini si, kesambet apaan tu orang." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"CK, tentu saja dia kesini untuk menemui calon istri nya." Goda Aleta, Anes mendelik tajam namun Aleta tidak mempedulikan Anes.
Aleta malah keluar dari mobil membuat Anes mau tak mau ikut keluar, Deandra menatap Anes dengan datar. Akhir-akhir ini Anes melupakan tugas nya yang masih menjadi supir seorang Deandra.
"Kalian ngobrol saja, mau pergi juga tidak apa-apa." Ucap Aleta, membuat Anes menganga.
"Ap_apaan gak ya gak ada pergi-pergi." Ucap Anes, namun Deandra masih diam dan bersandar pada mobil nya.
"Serius deh gak apa-apa sumpah, di bawa pergi aja Anes nya ikhlas kok." Ucap Aleta, setelah mengatakan itu Aleta buru-buru pergi sebelum Anes meneriaki nama nya.
"Alettaaaa." Pekik Anes, tiba-tiba Deandra memasukkan tisu kedalam mulut Anes.
"Berisik." Ujar nya datar, Anes menatap Deandra dengan mata berkedip dan mulut yang di simpan dengan tisu.
"Cih, berani-beraninya kau." Ucap Anes, membuang tisu yang smula ada di mulut nya.
"Kenapa?" Tanya Deandra, Anes menatap wajah Deandra dengan sinis.
"Harusnya aku yang bertanya kenapa kamu kesini, tahukah kamu hidupku sudah tenang karena beberapa hari ini tidak bertemu dengan kamu." Ucap Anes sinis, Deandra tersenyum smirk menatap Anes dengan tajam.
"Dan tahukah kamu kehidupan ku tidak pernah tenang setelah kamu menerima perjodohan ini." Ucap Dean, Anes menatap Deandra tak berkedip ternyata laki-laki ini benar-benar tidak tertarik kepadanya.
"Tapi kamu juga berakhir dengan menerima nya." Ucap Anes bangga, Deandra tersenyum kecut kepada Anes.
"Jika aku kekeh menolak nya, itu sama saja dengan tidak langsung aku menjatuhkan harga d*ri kamu yang sudah menerima nya lebih dulu. Aku tidak sep*ngec*t itu." Ucap Deandra, Anes tertegun memang ia yang menyetujui itu lebih dulu.
Tapi Anes melakukan itu karena tidak ingin ancaman Daddy dan aunty nya terjadi, Anes mendongak menatap Deandra.
"Katakan untuk apa kamu kesini?" Tanya nya.
"Untuk meminta pertanggung jawaban seorang supir." Ucap Deandra, oh God boleh kah Anes menghajar lelaki yang ada di hadapannya.
"Sudah aku katakan aku bukan supirmu." Ucap Anes, Deandra mengangkat bahu nya tak peduli.
"Kemari." Ucap Deandra menarik tangan Anes, dan memasukkan Anes kedalam mobil nya.
"Lepaskan aku, kau mau membawaku kemana." Pekik Anes, Deandra tidak menjawab nya.
__ADS_1
"Lepas atau aku teriak." Ucap Anes, saat keduanya sudah berada di dalam mobil Deandra.
"Lakukan saja aku tidak takut." Ucap Deandra, Anes meremat tangannya erat.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Anes, Deandra terkekeh mengejek kepada Anes.
"Kau yakin ingin tahu apa yang aku inginkan." Jawab Deandra.
"Hmmm, tentu saja katakan." Ucap Anes, Deandra menepikan mobilnya di jalanan yang cukup sepi.
Lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Anes, keduanya saling bertatapan satu sama lain.
"Batalkan perjodohan itu." Ucap Deandra penuh penekanan, Anes mengerjapkan matanya.
"Kenapa tidak kamu saja yang melakukan nya?" Ucap Anes, Deandra diam dengan wajah datar nya.
"Jika aku yang melakukan nya maka aku akan mengecewakan Daddy kamu." Ucap Deandra, Anes tersenyum kecut kepada Deandra.
"Dan kamu lupa jika Daddy dan mommy ku lebih besar menaruh harapan kepadaku, jika kamu berpikir tidak ingin mengecewakan mommy dan Daddy, apakah kamu berpikir aku akan mengecewakan mereka sementara aku adalah putrinya." Ucap Anes, Deandra terdiam benar juga apa yang dikatakan oleh Anes.
Kenapa wanita itu pintar sekali mengoceh, bahkan Deandra selalu kalah jika masalah berdebat dengan Anes.
"Cih, sudahlah semuanya sudah terjadi dan itu gara-gara kamu." Ucap Deandra.
"Hei, jika mama dan papa kamu tidak berusaha untuk menemui mommy dan Daddy ku ini semua tidak akan pernah terjadi." Ucap Anes tak terima.
"Jadi kau menyalahkan mama dan papaku? Cih, menantu seperti inikah yang mereka inginkan. Baik darimana seperti induk singa iya." Ucap Deandra, Anes terbelalak mendengar perkataan Deandra.
"Terserah! Satu hal yang harus kamu ingat, aku tidak akan pernah membiarkan hidupmu tenang." Ucap Deandra, Anes mendecih.
"Kau pikir aku akan diam saja, jika kamu tidak akan membiarkan hidupku tenang. Maka aku akan membuat kamu lebih sengs*ra dari apa yang kamu lakukan kepadaku." Ucap Anes balik mengancam, Deandra menatap tak percaya kepada Anes.
Jujur saja baru kali ini ada wanita yang berani mengancam Deandra dan itu Anes, hanya Anes yang berani membuat Deandra emosi. Juga tidak ada juga yang berani memaki Deandra, Anes memang wanita yang beda.
Keduanya diam seribu bahasa, Deandra kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Anes kembali ke kantor.
Tadinya Dean akan mengajak Anes ke rumah nya, karena mama kekeh meminta Deandra untuk menjemput Anes.
Sementara itu di kantor Aleta melihat Azka yang berjalan ke arah nya, setelah kejadian itu Aleta sedikit menjauh dari Azka.
"Kamu tumben sendiri Anes mana?" Tanya Azka, Aleta menggelengkan kepalanya.
"Sayang ada apa? Kenapa kamu jadi seperti ini?" Tanya Azka.
"Aku tidak apa-apa, hanya tidak ingin banyak bicara." Ucap Aleta, Azka memeluk Aleta dengan lembut.
"Ada apa, dimana Anes?" Ucap Azka lagi.
"Anes pergi bersama Deandra." Ucap Aleta, Azka mengernyit heran.
__ADS_1
"Kamu membiarkan Anes dan Deandra pergi?" Tanya Azka, Aleta mengangguk lalu menatap Azka.
"Memangnya kenapa." Ucap Aleta.
"Sayang kamu lupa terakhir kali Anes bertemu dengan Deandra mood nya menjadi tidak baik-baik saja, bagaimana jika sekarang pun begitu." Ucap Azka, Aleta terdiam habislah ia jika Deandra merusak mood Anes.
"Kamu jangan menakut-nakuti aku." Rengek Aleta, Azka tertawa kecil lalu mengecup kening Aleta.
"Jangan khawatir aku ada bersamamu." Ucap Azka, Aleta memutar bola matanya malas.
"Cih, gombal saja terus." Cibir Axel, Aleta dan Azka menoleh.
"Sirik aeeeee yang LDR." Ucap Azka.
"Cih, hati-hati kalian kalau Anes tiba-tiba muncul bisa di bombardir ini kantor." Ucap Axel, mengingat tadi pagi Aleta mengerjai Anes. Hingga membuat Anes di bawa pergi oleh Deandra.
Ketiga nya pun langsung bubar dan kembali ke tempat kerja masing-masing sebelum Anes datang, mereka tidak bisa menghadapi mood Anes jika sedang buruk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Anes mah bar-bar Dean Jan main-main Lo😂
A: Belum aja si Dean di ajak naik komedi putar sama Anes 🤣
N: Di bawa kebut-kebutan aja mabok, gimana di ajak naik komedi putar 😭
A: Celeng Uun 🤣🤣🤣
__ADS_1
N: 😭😭😭👍