Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 146


__ADS_3

Tiga hari berlalu hari ini Anes memutuskan untuk pergi menemui klien nya, kali ini Anes pergi sendiri karena Aleta memiliki urusan lain.


"Kamu mau kemana nes?" Tanya Axel.


"Aku ada pertemuan dengan klien sebentar." Jawab Anes.


"Tumben gak bareng Aleta." Ucap Axel lagi.


"Gak ada dia lagi ada urusan." Balas Anes, Axel pun mengangguk dan Anes pergi untuk menemui klien nya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Anes tiba di tempat tujuan, Anes berjalan masuk ke sebuah restoran mewah.


Setelah membicarakan tentang bisnis akhirnya Anes memutuskan untuk kembali ke kantor, di perjalanan Anes melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Namun saat Anes melajukan mobilnya dengan cepat tiba-tiba saja mobil mewah di depannya berhenti mendadak, membuat Anes terkejut dan terlambat menginjak rem mobil nya.


Ckiiiittttt braaaaaaaaakkkkk....


Anes menunduk menyembunyikan wajahnya di stir mobil, pelan-pelan ia mendongakkan kepalanya dan tercengang melihat mobilnya yang menabrak mobil orang lain.


"Mamp*s Anes bisa-bisanya ceroboh." Gumam Anes, ia buru-buru keluar dari mobilnya.


Meskipun masih sedikit gemetaran Anes tetap memutuskan untuk keluar, Anes menutup mulutnya saat melihat mobil yang ia tabrak rusak di bagian belakangnya.


"Mat*lah aku." Gumam Anes menepuk dahinya sendiri.


Saat Anes menatap nanar semua itu seseorang turun dari mobil nya dan berjalan untuk melihat keadaan mobil miliknya dan di tabrak Anes, lelaki itu tak begitu terkejut karena ia tahu mobil nya pasti rusak karena Anes menabrak nya dengan cukup keras.


Tadinya kedua orang itu masih terlihat tenang sampai akhirnya Anes yang merasa ada orang lain yang menatap nya menoleh, Anes yang semula sedikit panik langsung memasang wajah datar ya.


"Kau." Pekik orang itu, Anes membuang wajah nya lalu kembali menoleh.


"Iya ini aku, dan aku minta maaf atas kejadian ini." Ucap Anes sopan, orang itu yang tahu jika yang menabraknya itu adalah Anes pun langsung memasang wajah dingin nya.


"Hmmmmmm, tapi apakah maaf saja cukup menurutmu." Ujar nya, Anes mengangguk ia tahu itu tidak akan cukup dan Anes akan bertanggung jawab atas kesalahannya.


"Tidak, aku tahu aku harus bertanggung jawab. Jadi bagaimana maunya kau mau membawanya ke bengkel atau mau aku ganti dengan yang baru?" Tanya Anes, lelaki itu sedikit mengernyit mendengar perkataan Anes.


"Cih, kau fikir uang bisa menyelesaikan semuanya." Ucap lelaki itu, Anes diam kenapa bukankah Anes diminta untuk bertanggung jawab.


"Apa maksudnya, bukankah kamu ingin aku bertanggung jawab." Ucap Anes, lelaki itu tersenyum sinis.


"Kau pikir aku sesulit itu sampai meminta pertanggungjawaban uang." Ujar nya, Anes memutar bola matanya malas.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" Tanya Anes.


"Berikan mobilmu." Ujar nya, Anes tercengang lalu menggelengkan kepalanya.


"Tidak untuk apa." Ucap Anes.

__ADS_1


"Bukankah kamu akan bertanggung jawab." Ujar nya.


"Ya, tapi kenapa harus mobilku. Tidak aku tidak mau, lagi pula ini salah kamu kenapa kamu berhenti mendadak." Ucap Anes menolak keinginan lelaki itu.


"Kau menyalahkan aku?" Tanya nya.


"Ya, kau yang salah. Jika saja kami tidak berhenti mendadak tidak akan ada kejadian seperti ini." Ucap Anes, lelaki itu menatap Anes dengan tajam.


"Lalu kenapa kau tidak berhati-hati dan malah menabrak ku?" Ucap nya, Anes kelabakan benar juga kenapa Anes bisa kehilangan fokus nya.


"Aku tidak sengaja dan itu semua karena kamu tiba-tiba berhenti." Ucap Anes tak mau kalah.


"Baiklah jika kau tidak ingin bertanggung jawab, maka ikut aku ke kant*r pol*s*." Ajak nya, Anes menghela nafasnya ia tak ingin ribet.


"Berikan alamat mu maka aku akan mengirimkan mobil sebagai gantinya." Ucap Anes kekeh.


"Aku tak butuh uang mu, aku masih mampu hanya untuk membeli sepuluh bahkan dua puluh mobil seperti itu." Ucap nya, Anes mendecih.


"Jika kau mampu membelinya kenapa meminta aku bertanggung jawab, buang-buang waktu saja." Ucap Anes, ia berniat untuk pergi namun lelaki itu menahan tangan nya.


"Jika kamu wanita baik dan bijaksana, tanpa saya meminta pun kamu akan bertanggung jawab! Saya tidak mengharapkan uang kamu!" Ujar nya, kedua orang itu saling menatap dengan tajam.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" Tanya Anes menantang.


"Jadilah supirku selama beberapa bulan kedepan." Ucap nya, Anes terbelalak mendengar perkataan orang itu.


"Apakah kamu g*la, yang benar saja kenapa harus menjadi supir." Sengit Anes, membuat lelaki itu menolehkan wajahnya kesamping.


"Aku tidak mau." Ucap Anes tegas.


"Kau tidak mau?" Tanya nya.


"Ya, lagian aku lihat kau orang kaya.Tidak mungkin jika kamu tidak memiliki supir." Ucap Anes, lelaki itu tersenyum tipis menatap Anes.


"Supirku sedang cuti, jadi kau bisa menggantikan nya." Ucap nya lagi, Anes menganga yang benar saja tidak Anes tidak mau.


"Tidak, aku tidak mau. Lagian kamu tidak mungkin hanya memiliki satu supir saja, dari sepengetahuan aku orang seperti kamu pasti memiliki lebih dari satu supir. Kau pasti memiliki supir cadangan." Ucap Anes, lelaki itu semakin dibuat gemas oleh Anes. Ia kesal Anes selalu saja memiliki jawaban untuk menolak nya.


"Saya masih berbaik hati meminta kamu menjadi supir bukan pelayan, kau mau saya meminta kamu menjadi pelayan di rumah saya." Ujar nya, Anes dibuat emosi sendiri ia ingin sekali menendang lelaki yang ada di hadapannya.


"Jika meleny*pkan orang di halalkan, maka sudah aku tenggelamkan kamu sejak tadi." Kesal Anes, lelaki itu menatap Anes datar membuat Anes bertanya-tanya apakah arti tatapan itu.


Itu bukan tatapan mengagumi, bukan juga tatapan suka apalagi tatapan sayang itu tidak mungkin. Anes menerka-nerka siapakah lelaki di hadapannya ini.


"Kenapa kau banyak sekali bicara, katakan saja iya." Ujar nya.


"Aku tidak mau, berikan saja alamat mu nanti akan ada orang yang datang ke rumah mu." Ucap Anes, ia masih berpegang kepada pendirian nya.


"Baiklah nanti akan ada orang yang datang kerumah mu." Ucap lelaki itu.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" Tanya Anes.


"Agar orang tuamu tahu jika mereka memiliki seorang putri yang tidak bertanggung jawab." Jawab nya, Anes diam selama ini Daddy nya selalu mengatakan apapun kesalahan yang dilakukan oleh Anes. Besar atau kecil Anes harus mengakui nya dan harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan.


"Kau_" Pekik Anes geregetan, sementara lelaki itu hanya tersenyum miring ke arah Anes.


"Bagaimana?" Tanya nya, ia menyodorkan sebuah kartu nama miliknya.


"Cih, aku terpaksa melakukan ini." Ucap Anes, lelaki itu tersenyum dan berjalan ke arah mobil Anes.


"Ayok." Ucap nya, Anes tercengang apakah harus hari ini?


"Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan lelaki menyebalkan seperti ini." Gumam Anes, namun meskipun begitu Anes masuk kedalam mobilnya.


Lihat saja ia tak akan tenang memperlakukan Anes seperti itu, lagipula di kartu nama ada alamat kantor lelaki itu kan.


Anes bergumam dalam hati dan tersenyum manis, bukan Anes namanya jika tidak bisa melakukan hal-hal yang membuat daran mendidih.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


Maaf baru up, beberapa hari kemarin aku gak enak badan dan baru bisa up hari ini dengan memaksakan diri. karena aku gak mau kalian nunggu terlalu lama. sekali lagi mohon maaf 🙏


N**: Jodoh Anes Masi samar-samar woy 😂*


A: Udah tau Masi samar-samar, gue belum Nemu pencerahan nya Masi aee ada yg komen jodoh Anes duda😭. gimana Lo bisa tau markonah sementara gue aja Masi mikir belum ada pencerahan yang pas 😂


N: Markonah yang meresahkan 😂

__ADS_1


A: Mom dimaklum Uun menebak-nebak itu bikin penasaran makin meronta-ronta 😂


N: Asli si 😂😂😂


__ADS_2