Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 186


__ADS_3

Satu bulan berlalu akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga, hari dimana Aleta dan Azka akan melepaskan masa lajang nya.


Aleta duduk di hadapan cermin membuat Anes tersenyum menatap sepupu kesayangan nya itu, pernikahan Aleta dan Azka di gelar di sebuah gedung mewah milik keluarga Abrisham.


"Ta hiks, gabisa berpetualang lagi dong kita sekarang kan kanu sudah memiliki pawang ta." Lirih Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Anes sayang kita masih bisa kok berpetualang, lagian meskipun sudah menikah aku akan tetap datang ke kantor." Ucap Aleta.


"Really?" Tanya Anes.


"Hmmm, mana bisa aku ninggalin kamu kesayangan nya aku." Ucap Aleta, Anes menitihkan air matanya.


Sementara itu di sebuah ruangan besar yang sudah di dekor dengan mewah, terlihat Azka yang duduk berhadapan dengan pak penghulu dan Julian papi dari Aleta.


Semua keluarga berkumpul bersama dalam acara pernikahan Aleta dan Azka, bunda Sisil dan ayah Rio pun yang semula berada di negara C ikut pulang untuk menghadiri acara pernikahan cucu nya begitupun dengan Dena dan keluarga.


"Azka Anggara Artadinata bin Dio Anggara Putra Artadinata , saya nikahkan kamu dengan putri sulung saya yang bernama Aleta Quenby Elvina Abrisham binti Julian putra Abrisham. Dengan maskawin_(skip)_ dibayar tunai." Ucap Julian.


"Saya terima nikahnya Aleta Quenby Elvina Abrisham binti Julian putra Abrisham, dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Azka dengan lantang dan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?" Tanya pak penghulu.


"SAH." Ucap semua saksi dengan semangat, saat kata sah terdengar sampai ke ruangan dimana Aleta berada.


Aleta dan Anes menitihkan air matanya, ternyata Aleta benar-benar sudah menjadi istri dari seorang Azka Artadinata.


"Aleta ayok Azka sudah menunggu." Ucap Dena, Aleta mengangguk wanita itu di apit oleh Anes yang memegang tangan kanan Aleta, dan Ayaza yang memegang tangan kiri Aleta.


Sementara Adelle dan Vee dua ibu hamil itu berjalan dibelakang Aleta bersama dengan Dena dan Alea, semua orang menatap kagum Aleta dan Anes yang terlihat cantik.


Tidak hanya keluarga besar Artadinata dan Abrisham saja, disana juga ada keluarga Gavriel siapa lagi jika bukan kedua orang tua Deandra dan Deandra yang menyaksikan pernikahan itu.


Aleta duduk disamping Azka untuk menanda tangani dokumen pernikahan, setelah itu Aleta mengalami Azka dengan mencium punggung tangan lelaki itu. Dan Azka ia mencium kening Aleta dengan lembut.


"Kak Anes kapan nyusul?" Tanya Ayaza, membuat Anes menoleh.


"CK, nanti deh kalau tidak kesiangan." Ucap Anes tertawa kecil, Ayaza ikut tertawa kecil.


"Kak Aleta dan kak Azka sangat serasi." Ucap Ayaza, Anes mengangguk dan mengelus tangan Ayaza yang memeluk tangan Anes.


Anes menangis saat melihat Aleta dan Azka yang memohon restu dari kedua orangtuanya, bahkan Aleta dan Azka juga melakukan hal itu kepada Daddy dan mommy Anes semakin membuat hati Anes sesak.


Ia belum bisa memberikan semua itu kepada Daddy dan mommy nya, ada rasa bersalah dalam diri Anes karena masih belum bisa menerima perjodohan ini.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Dena, Anes menunjuk Mommy dan Daddy nya yang menitihkan air mata saat memeluk Aleta dan Azka.


"Aku merasa bersalah karena selalu menolak keinginan mereka, aku tahu ini yang mereka inginkan aunty. Tapi." Ucap Anes terhenti, membuat Dena menatap nya.


"Tapi?" Tanya Dena.


"Ya, tapi kenapa harus lelaki yang tidak aku cintai." Ucap Anes, air mata gadis itu mengalir deras.


Dena memeluk Anes ia tahu apa yang dirasakan oleh Anes saat ini, nyonya dan tuan Gavriel memperhatikan Anes yang menangis dalam pelukan Dena.


"Jangan menangis lagi kamu sudah menjadi kebanggaan bagi kami, kamu selalu menjadi kesayangan kami." Ucap Dena.


"Hiks.. Maaf." Lirih nya, Dena tersenyum dan mengangguk.


"Kamu tidak bersalah sayang, semua hanya perlu waktu saja. Cepat atau lambat kamu bisa menerima semuanya." Ucap Dena, Anes hanya bisa mengangguk saja.


Setelah selesai acara akad kini dilanjutkan dengan pesta pernikahan, Aleta berdiri di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari banyak nya tamu.

__ADS_1


Aleta yang berdiri lama dan bersalaman dengan para tamu Anes yang merasa mual, ia pusing melihat banyak nya tamu yang hadir.


"Nyonya Gavriel." Sapa Dena, saat nyonya dan tuan Gavriel menghampiri Anes.


"Nona Dena, Anes bagaimana keadaan kamu sayang?" Ucap nyonya Gavriel.


"Keadaan Anes baik-baik saja Tante." Jawab nya, nyonya Gavriel tersenyum manis kepada Anes.


"Kalau begitu saya permisi dulu nyonya, silahkan berbincang saja." Ucap Dena, nyonya dan tuan Gavriel tersenyum dan mengangguk.


Deandra ikut duduk disamping Anes keduanya duduk berdampingan namun tidak separah kata pun keluar dari mulut keduanya, nyonya dan tuan Gavriel tersenyum melihat tingkah laku putra dan calon menantu nya.


"Jadi bagaimana Anes." Tanya tuan Gavriel.


"Hah, bagaimana apanya?" Jawab Anes bingung.


"Aleta sudah menikah, dan kapan kalian siap untuk menikah?" Ucap nyonya Gavriel, membuat Anes terbelalak.


"Ah, sepertinya tidak perlu terburu-buru. Lagi pula Deandra mungkin belum siap untuk menikah." Ucap Anes, mama dan papa Deandra menatap putranya.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya nya.


"Bagaimana pendapat kamu Dean?" Tanya mama.


"Aku setuju dengan Anes." Jawab nya, Anes tersenyum tipis sementara mama dan papa menatap kesal putranya.


"Bukankah kemarin kamu mengatakan sudah siap menikah." Ceplos mama, membuat Deandra tercengang.


"Hah, kapan aku mengatakan itu?" Tanya nya.


"Kemarin, saat mama mengatakan jika Azka dan Aleta akan menikah. Kamu berkata jika kamu juga sudah siap menikah, hanya saja Anes mungkin belum siap." Ucap mama, Deandra mengernyit.


"Mungkin kau lupa, maklum saja kamu kan sudah tua." Ceplos mama, membuat Anes menahan tawa nya.


"Mana ada aku tua, lagian mama ini suka ngarang deh. Aku gak ada ngomong kaya gitu ma." ucap Deandra.


"Buktinya kamu lupa sama perkataan kamu sendiri." Ucap mama, Deandra hanya diam saja tanpa menanggapi perkataan mama nya.


Dari kejauhan Anes melihat mantan Axel yang datang ke pernikahan Aleta, Anes buru-buru pamit kepada papa dan mama Deandra untuk menghampiri mantan kekasih Axel.


"Mau apa kamu kesini?" Tanya Anes menarik tangan wanita itu.


"Aaaa, kamu apa-apaan si aku hanya ingin memberikan selamat kepada Aleta dan Azka." Ujar nya.


"Tidak ada yang menginginkan kata selamat dari wanita seperti kamu, dan sebaiknya kamu pergi dari sini." Ucap Anes, wanita itu menatap Anes dengan sinis.


"Kamu apaan si nes, aku hanya ingin memberikan selamat saja." Ucap nya.


"Gak, kamu pergi atau aku panggil para bodyguard untuk mengusir kamu." Ancam Anes, wanita itupun berdecak dan pergi dari sana.


Anes menatap Axel yang sedang berbincang dengan Alexi dan Alea, ia tersenyum melihat wajah tenang Axel karena beberapa hari ini Axel begitu sensitif.


.


.


.


Azka


__ADS_1


Aleta



Anes



Veronica



Aiden



Alexi



Alea



Arka



Adelle



Axel



Gedung pernikahan



.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A***: Jan pada nyari calon nya Anes ya, masih gue sembunyikan soalnya 😂


N: Suee banget dah 😌


A: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2