Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 289


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Alea mama dan papa pun pamit untuk pulang, sementara Alexi hanya bisa menatap wajah sendu istrinya jujur Alexi tidak masalah jika orang tua Alea meragukan kebaikan Alexi namun tidak dengan kebaikan mommy dan Daddy nya.


Alexi tidak akan menerima itu selama ini mommy dan Daddy selalu mengutamakan Alea, bahkan Vee wanita itu juga selalu memikirkan kenyamanan dan kebahagiaan Alea tapi kenapa keluarga istrinya justru merasa ragu.


Alea berpikir jika Alexi tidak tahu tentang percakapan mereka namun nyatanya Alexi mengetahui itu, mama menghampiri Alexi namun lelaki itu memasang wajah datar nya.


"Mama pulang dulu ya Al titip Naura." Ucap Alexi.


"Hmmm, tanpa mama menitipkannya kepada saya putri mama akan tetap aman disini." Ucap Alexi, membuat Alea mengernyit seketika mendengar perkataan suaminya.


"Mama tahu kalian akan menjaga Naura dengan baik." Ucap mama, Alexi mengangguk dan setelah kepergian mama Alexi pergi dari hadapan Alea begitu saja.


"Ada apa dengan Alexi." Ucap mom Dea.


"Tidak tahu mom tapi tidak biasanya dia seperti itu." Ucap dad Justin.


"Sedang tidak enak badan mungkin." Ucap Aiden.


"Masa bukankah tadi pas manjat pohon dia baik-baik saja." Ucap Axel merekapun hanya mengangkat bahu nya saja.


Alea pamit untuk menemui suaminya di kamar, sementara Vee yang khawatir dengan keadaan Alea mengukur wanita hamil itu.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Alea, kepada Alexi yang sedang duduk di sofa kamar.


"Tidak apa-apa." Jawab Alexi.


"Kamu bohong kan kamu kenapa?" Tanya Alea.


"Aku sudah bilang aku tidak apa-apa." Ucap Alexi, lelaki itu keluar dari kamar dan berpapasan dengan Vee.


"Al kenapa?" Tanya Vee, ternyata ada Aiden juga yang menyusul Vee.


"Kamu kenapa?" Tanya Aiden.


"Tidak apa-apa aku hanya berpikir saja kenapa keluarga kita selalu salah di depan mata pembenci." Ucap Alexi, yang ternyata perkataan itu bisa di dengar oleh Alea.


"Apa maksudnya?" Tanya Aiden.


"Aku tidak masalah jika orang tua Alea datang kesini untuk menjenguk putrinya itu hal yang wajar kan, tapi kenapa tujuan mereka kesini untuk memata-matai mommy dan Daddy juga Vee istrimu bang. Mereka merasa jika kita baik hanya di hadapan mereka saja, jika mereka meragukan ku mungkin aku bisa menerima nya. Tapi mommy dan Daddy kau tahu betapa mommy sangat senang kepada Alea kepada putrinya, bagaimana mommy merasa tersinggung dengan semua ini?" Ucap Alexi, Aiden terkejut mendengar perkataan Alexi.


"Kamu tahu ini dari mana?" Tanya Vee.


"Aku tidak sengaja mendengar nya saat aku merasa khawatir kepada Alea, ternyata mereka sedang membicarakan keluarga kita." Ucap Alexi.


"Al tapi Alea tidak salah." Ucap Vee.

__ADS_1


"Vee mereka melupakan Alea demi Alia yang bahkan bukan anaknya, lalu sekarang mereka datang dan meragukan keluarga kita yang selalu berusaha membahagiakan putrinya. Apakah aku harus mengembalikan Alea kepada orang tuanya, agar mereka bisa membedakan kebahagiaan yang dirasakan putrinya." Tegas Alexi, Alea terdiam menunduk air matanya menetes mendengar perkataan Alexi.


Alea tidak marah ia juga sadar akan kesalahan keluarga nya, mungkin jika saat ini Alea ada di posisi Alexi juga ia akan melakukan hal yang sama.


"Sudah jangan katakan sesuatu yang akan menyakiti Alea, ingat dia sedang mengandung anakmu Al." Ucap Aiden, Alexi mengusap wajah nya kasar.


"Aku hanya ingin Alea tegas kepada orang tua nya, bukan selalu mengalah seperti ini. Aku bisa membuat Haris kehilangan segalanya, tapi jika orang tua Alea selalu membela Alia itu akan percuma." Ucap Alexi, setelah mengatakan itu Alexi pergi dari rumah ya entah kemana lelaki itu pergi.


Vee berjalan menuju kamar Alea dan Vee bungkam saat melihat Alea terduduk di lantai dengan menangis sesenggukan, Vee memeluk Alea ia tahu menangis dalam diam itu sangat menyakitkan.


"Semua akan baik-baik saja Alea jangan menangis lagi." Ucap Vee menenangkan Alea.


"Kak aku takut Alexi akan benar-benar mengembalikan aku kerumah mama dan papa, aku tidak ingin berpisah dengan Alexi." Lirih nya.


"Sssttt, apa yang kamu katakan hmmm. Alexi tidak akan melakukan itu kepada kamu, ingat mommy dan Daddy sangat menyayangi kamu Alea." Ucap Vee, berharap tidak ada yang datang namun ternyata Tiana datang menghampiri mereka.


"Kak Alea kenapa?" Tanya Tiana.


"Tidak apa-apa na, emmm dimana membuat mommy?" Ucap Vee.


"Mommy sedang membuat rujak di belakang bukankah tadi kak Alea mengatakan ingin rujak." Ucap Tiana, mendengar itu hati Alea semakin sakit Alia benar-benar membuat dirinya berada dalam masalah dan merasa bersalah.


"Benahi diri kamu dan kita temui mommy." Ucap Vee, mengusap wajah Alea yang basah oleh air mata.


"Hai ini mommy sudah membuatkan rujak yang kamu inginkan." Ucap mom Dea.


"Waaah mom ini sangat menggugah selera." Ucap Vee membuka matanya lebar-lebar.


"Tentu saja sayang, dimana Alexi kenapa dia tidak ikut turun." Ucap mom Dea, Alea menunduk hal itu membuat sang mommy penasaran.


"Alea dimana Alexi?" Tanya mommy.


"Alea tidak tahu mom." Lirih nya.


"Mom bolehkah aku memakan ini?" Tanya Tiana mengalihkan pembicaraan.


"Tentu saja ayok dimakan, mommy akan pergi keluar sebentar karena ada urusan." Ucap mom Dea, Tiana mengangguk begitupun dengan Alea dan Vee.


"Jangan bersedih lagi Alea Alexi akan kembali untuk kamu." Ucap Vee, Alea diam Tiana memegang tangan Alea berharap Alea sedikit tenang.


Setelah puas bermain di rumah mom Dea Tiana pun memutuskan untuk pulang bersama Axel, Axel tidak melepaskan rangkulan nya di pinggang Tiana sedikitpun.


Aleta yang melihat itu mencibir dan berhasil membuat Axel kesal, namun dalam hati Axel senang karena ia bisa meluluhkan Tiana.


"Rangkul terus El hati-hati di gondol kucing Tiana nya." Ledek Aleta.

__ADS_1


"Ta bisa diam gak ya sebelum mulut kamu aku sumpel." Sinis Axel.


"CK, gitu doang ngamuk." Ledek Aleta.


"Ta dari pada ngeledekin terus mending tuh basmi kakak nya si Alea, jadi orang suka bener cari masalah." Ucap Axel, membuat Aleta menatap nya dengan serius.


"Memangnya kenapa si Alia?" Tanya Aleta.


"Tadi tuh mereka kerumah mommy kirain mau jenguk Alea kita semua sudah seneng banget, eh taunya cuma mau mata-matai mommy si Alia bilang ke mama nya Alea kalau mommy baik nya cuma di depan mereka doang." Ucap Axel.


"Serius? Terus mommy tau gak?" Tanya Aleta.


"Ya gak lah g*la kali, bakal sesakit apa kalau mommy tau." Ucap Axel, Aleta terdiam mendengar perkataan Axel benar-benar keterlaluan Alia sebenarnya apa yang wanita itu inginkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Labrak ta ayo gue dukung Aleta 😂


A: Gasin gak si 😁


N: Iya si harus itumah 😂


A: Parah Lo Uun 😂


N: Geregetan lagian 😁

__ADS_1


__ADS_2