Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 206


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Aiden sedang menjaga putranya di ruang tengah, Aiden memainkan jemari mungil putranya


"Anak Daddy pinter banget si, sehat-sehat ya nak." Ucap Aiden, lelaki itu menatap mommy yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Mommy kenapa?" Tanya Aiden.


"Iya mommy kaya orang bingung gitu." Ucap Vee.


"Ini bang mommy lagi cari tahu mengenai keluarga Tatiana." Ucap mom Dea, Aiden dan Vee mengernyit heran.


"Kenapa mommy nyari tahu tentang Tiana?" Tanya Aiden.


"Tiana siapa sayang?" Tanya Vee.


"Tiana cleaning servis baru di kantor Axel kalau gak salah." Jawab Aiden lagi.


"Beberapa hari yang lalu mommy dan aunty Mae mengajak Tiana makan bersama, lalu saat itu juga ada Axel dan Alexi." Ucap mom Dea.


"Mom jangan aneh-aneh deh, mom bukan bermaksud untuk menjodohkan Tiana dengan Alexi kan." Ucap Aiden.


"Ngarang enggak lah, mommy sudah jatuh cinta kepada Alea gimana si kamu." Ucap mom Dea.


"Ya kan kali aja gitu mommy aneh-aneh." Ucap Aiden.


"Enggak bang tenang saja adik ipar kamu tetap Alea kok." Ucap mommy tertawa kecil.


Aiden hanya mengangguk saja biarkan mommy melakukan apapun yang dia mau, yang penting mommy bahagia itu sudah membuat Daddy tenang dan tidak kena semprot istrinya.


Sementara itu di kediaman Julian terlihat Mae yang menghampiri suaminya, Mae duduk dengan manis di samping Julian.


Sikap Mae membuat Julian curiga lelaki itu menatap Mae dengan intens, Mae ikut menatap suaminya dengan tersenyum manis.


"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Julian.


"Mau ngomong sesuatu." Ucap Mae.


"Apa mau minta tas?" Tanya Julian.


"Bukan Pi." Jawab Mae.


"Mau ganti mobil baru?" Tanya Julian lagi, Mae menggelengkan kepalanya.


"Mau beli rumah baru?" Tanya Julian.


"Bukan papi busa gak si jangan ngomongin soal begituan Mulu." Ucap Mae.


"Ya terus apa kamu mau apa?" Ucap Julian terlihat pasrah.


"Ya mangkanya kalau orang ngomong itu di dengerin dulu sampai selesai suamiku sayang, jangan main potong-potong saja." Ucap Mae.


"Oke apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Julian.


"Aku menyukai Tatiana Pi." Ucap Mae, Julian terbelalak mendengar perkataan istrinya.


"Sayang jangan ngarang ya kamu sudah punya suami, bisa-bisanya menyukai orang lain apalagi itu sesama wanita." Ucap Julian, yang sudah tahu siapa itu Tatiana.

__ADS_1


Mae menganga mendengar perkataan Julian, apa si yang dimaksud oleh suaminya. Kenapa Julian malah terlihat terkejut seperti itu.


"Kamu kenapa si pi." Ucap Mae bingung.


"Harusnya aku yang bertanya kamu kenapa, bisa-bisanya kamu menyukai seorang gadis." Ucap Julian, Mae tercengang ia baru sadar apa yang di pikirkan oleh suaminya.


"Jangan ngaco aku suka Tatiana itu bukan berarti aku cinta papi, aku suka Tatiana karena dia gadis yang pekerja keras." Ucap Mae, Julian menelan saliva nya saat melihat wajah kesal Mae.


"Ya salah kamu ngomong kok setengah-setengah." Ucap Julian.


"Salah kamu, salah kamu. Gimana aku mau ngomong kalau kamu selalu memotong perkataan aku." Ucap Mae, Julian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ada apa kenapa papi sama mami berdebat?" Tanya Aleta yang tiba-tiba muncul.


"Tanya papi kamu tuh jadi orang kok ngeselin." Ucap Mae.


"Lah orang salah kamu, ngomong kok setengah-setengah." Ucap Julian.


"Sudah-sudah ini ada apa sebenarnya kenapa kalian berdebat." Ucap Aleta, Mae tersenyum dan mendekati Aleta.


"Azka mana?" Tanya Mae.


"Azka lagi pulang karena ada hal penting yang harus ia bicarakan dengan papi Dio." Ucap Aleta.


"Oh, ta kamu tahu Tatiana kan." Ucap Mae.


"Tahu Kenapa emang?" Tanya Aleta.


"Mami pengen tahu seperti apa Tatiana." Ucap Mae, Aleta mengernyit heran.


"Curiga apa si ta." Ucap mami.


"Mami ngapain mau tahu tentang Tatiana." Ucap Aleta.


"Tidak apa-apa mami hanya ingin tahu saja bagaimana Tatiana." Ucap Mae, Aleta menatap Mae dengan intens ia heran kenapa mami tiba-tiba ingin mengetahui tentang Tiana.


Kembali ke kediaman keluarga Justin Vee membawa botol susu untuk baby Varo, Vee melihat Aiden yang sedang menonton film kartun di sebuah tablet dengan memangku putranya.


"Lihat sayang, seneng banget kaya nya anak Daddy hmm. Suka ya nak ya." Ucap Aiden, Vee tersenyum dan menghampiri suaminya.


"Seru banget kaya nya mommy kok gak di ajak." Ucap Vee.


"Mommy nanti aja nonton film anu sama Daddy." Ceplos Aiden, membuat Vee mengerucutkan bibirnya.


"Jangan aneh-aneh deh dad." Ucap Vee.


"Enggak aneh-aneh kok tenang aja aman mom." Ucap Aiden.


"Itu ngomong kaya gitu jangan di deket anak nya, nanti kalau Varo ngikutin gimana." Ucap Vee.


"Enggak bakal sayang Varo masih baby gak mungkin macem-macem." Ucap Aiden.


"Kedepannya jangan berbicara sesuatu yang aneh di depan anak nya sayang." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan memeluk Vee dengan sebelah tangan nya.


"Ini susu nya Varo?" Tanya Aiden.

__ADS_1


"Iya ini kasi ke Varo." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan memberikan susu yang dibawa Vee kepada putranya.


"Perut kamu masih suka sakit?" Tanya Aiden khawatir dengan keadaan Vee.


"Masih kalau terlalu banyak berjalan dan kalau ngerjain sesuatu yang berat." Jawab Vee, Aiden menatap istrinya dengan bingung.


"Lagian gak ada yang minta kamu kerja sayang, kamu jangan ngeyel dong jangan negrjain ini itu. Disini banyak pelayan untuk ngerjain pekerjaan rumah, udah kamu istirahat saja jaga Varo gak usah aneh-aneh." Ucap Aiden.


"Aku gak bisa kalau cuma diam saja sayang jenuh ke akunya." Ucap Vee.


"Ya kan kalau kamu bosan bisa ajak Varo ke taman belakang, yang penting kamu ga ngerjain pekerjaan yang membuat kamu capek. Aku gak mau ya kamu kenapa-kenapa apalagi kalau sampai sakit." Ucap Aiden, Vee tertawa dan menangkup wajah tampan suaminya.


"Iya sayang enggak kok aku gak akan sakit percaya deh." Ucap Vee, Aiden memanyunkan bibirnya berharap Vee menc*umnya.


"Ngapain manyun-manyun?" Tanya Vee.


"Gak di ci*m nih." Ucap Aiden.


"CK, enggak pede banget kamu." Ucap Vee tertawa kecil.


"Ci*m lah sebentar gak apa-apa." Ucap Aiden.


"Gak ya gak boleh." Balas Vee mengelus pipi suaminya.


"Yaaah malah di elus, sayang aku buka Varo yang di elus kamu langsung tidur." Ujar nya.


"Ya gak apa-apa dong kamu kan Daddy nya Varo." Balas Vee, Aiden kesal karena Vee tidak peka.


"Gak asik kamunya gak peka." Ucap Aiden, Vee tertawa mendengar perkataan Aiden.


"Sini ci*m dikit." Ucap Vee, wanita itu mengecup kening Aiden membuat Aiden tersenyum manis.


Hanya kecup kening saja sudah membuat Aiden senang, dulu lelaki itu paling anti untuk berdekatan dengan istrinya tapi kini ia yang meminta Vee untuk memeluk dan menci*m nya.


.


.


.


.


.


Aiden (Daddy Varo)



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Mon maap Thor ada masalah hidup apa si, demen banget bikin gue terjungkal-jungkal 😭


A: Sengaja biar Uun plin-plan 😂


N: Teganya dirimu Thor 😭

__ADS_1


A: 😂😂😂


__ADS_2