
Hari ini di sebuah perusahaan besar seorang bos sedang menjadi berbincangan karyawan nya, karena bos mereka tidak pernah senyum ataupun menyapa namun tidak dengan hari ini.
Aiden Giovaro sekali CEO di perusahaan itu menyapa para karyawan nya, wajah nya di hiasi dengan senyum manis yang membuat para karyawan wanita nya berbunga-bunga.
"Kamu tahu gak si baru kali ini tuan muda senyum, ahhh berasa di ajak berumah tangga." Ucap salah seorang karyawan.
"Heh, ngada-ngada kamu ya. Jangan melupakan kabar jika tuan muda sudah menikah." Ucap karyawan lainnya.
"Ah itu kan cuma gosip, mana tau kan tuan mengatakan itu agar para petinggi tidak berbondong-bondong untuk menjodohkan putrinya dengan tuan." Ucap si A.
"Eh tapi bener juga si." Balas si B.
"Kheemmmm." Dehem seseorang.
"Eh, pak bos." Ucap para karyawan kepada tangan kanan Aiden.
"Balik ke tempat kerja kalian, atau saya laporkan ke tuan muda agar memecat kalian." Ujar nya.
"Eh, enggak pak kita balik kerja kok pak. Permisi bapak ganteng." Ujar nya membuat tangan kanan Aiden menghela nafasnya.
Kini Aiden yang baru saja selesai meeting harus pergi karena ada pertemuan dengan klian lain di luar, saat Aiden akan keluar ia melihat Adelle yang sedang berdiri di lobby.
"Bang." Panggil Adelle, Aiden tidak menghiraukan nya. Dan Adelle berniat mengejar Aiden namun di tahan oleh tangan kanan Aiden.
"Maaf nona, tuan sedang sibuk." Ujar nya, Adelle terdiam. Ia tidak akan macam-macam hanya ingin memastikan benarkah jika Aiden sudah benar-benar melupakan nya.
Beberapa karyawan berbisik-bisik saat melihat Aiden yang mendiamkan Adelle, mereka heran kenapa tuan nya bisa mendiamkan Adelle yang dikenal sebagai super model.
Sementara di kediaman Justin Vee sedang membantu Dea membuat kue kering, Dea senang melihat Vee yang terlihat bahagia.
Saat keduanya sedang sibuk Mei dan Mae datang, seperti biasa Mae selalu banyak bicara daripada Dea dan Mei.
"Vee mah terbaik dah, pantes bang ai klepek-klepek udah cantik rajin pula." Ucap Mae.
"CK, Mae bilang aja ye kan mau mantu kaya Vee." Kekeh Dea.
"Gak nolak serius, kalau Vee mau di oper juga enggak apa-apa aku terima dengan senang hati." Ucap Mae, membuat Mei dan Dea tertawa.
"Udah gak bisa Mai pawang nya bisa ngamuk." Kekeh Dea.
"Adelle tidak ikut kesini aunty?" Tanya Vee kepada Mei.
"Adelle ada jadwal pemotretan hari ini sayang." Jawab Mei, Vee pun mengangguk dan tersenyum.
Semuanya menatap Vee lembut, bisa-bisanya Vee menanyakan Adelle yang notabene nya mantan Aiden. Bahkan saat Vee dan Aiden baru menikah pun Adelle masih mengejar lelaki itu.
Tak lama kemudian Aiden tiba di rumah, jangan tanya kenapa Alexi jarang ada di rumah karena lelaki itu lebih sibuk dengan dunianya sendiri.
__ADS_1
"Wooow, ramai sekali." Ucap Aiden, membuat Vee dan para ibu-ibu menoleh.
"Kau sudah pulang." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan mengecup kening Vee lembut.
"Hmmmmm, aku ke kamar dulu." Ucap Aiden, Vee pun mengangguk.
Sementara Mei, Mae dan Dea tersenyum, Mae mendekati Vee dan bertanya kepada gadis cantik itu.
"Vee pake apaan kok Aiden bisa nempel gitu si." Tanya Mae.
"Nah iya bener, padahal kan sebelum nya Aiden cuek banget sama kamu." Ucap Mei.
"Aku gak pake apa-apa kok aunty." Jawab Mei.
"Heh, jangan-jangan si Aiden udah candu lagi sama Vee." Kekeh Mae, oh my kenapa Mae menjadi rusuh seperti ini.
"Aku_ aku ke kamar dulu mom aunty." Ucap Vee, gadis itu berlari kecil ke kamar nya.
Saat tiba di kamar Vee tidak melihat keberadaan Aiden, iapun duduk di sofa beruntung Vee bisa menghindari para mommy-mommy yang meresahkan.
"Kamu kenapa?" Tanya Aiden, lelaki itu duduk di sofa dan memindahkan tubuh Vee ke atas pangkuannya.
"Ish, kenapa kau selalu seperti ini." Cebik Vee.
"Lebih enak seperti ini." Ucap Aiden, dengan tangan nya yang nakal.
"Aaaaaaaa, sakit!" Pekik Vee, lagi-lagi membuat Aiden tertawa.
"Maaf." Kekeh nya.
"Kau itu seperti anak kecil." Dengus Vee, kini kepala Aiden sedah berada di hadapannya.
"Cukup aku mau mandi." Ucap Vee.
"Mandi bersama." Ucap Aiden.
"Jangan ngarang kau baru saja selesai mandi." Ucap Vee.
"Kali ini beda aku mandi bersamamu." Ucap Aiden.
"Gak ya, gak ada mandi bareng." Dengus Vee.
Bukannya melepaskan Vee Aiden malah mempererat pelukannya, dan itu membuat Vee semakin lemah dengan perasaan nya.
Ia merasa egois karena hanya ingin memiliki Aiden sendiri, bahkan Vee tidak rela jika melihat Adelle menatap Aiden dengan tatapan lembut nya.
Namun apalah daya Vee tidak bisa memaksa Aiden untuk selalu bersamanya, karena Vee sendiri belum tahu bagaimana perasaan Aiden kepadanya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Aiden Giovaro
Veronica
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Meresahkan dunia perhaluan sekali π
A: Mon maap pala gue berat kebanyakan hallu π€£
N: Itu Thor idung Aiden nongkrong kek prosotan anak TK, idung Vee gak kalah nongkrong bayangin woy anak nya kek gimana π
A: Anak nya kek water boom Uun, udah tinggi licin pula π€£
N: Woylah gak gitu konsep nya ππ
A: Salah yaπ
N: Author Lo gak berahlak bangetπ
A: Iya pas pembagian gue telat Dateng nya jadi beginiπ
N: Heh π€£π€£π€£
A: Seneng kan Lo π
N: π€£π€£π€£*
__ADS_1