Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 288


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini terlihat orang tua Alea yang tiba-tiba berkunjung ke rumah dad Justin dan mom Dea, begitupun dengan Alia dan Haris yang selalu ingin tahu kehidupan Alea yang sebenernya.


Mereka mengira jika Alea bahagia hanya di hadapan mereka saja, mama dan papa Alea merasa ragu karena Alia yang selalu memprovokasi nya.


"Nyonya dan tuan Xavier yaampun kenapa tidak bilang dulu kalau mau kesini, untung saya sedang ada di rumah hari ini." Ucap mom Dea, nyonya dan tuan Xavier pun tersenyum.


"Maafkan kami yang datang dengan tiba-tiba nyonya Abrisham, kami tidak sempat untuk menghubungi nyonya." Ucap mama Alea.


"Tidak masalah ayok masuk nyonya." Ucap mom Dea, menggandeng tangan mama Alea.


"Bagaimana kabar anda nyonya Abrisham?" Tanya mama Alea saat mereka sudah duduk di ruang tamu.


"Kabarku baik nyonya, jadi gimana apakah kalian baik-baik saja? Sehat-sehat kan?" Tanya mom Dea, keramahan mom Dea sampai membuat Alia tercengang tak percaya.


"Ya seperti yang nyonya Abrisham lihat kami baik-baik saja." Jawab mama Alea.


"Syukurlah, oiya ini kakak nya Alea kan siapa namanya ammm Alia benar?" Ucap mom Dea.


"Benar nyonya nama saya Alia." Jawab nya, mom Dea memasang wajah ramah padahal ia tahu Alia lah yang menyebabkan kesedihan di kehidupan menantunya Alea.


"Ahh kau sudah memiliki anak rupanya, putriku juga sedang mengandung dan Alexi ah bocah itu sangat posesif akan istrinya." Ucap mom Dea, lagi-lagi membuat Alia terkejut saat mom Dea menyebut jika Alea adalah putrinya.


"Ya kami juga melihat jika Alexi begitu menyayangi Naura, dan kami bahagia akan hal itu." Ucap nyonya Xavier.


"Ah iya karena selama ini Alexi tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain Alea, jadi saat bertemu dengan Alea dia ngebet ingin bersama dengan gadis cantik itu." Ucap mom Dea.


"Nyonya kami senang karena Naura begitu di sayangi disini." Ucap nyonya Xavier, mom Dea hanya tersenyum manis saja.


"Ah aku sampai lupa kalian kesini pasti ingin bertemu dengan Alea, dia sedang berada di taman belakang bersama dengan Alex, kakak dan Daddy nya. Ada juga saudaranya yang sedang berkunjung ke sini." Ucap mom Dea.


"Bolehkah kami melihatnya?" Tanya Alia.


"Oh tentu boleh ayok saya akan mengantar kalian untuk bertemu dengan Alea." Ucap mom Dea, merekapun berjalan menuju taman belakang mengikuti langkah kaki mom Dea.


Sementara di taman belakang terlihat dad Justin, Aiden, Alexi, dan Axel yang sedang memanjat pohon mangga atas permintaan Alea dan Tiana, bahkan mereka tertawa kala Aiden di gigit semut sampai meringis.


"Dad ayok dad itu yang di belakang Daddy sangat besar." Teriak Alea antusias.


"Sayang suami kamu itu aku kenapa malah menyemangati Daddy?" Protes Alexi.


"Sayang baby ingin menyemangati Daddy gimana dong." Ucap Alea, Vee dan Tiana tertawa kecil.


"Sudahlah Al bagaimanapun juga pesona Daddy kamu ini gak pernah terkalahkan." Ucap dad Justin bangga.

__ADS_1


"Dad ingat ya dad ya Alea itu menantu Daddy jadi gak usah aneh-aneh." Ucap Alexi.


"Dad ayok petik dad petik." Teriak nya lagi, suara teriakan Alea terdengar sampai ke berbagai sudut halaman belakang bahkan sampai ke lorong yang menuju taman belakang.


"Alea Daddy dapat." Ucap dad Justin, menunjukan tangan nya yang memegang buah mangga.


"Wooww itu sangat besar." Ucap Alea, tanpa Alea sadari ada keluarga nya yang melihat pemandangan itu.


"Lihat Al istrimu sangat bahagia ketika Daddy berhasil memenangkan nya." Ucap dad Justin.


"Calon cucumu yang bahagia bukan istriku." Teriak Alexi tak terima.


"Kamu masih saja tidak menerima kenyataan." Cibir sang Daddy.


"Lihatlah Alea hanya kamu yang bisa membuat Daddy rela memanjat pohon hanya untuk memetik buah mangga yang kamu inginkan, kami saja para putranya tidak berani melakukan itu." Teriak Aiden yang masih berada di atas pohon, Alea tertawa ia senang karena semua keluarga begitu menyayangi nya.


Lomba memetik mangga pun selesai dad Justin turun dan memberikan mangga yang ia petik kepada Alea, wanita itu tersenyum dengan mata berbinar.


"Kamu senang?" Tanya Alexi, lelaki itu berdiri di samping Alea.


"Aku senang." Jawab nya menunduk, dad Justin mengelus kepala Alea lembut.


"Apapun akan Daddy lakukan untuk putri-putri Daddy, katakan apa yang kamu inginkan oke." Ucap dad Justin, Alea mengangguk dan tersenyum.


"Hmmm, sama-sama girls." Ucap dad Justin, tak lama Vee dan Aiden mendekati Alea yang berdiri tepat di hadapan Daddy.


"Alea ini mangga yang di petik Aiden untuk kamu saja." Ucap Vee.


"Tapi kakak?" Tanya Alea.


"Tidak apa-apa melihat kamu tersenyum itu sudah membuatku bahagia." Ucap Vee, Tiana tersenyum dan menghampiri Alea dengan pinggang yang di rangkul oleh Axel.


"Bolehkah aku memakannya bersama dengan kamu?" Tanya Tiana, Alea mengangguk senang hal itu membuat mom Dea tersenyum lalu memanggil Alea.


"Alea sayang." Panggil mom Dea.


"Iya mom." Sahut nya, mata Alea terpaku saat melihat mama, papa, Alia dan Haris di kediaman mertuanya.


"Ada keluarga kamu yang berkunjung, sebaiknya kamu berbincang dengan mereka mommy dan yang lain akan menunggu di dalam." Ucap mom Dea, Alea terdiam ia bingung kenapa orang tuanya sampai datang kesini.


"Kenapa tumben sekali mama dan papa kesini?" Tanya Alea, saat keluarga Alexi masuk kedalam rumah.


"Mama hanya ingin memastikan jika mereka benar-benar memperlakukan kamu dengan baik." Ucap mama.

__ADS_1


"Tanpa mama memastikannya mereka memang memperlakukan aku dengan baik ma, tidak perlu seperti ini bagaimana jika mereka tahu tujuan mama. Bukankah itu akan menyinggung perasaan mommy dan Daddy ku." Ucap Alea.


"Naura kamu tidak sepantasnya bersikap seperti ini kepada mama, kenapa karena mereka menyayangi kamu dan membuat kamu merasa mama tidak menyayangi kamu." Ucap Alia.


"Cukup Alia aku tahu semua ini akibat perkataan kamu, kamu yang sudah memprovokasi mama sampai mama tidak percaya kepada suamiku sendiri." Ucap Alea, Alia terdiam mendengar perkataan Alea.


"Aku tidak memprovokasi mama." Balas Alia.


"Lalu ini apa? Jika mama dan kamu datang kesini untuk menjengukku maka aku sangat berterima kasih atas perhatian kalian, tapi ini pa bukankah ini akan membuat mereka membenciku?" Lirih Alea, kini matanya terlihat berkaca-kaca.


"Naura maafkan mama kamu nak, kamu tahu bagaimana mama kamu sejak dulu dia selalu khawatir atas kenyamanan kamu." Ucap papa.


"Tidak dengan seperti ini pa, aku baik-baik saja datanglah dengan niat yang baik. Dan untuk kamu Alia aku tahu kamu selalu merasa iri dengan apa yang aku miliki, maka dari itu kamu selalu berusaha menghancurkan semua yang menjadi sumber kebahagiaan ku. Tapi kali ini jika kamu masih berani berkutik dan menghasut mama atau mengatakan yang tidak-tidak kepada mama, maka aku berjanji akan merenggut semua yang sudah menjadi milik kamu aku akan membuat kamu kehilangan semuanya." Tegas Alea.


"Maksud kamu apa?" Teriak Alia.


"Ma Alea sayang mama Alea mohon mama percaya Alea baik-baik saja, putri mama baik-baik saja sungguh." Ujarnya, mama mengangguk dan memeluk Alea tak lupa mama juga mengecupi setiap inci wajah cantik putrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Mantep banget si Alia makin kepanasan 😂*


A: Kebakaran jenggot gak tuh 😂


N: Pala nya ber asap bisa jadi 🤣


A: Woow 😂

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣


__ADS_2