Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 308


__ADS_3

Hari ini Vee berjalan menuruni anak tangga dan melihat sekeliling rumah yang terlihat sepi, tiba-tiba saja ingatan nya yang tajam mengingat siaran mukbang yang ia tonton tadi.


Dengan langkah cepat Vee berjalan ke dapur, Vee mencari sesuatu yang ia inginkan beberapa pelayan menghampiri Vee untuk menyapa nya.


"Nona apa yang sedang anda lakukan?" Tanya pelayan itu membuat Vee cukup terkejut.


"Ah kau mengagetkan aku." Ucap Vee.


"Maafkan saya nona." Ujar nya, Vee mengangguk dan tersenyum manis.


"Tidak masalah am bisakah kau pergi tolong katakan kepada yang lain juga jangan pedulikan aku, kerjakan saja pekerjaan kalian." Ucap Vee, cukup membuat pelayan itu mengernyit heran.


"T_tapi nona." Ujar nya takut.


"Tidak apa-apa aku hanya ingin melakukan sesuatu yang aku inginkan." Ucap Vee, akhirnya pelayan itupun mengangguk dan tersenyum manis lalu meninggalkan Vee di dapur.


Vee mencari ke berbagai tempat namun tidak ada yang ia butuhkan sampai pada akhirnya Vee menemukan sesuatu yang ia cari di lemari penyimpanan makanan, matanya membulat sempurna dan berbinar lidahnya menjilati bibir nya membayangkan betapa nikmatnya memakan mie instan dengan sayuran dan telur setengah matang.


Membayangkan nya saja membuat Vee ngiler, ia melihat-lihat semoga saja suaminya tidak ada lebih tepatnya masih sibuk di ruang kerja nya.


Vee memasak nya dengan hati berbunga-bunga karena ia berhasil memakan sesuatu yang ia inginkan, Vee menunggu sampai mie yang ia masak matang.


Dan setelah matang Vee mengangkat nya kedalam mangkuk dan ia letakkan di atas meja makan, rasanya Vee tidak sabar untuk menyantap mie instan yang ada di hadapannya.


Saat ingin memasukkan suapan pertama kedalam mulutnya Alea muncul dengan menopang dagunya hal itu membuat Vee sangat terkejut, Vee hampir berteriak jika Alea tidak menutup mulutnya.


"Kau kenapa bisa ada disini sejak kapan kamu disini." Ucap Vee.


"Sejak kau melakukan gerak-gerik yang mencurigakan aku sudah duduk disini, apakah mie instan membuat kamu tidak sadar jika ada orang lain disini." Ucap Alea, Vee menghela nafasnya dan menatap Alea dengan lembut.


"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Vee.


"Sejak kapan Abang mengijinkan kamu memakan mie instan? Apakah Abang tahu tentang ini?" Tanya Alea.


Vee menggelengkan kepalanya ia mengedarkan pandangannya, dan menatap dengan memohon agar Alea tidak memberi tahu suaminya.


"Ada apa?" Ucap Alea.


"Jangan kasih tahu Aiden aku mohon." Ucap Vee, Alea menggelengkan kepalanya membuat Vee ketar-ketir.


"Kita boleh selalu mendukung tentang segala hal tapi tidak dengan ini, kau baru saja sembuh dari sakitmu Veronica." Ucap Alea, yang memanggil nama Vee tanpa embel-embel kakak.


Ya, beberapa hari lalu Vee memang sakit karena terlalu banyak makan pedas dan itu mengganggu pencernaan nya. Maka dari itu Aiden berusaha keras untuk menjaga pola makan istrinya.


"Alea kita bagi dua bagaimana." Ucap Vee, Alea menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"No no." Ucap Alea.


"Ayolah aku menginginkan nya." Ucap Vee.


"Aku tidak peduli yang aku takutkan hanya satu kau sakit mengerti!" Ucap Alea, Vee menunduk berharap Alea kasihan kepadanya.


"Mbak." Panggil Alea kepada pelayan.


"Iya nona ada yang bisa saya bantu." Ucap seorang pelayan wanita.


"Singkirkan mie instan itu dari hadapannya kau tidak ingin tuan Aiden marah bukan, maka aku dengan baik hati membantu kamu untuk mengawasi nya." Ucap Alea, Vee menganga mendengar perkataan Alea.


"Alea kau bersungguh-sungguh ternyata." Ucap Vee.


"Aku tidak pernah bercanda mengenai orang-orang yang aku sayangi." Ucap Alea, Vee menelan saliva nya saat seorang pelayan membawa pergi mie itu.


"Mie ku." Lirih Vee.


"Hmmm, dan kalian jauhkan mie dari jangkauan Vee jika tidak tuan muda tampan kesayangan kalian itu akan mengamuk!" Ucap Alea menakut-nakuti, Vee benar-benar frustasi atas sikap adik iparnya.


"Pergi saja kau Alea." Teriak Vee, Alea tertawa puas melihat wajah kesal Vee.


"Ya aku memang akan pergi setelah menyelesaikan urusan ku." Ucap Alea, Vee mendengus menatap kepergian adik ipar nya.


"Yaampun punya adik ipar baik perhatian gak enak juga, tapi kalau ngeselin kaya Alia juga bikin darah tinggi kalau sudah seperti ini aku harus eotteohge (gimana)." Ucap Vee frustasi, sementara Alea hanya tertawa puas melihat wajah memelas.


...


Malam hari saat makan malam mom Dea memperhatikan Vee dan Alea, wajah Alea terlihat menyebalkan karena selalu tersenyum mengejek kepada Vee.


Dan wajah Vee terlihat seperti orang kesal kepada Alea, mom Dea berpikir tidak mungkin kan jika kedua putrinya bertengkar.


"Kalian kenapa ada masalah?" Tanya mom Dea, membuat Alexi dan Aiden menatap para istri mereka.


"Tidak." Balas Vee.


"Alea kamu kenapa senyum-senyum." Ucap sang mommy.


"Tidak apa-apa mom." Ucap Alea.


"Sayang kamu kenapa." Tanya Aiden kepada Vee.


"Ah tidak sayang aku tidak apa-apa." Ucap Vee.


"Kak Vee baru saja sembuh bukankah jangan makan yang pedas dulu, aku sengaja meminta mbak untuk membuat sayur bening dan ayam goreng untuk kak Vee." Ucap Alea semakin membuat darah Vee mendidih.

__ADS_1


"Perhatian sekali adikku sayang terimakasih banyak." Ucap Vee, memakan makanan nya dengan sedikit kesal.


Sementara Alea menahan tawa nya karena di perhatikan oleh dad Justin dan mom Dea, Alexi dan Aiden hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan Vee dan Alea.


Setelah selesai makan malam semua orang kembali ke kamar nya, sementara Alea dan Vee membantu mbak merapikan meja makan.


"Aku akan membalas semuanya." Ucap Vee.


"Ah benarkah? Aku sangat menunggu masa-masa itu." Ucap Alea tertawa kecil.


"Alea." Geram Vee.


"Iya kakakku sayang." Sahut Alea, Vee menghela nafasnya dan mengusap dada nya.


"Sabar Vee sabar bagaimanapun dia adikmu dan wanita yang dicintai oleh adikmu, dan dia adalah putri bungsu dari mommy mu sabar." Ujar nya, Alea tertawa puas mendengar nya.


"Benar kau harus sabar karena memiliki adik yang super perhatian seperti aku." Ucap Alea terkekeh kecil.


"Kembalilah ke kamarmu adik kecil." Ucap Vee.


"Aku sudah punya anak jika kau lupa anakku hampir seusia dengan anakmu nona." Ucap Alea, Vee menatap Alea tajam melihat tatapan tajam dari Vee tentu saja Alea langsung berlari menuju kamar nya.


Sementara Vee meneguk segelas air putih sampai habis, ia benar-benar tidak percaya jika Alea melakukan ini. Namun dibalik itu Vee merasa senang karena Alea benar-benar menyayangi nya.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Pengen adik kaya Alea 😂


A' Gaenak masa gaboleh makan mie 😌


N: Selama sakit doang gaboleh nya Uun 😁

__ADS_1


A: Tetep aja gaenak 😌


N: Serah Lo dah 😌


__ADS_2