
Malam hari Vee melihat Aiden yang sedang berdiri di balkon kamar, ia tidak menghiraukan itu karena yang Vee fikirkan mungkin Aiden sedang memikirkan Adelle.
Vee berjalan ke ruang ganti lalu mengenakan pakaian tidur nya, setelah itu Vee kembali keluar kamar dan bertepatan dengan Alexi yang juga keluar dari kamar nya.
Alexi tersenyum sekilas kepada Vee sementara Vee hanya menatap Alexi dengan diam, Anes yang melihat itu tersenyum.
"Kau kenapa Vee?" Tanya Anes, Vee yang terkejut menoleh.
"Tidak apa-apa." Jawab Vee.
"Kau disini." Ucap Aiden tiba-tiba, lelaki itu memegang tangan Vee di hadapan Anes.
"Ajaklah dia ke kamar jangan dibiarkan berkeliaran sendiri." Ucap Anes sedikit meledek.
"Ayok." Ajak Aiden tanpa membalas ucapan sang adik.
Anes menatap Aiden dan Vee yang masuk kedalam kamar, ia tersenyum namu tiba-tiba senyumnya hilang saat mengingat wajah Adelle.
Di dalam kamar Aiden menyuruh Vee berbaring dan tiba-tiba Aiden memeluk nya, hal itu membuat Vee terkejut.
"Ai kau kenapa?" Tanya Vee.
"Biarkan seperti ini Vee, aku ingin tahu bisakah aku merasa nyaman saat berada di dekat mu." Ucap Aiden, Vee pun terdiam.
Keesokan harinya posisi tidur Vee dan Aiden saling berpelukan, Vee menatap Aiden yang masih memejamkan matanya.
"CK, ganteng juga ternyata." Gumam Vee.
"Hidung mancung, bibir tipis mata sipit ahhh berasa sempurna banget." Ujar nya lagi.
"Udah puas mandangin nya." Ucap Aiden tiba-tiba, membuat Vee terkejut.
"Ka_kamu sudah bangun." Ujar Vee.
"Dari tadi." Ucap Aiden, kini lelaki itu membuka matanya dan menatap Vee yang berada di dalam pelukannya.
"Aku_ Aku mau mandi ai." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil melihat Vee yang grogi.
"Mandilah karena tubuhmu bau." Ledek Aiden, membuat Vee menatap nya tajam.
"Sembarangan aku wangi mana ada bau." Dengus nya, saat Vee menghilang dibalik pintu kamar mandi. Aiden tertawa dan memejamkan matanya kembali.
Duruang makan terlihat begitu hening karena tidak ada yang berbicara, hanya ada suara dentingan piring dan sendok.
"De bunda sudah kasih tahu Dena mengenai Aiden yang sudah menikah." Ucap bunda Sisil, membuat Aiden terdiam begitupun dengan Vee. Siapa lagi Dena kenapa banyak sekali yang tidak Vee kenal di keluarga Aiden.
"Lalu bagaimana pendapat gadis kecil itu." Ucap Justin.
"Tentu saja adikmu itu begitu bahagia mendengar kabar pernikahan Aiden dan Vee, apalagi saat ayah mengirimkan foto Vee kepada Dena." Ucap bunda Sisil, Dea tersenyum ia tahu jika Dena akan mendukung setiap keputusan keluarga nya.
"Aunty bilang dia belum bisa kembali mom, karena sibuk dengan urusan Rafael dan Ayaza." Ucap Anes.
__ADS_1
"Biarkan saja sayang, biarkan aunty mu mengurus keluarga nya dengan baik. Semalam juga Keanu menghubungi bang Justin jika dia tidak bisa pulang saat pernikahan Arka dan Adelle." Ucap Dea membuat Vee melirik Aiden, akankah Vee berhasil menggantikan posisi Adelle di hati Aiden.
"Apa tidak sebaiknya kalian honeymoon dulu sebelum pernikahan Adelle dan Arka, kalian bisa kembali saat pernikahan nya dilaksanakan." Ucap Alexi, membuat Justin menoleh, sementara Vee memegang sendok dengan erat.
"Apakah harus seperti itu?" Tanya Aiden.
"Tentu, aunty Dena sudah menyiapkan semuanya dan kalian hanya tinggal menikmati masa honeymoon kalian saja." Ucap Anes, Vee memicingkan matanya menatap Anes.
Sementara Anes tersenyum penuh kemenangan, ia tidak habis fikir dengan Anes yang lebih semangat mengatur rencana honeymoon.
"Ide bagus, kau tahu aunty mu tidak pernah salah dalam memilih tempat." Ucap Dea, Aiden dan Vee saling pandang.
Baiklah saat ini Vee sedang merasa tersudutkan oleh keadaan yang membahas mengenai honeymoon, rasanya ingin sekali Vee menenggelamkan tubuh nya di dasar laut kalau bisa.
"Baiklah kita akan pergi besok." Ucap Aiden membuat Vee tersedak, Vee menatap Aiden dengan tajam.
...
Siang hari Arka menemui Aiden di kantor nya, sebenarnya Aiden malas untuk menemui Arka namun Aiden tahu ia menjadi yang paling tua maka dari itu Aiden harus bersikap bijak.
"Kau sudah datang." Tanya Aiden, menatap Arka.
"Hmmmmm, aku baru saja sampai." Jawab Arka.
"Duduklah." Ucap Aiden, Arka pun duduk di sofa ruang kerja Aiden.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Aiden.
"Sudah kuduga, apa yang ingin kamu tanyakan." Ucap Aiden.
"Maaf jika ini menyinggung masalah pribadi bang." Ujar Arka.
"Hmmmmm." Balas Aiden.
"Apa yang sudah kau lakukan selama menjalin hubungan dengan Adelle?" Tanya Arka membuat Aiden mengernyit.
"Apa maksudmu?" Tanya Aiden.
"Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tidak pernah menyentuh Adelle lebih jauh bang, tapi jika iya maka aku akan melepaskan Adelle." Ucap arka membuat Aiden tersenyum sinis.
"Aku tidak seb*ruk itu Arka apakah kau pernah mendengar jika aku berlaku kelewat batas, aku tahu selama kau pergi kau selalu mengawasi aku dan Adelle bukan." Ucap Aiden.
"Aku hanya bertanya bang." Lirih Arka.
"Aku tidak pernah melakukan hal yang akan merusak harga diri wanita kau tahu, jangankan Adelle selama aku menikah dengan Vee baru semalam aku menyentuhnya di atas tempat tidur." Ucap Aiden, menyentuh yang Aiden maksud adalah memeluk Vee di atas tempat tidur.
"Maaf bang." Ucap Arka.
"Apa ada yang terjadi Arka?" Tanya Aiden, merasa ada yang tidak beres.
"Tapi adelle_" Ucap Arka terhenti saat Vee dan Anes masuk kedalam ruang kerja Aiden.
__ADS_1
Aiden yang sedang berusaha untuk menerima Vee tersenyum melihat gadis cantik yang berdiri di ambang pintu, Anes berjalan dan menyerahkan beberapa berkas.
"Ini berkas yang kau minta kak, sedang apa kau disini Arka?" Tanya Anes.
"Tidak ada, aku hanya sedang mampir saja." Jawab Arka, Anes tersenyum tipis.
"Kau mengajak Vee?" Tanya Aiden.
"Ah iya, tadi aku melihat Vee sedang menunggu taksi jadi aku mengajak nya ikut denganku." Jawab Anes, sementara Vee hanya diam saja tanpa berbicara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Si Adelle kenapa lagi dah π
A: Adelle meresahkan ya bundπ
N: Hmmmmm, meresahkan banget bund π
A: Sabar ya bund ya π
N: Ngokhey gue selalu sabar kok π
A: Bagus kalo gitu ya kan gak ngamok-ngamokπ
N: Ya enggak lah πππ*
A: πππππ*
__ADS_1