Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 122


__ADS_3

Malam hari di sebuah kamar mewah terlihat dua wanita yang tengah berbincang, Aleta baru keluar dari kamar mandi sementara Anes wanita itu sedang berbaring di tempat tidur nya.


"Ta besok ada pertemuan dengan klien dari pulau B." Ucap Anes, Aleta mengangguk membuat Anes tersenyum menggoda.


"Iya tuan A kan." Ucap Aleta.


"Hmmmmmm, ngomong-ngomong tuan a masih single ta boleh lah sikat." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil.


"Sikat lah nes, udah gitu jangan lupa jemur terus setrika." Ucap Aleta, membuat Anes mendengus karena Aleta malah menganggap Anes bercanda.


"Aleta plis ya aku lagi serius ya, bisa-bisanya malah bercanda." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil lalu duduk di samping Anes.


"Iya iya nona muda, tuan A memang masih single tapi jangan lupa para wanita yang mengincar tuan A Anes." Ucap Aleta, benar juga si tuan A yang di maksud oleh Aleta memang dekat dengan banyak wanita.


Saat sedang berbincang ponsel Aleta berdering menandakan panggilan masuk, namun Aleta merasa heran karena nomor itu tidak memiliki nama. Yang artinya belum tersimpan di kontak telepon Aleta.


"Siapa?" Tanya Anes saat melihat wajah bingung Aleta.


"Gak tau nomor tidak dikenal." Ucap Aleta, Anes hanya mengangguk dan ber- oo ria.


Aleta memutuskan untuk tidak menjawab panggilan tersebut, namun seperti tidak ingin menyerah nomor itu terus menghubungi Aleta. Hingga akhirnya Aleta merasa kesal dan mengangkat panggilan masuk itu.


"Ya Hallo, maaf ini siapa?" Ucap Aleta.


"Dengan nona Aleta." Balas nya.


"Hmmmmmm, iya benar." Ucap Aleta.


"Begini nona_" Orang itu berbicara dengan serius, entahlah apa yang mereka bicarakan sampai membuat wajah Aleta berubah menjadi sedikit panik.


"Apa? Baiklah saya akan segera kesana." Ucap Aleta, Anes tersentak saat Aleta berbicara dengan sedikit berteriak.


"Jantung aku ta." Ucap Anes mengelus dada nya.


"CK, sorry nes. Oiya aku ada urusan sebentar nanti bukain pintu oke." Ucap Aleta, Anes menganga ia masih mencerna perkataan Aleta.


"Aleta mau kemana?" Tanya Anes, saat Aleta sudah melesat keluar kamar.


Aleta berlari keluar dengan memakai jelana jeans hitam, dan kaos hitam tangan panjang yang sedikit kebesaran. Karena memang ia begitu buru-buru, untunt saja setelah mandi tadi Aleta memakai celana jeans sebelum ganti pakai baju tidur.


"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Dea, Aleta menghentikan langkahnya dan menatap mommy Dea.


"Aku ada urusan sebentar mom, tidak akan lama janji." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Baiklah hati-hati, ingat jangan kebut-kebutan." Ucap Dea, Aleta pun mengangguk dan kembali berlari keluar dari rumah.


Aleta melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia merasa ingin segera sampai di tempat tujuan, bahkan wanita itu terlihat sedikit gelisah.


Disinilah Aleta berada di sebuah klub Aleta memandang nanar bangunan yang terlihat ramai itu, dengan rasa takut Aleta memberanikan diri untuk masuk kedalam sana.


Jika dibandingkan dengan Lolita memang sangat berbeda, Aleta hanya berani ketempat seperti itu jika ada Anes disampingnya. Namun jika sendiri nyali Aleta akan menciut lebih dulu.


Aleta masuk dan mengedarkan pandangannya ke semua arah, dan akhirnya Aleta menemukan seseorang yang dicarinya.


"Lolita apa yang kamu lakukan?" Pekik Aleta, Lolita tertawa mendengar pertanyaan Aleta.


"H*ncurkan, semuanya harus h*ncur Hahaha." Ujar nya.


"Tidak seperti ini Lolita, Azka akan kembali jika kamu baik-baik saja." Ucap Aleta, Lolita menatap Aleta dengan garang.


"Bohong, itu semua bohong. Kalian mengatakan hal seperti itu karena kalian tidak tahu apa yang aku rasakan, kamu tahu apa yang aku rasakan." Ucap Lolita, air matanya mengalir deras membuat Aleta merasa tidak tega.


"Kita pulang, jangan seperti ini Azka tidak akan menyukai kamu jika kamu malah seperti ini." Ucap Aleta, Lolita menepis tangan Aleta kasar.


"Jangan sentuh aku, Azka sudah tidak menyukai aku setelah aku tidur dengan dia. Kau tahu aku sudah kehilangan keper*wananku." Racau nya, dan Aleta sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Lolita.


"Apa maksud kamu?" Tanya Aleta, wanita itu masih berusaha untuk membawa Lolita keluar dari tempat itu.


"Kamu bisa berhenti mengoceh tidak, tubuhmu sangat berat sekali." Sengit Aleta.


"Hahaha, tentu saja aku berat karena dalam tubuhku ada nyawa lain." Ujar nya, membuat Aleta semakin kesal.


Kenapa orang klub itu harus menghubungi Aleta, kenapa tidak menghubungi keluarga Lolita saja.


"Cukup Lolita, kenapa kamu seperti ini hah? Harusnya kamu sadar kenapa Azka meninggalkan kamu, apakah selama kalian pacaran Azka pernah menyentuh kamu hmmmmmm?" Ucap Aleta berapi-api, ia capek menggandeng tubuh Lolita.


"Tidak, maka dari itu aku mencari kebebasan, kesenangan, dan kepuasan di orang lain. Karena Azka terlalu menjagaku Aleta." Racau nya, ia terus saja menangis membuat Aleta merasa malas.


Aleta menghubungi keluarga Lolita dan meminta supir untuk menjemput nya, Aleta sudah mulai malas kepada wanita itu.


Fikiran Aleta melayang kepada Azka dimana sekarang lelaki itu, sesakit itukah yang dirasakan oleh Azka. Kenapa Lolita bisa tega melakukan semua itu.


Bagaimana jika Azka merasa trauma dan bersikap dingin kepada setiap wanita, karena rasa sakit yang diberikan oleh Lolita.


"Nona." Panggil seseorang, yang tak lain adalah supir Lolita.


"Ini bawa nona kamu pulang." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Aku tidak mau, aku ingin Azka." Teriak Lolita.


"Azka tidak akan mau bertemu dengan kamu." Tegas Aleta, membuat Lolita menatap nya kesal.


"Aku ingin Azka." Teriak nya lagi.


"Bodo amat aku gak peduli." Ucap Aleta berlaku meninggalkan Lolita bersama supir nya, kedua orang itu menatap kepergian mobil Aleta.


Dalam mobil Aleta banyak berfikir hingga akhirnya memutuskan sesuatu, ia harus mencari tahu tentang semua ini. Tunggu, kenapa Aleta begitu peduli kepada si Titan Azka? Bukankah selama ini Azka selalu membuat Aleta kesal dan emosi, ah sudahlah biarkan saja anggap saja ini sebuah rasa berprikemanusiaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Lolita Ngadi-ngadi, besok gue kirim petasan bom kerumah Lo loly 😏*


A: Sabar UN sabar 😂


N: Semosi gue 😭


A: Mohon bersabar ini ujian 😂


N: mengemosikan 😒


A: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2