
Di negara lain sepasang suami istri tengah bersiap untuk kembali ke tanah air nya, sudah cukup lama mereka berlibur bahkan Aiden sudah di teror oleh Azka dan Axel.
"Sudah siap?" Tanya Aiden, Vee pun mengangguk.
"Ayok." Ajak Aiden, kini lelaki itu berjalan menggandeng tangan Vee.
Aiden membukakan pintu mobil untuk Vee, setelah itu ia berjalan memutari mobil dan masuk. Tak harus menunggu lama Aiden sudah pergi dari hotel yang ditempati oleh nya.
Dalam perjalanan Vee hanya diam dan menatap ke kaca mobil, ia tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan perasaan bahagia nya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan mereka pun tiba di tanah air, Aiden menggandeng Vee untuk berjalan keluar dari Bandara.
"Ai, kamu sakit?" Tanya Vee melihat wajah pucat Aiden.
"Tidak, aku hanya sedikit kelelahan mungkin." Ucap Aiden, ah benar selama bulan madu saja Aiden banyak begadang. Selain membuat Aiden junior, juga harus memeriksa beberapa laporan kantor nya.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah, Aiden memeluk Vee mencari kenyamanan. Sementara Vee mengelus kepala Aiden dengan lembut.
"Jangan sakit." Lirih Vee, Aiden tertawa.
"Gak lah mana ada sakit, aku kan masih perjuangin anak aku." Kekeh nya, Vee mendengus mendengar penuturan Aiden.
"Anak nya belum ada sayang, sabar ya." Ucao Vee, Aiden terdiam benar Vee belum hamil.
"Aku tidur ya, kalau udah sampai bangunin aku." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia mengelus pipi Aiden. Dalam hatinya Vee merasa bersalah kenapa dirinya belum hamil juga.
(Tuhan mungkin aku terlalu banyak meminta, setelah aku meminta untuk mengembalikan suamiku dan memberikan cinta juga kasih sayangnya untukku. Bolehkah aku kembali meminta agar kau segera mengirimkan malaikat kecil kedalam rahimku.) Batin Vee, karena wanita manapun akan bersedih jika melihat suaminya sangat mengharapkan kehadiran seorang anak.
"Nona kita sudah sampai." Ucap pak supir membuyarkan lamunan Vee.
"Ah iya, pak tolong bantu saya untuk menurunkan barang-barang ya." Ucap Vee.
"Baik nona." Jawab pak supir itu keluar dari dalam mobil.
"Ai, hey kita sudah sampai." Ucap Vee, namun Aiden sama sekali tidak bergeming.
"Da_daddy." Panggil Vee.
"Emmmhhh." Lenguh Aiden, Vee benar-benar merasa kasihan. Sebelum kembali Aiden berkata panggil aku Daddy jika kamu akan membangun aku, kalau tidak sayang oke.
"Kita sudah sampai?" Tanya Aiden.
__ADS_1
"Hmmmmm." Balas Vee, Aiden yang melihat wajah sedih Vee tersenyum lembut.
"Jangan terlalu difikirkan sayang, aku akan selalu bersama kamu." Ucap Aiden.
"Janji?" Tanya Vee.
"CK, tentu saja memangnya aku akan kemana." Kekeh nya, Vee tersenyum.
Kini keduanya sudah berjalan masuk kedalam rumah, Dea yang melihat kepulangan anak dan menantunya menjadi heboh.
"Kalian sudah pulang, ayok Vee istirahat jangan terlalu lelah kalian baru saja honeymoon." Ucap Dea, Vee tersenyum geli.
"Mom aku pulang honeymoon, bukan pulang dari rumah sakit." Kekeh Vee.
"Tidak masalah, mom tahu kalian lelah ayok cepat istirahat." Ucap Dea, akhirnya Aiden pun mengajak Vee untuk pergi ke kamar nya.
Di tempat lain tepatnya di sebuah perusahaan terlihat tiga wanita yang sedang berbincang, Adelle, Anes dan Aleta.
"Aku dengar-dengar model yang siapa senior nya Adelle ya, mau kembali ke tanah air." Ucap Aleta.
"Huh? Siapa?" Tanya Anes.
"Ish, senior nya Adelle itu loh." Ucap Aleta.
"Yaampun, padahal selain senior dia juga saingan nya Adelle." Ucap Aleta.
"Apa, Saingan?" Tanya Anes.
"Hmmmmm, saingan dalam memenangkan hati dan cinta seorang Aiden Giovaro." Ucap Aleta, Anes dan Adelle saling pandang.
"Ta kaya nya kamu wajib dikasi penghargaan deh, semua informasi kamu tau." Ucap Anes.
"Kalau soal permodelan dan skandal para model aku tahu nes, tapi kalau soal yang lain mom maap aku lemah." Ucap Aleta.
"Lagian heran tau Mulu ini anak." Ucap Adelle.
"Tapi kamu udah ngelupain bang ai kan dell?" Tanya Aleta, Adelle tersenyum.
"Lupa ah, cebong nya Arka menuju jadi." Kekeh Adelle.
"Yakin nih? Tar lupa nya dimulut doang." Kekeh Anes.
__ADS_1
"Gak lah nes, aku mau punya anak kalau dulu mami aku pernah bikin kesalahan. Aku gak au kecewain papi dengan kesalahan yang sama." Ucap Adelle, Anes dan Aleta saling pandang.
"Kamu baik kok aku tahu itu." Ucap Anes, Adelle mengangguk dan tersenyum.
Ia senang saat Anes dan Aleta kembali baik, mom Mae benar Adelle tidak bisa serakah. Ia sudah diberi suami dan sahabat yang baik, Adelle tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ia genggam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Dikit dulu tangan othor pegel 😂
N: Faktor U bukan Thor 🤣
A: Heh, gue Masi muda dong 😂
N: Hati-hati lebih tua gue 🤣
__ADS_1
A: Bisa jadi Uun 😂
N: sue🤣🤣🤣*