Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 171


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi semua orang berkumpul di ruang makan, Ayaza sudah duduk bersama El juga keluarga yang lain lebih dulu.


Mereka hanya tinggal menunggu kehadiran Anes, Alexi menatap sang mommy yang sedang mengambil makanan untuk Daddy nya.


Begitupun dengan Dena juga mengambil makanan untuk Keanu, tak lupa Vee yang juga mengambilkan makanan untuk suaminya Aiden.


Hanya Alexi dan Rafael yang tidak memiliki pasangan disana, Anes tengah berjalan menuruni anak tangga membuat para keluarga menatap nya.


"Ada apa kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Anes, ia bingung dengan para keluarga nya.


"Anes." Panggil Dena.


"Kenapa?" Sahut Anes.


"Dua hari lagi acara pertunangan Azka dan Aleta dilaksanakan, kamu beneran tidak ada niat untuk tunangan juga." Ucap Dena membuat Alexi, dan Aiden tertawa mendengar perkataan aunty nya.


"Maksudnya aunty gimana?" Tanya Anes.


"Maksudnya aunty itu kali aja gitu kamu mau numpang tunangan di pesta nya Aleta." Ceplos Aiden, membuat Anes menganga.


"Hah, Yang benar saja aku numpang tunangan di pesta orang." Ucap Anes membuat Dena, Keanu dan yang lain tertawa.


"Tidak apa-apa kak seru." Ucap Ayaza, Anes menggelengkan kepalanya ia tak habis pikir dengan aunty nya.


"Untuk apa kalian semua menjodohkan aku dengan Deandra, yang katanya lelaki kaya dan berpengaruh jika acara pertunangan aku numpang di pesta nya Aleta." Ucap Anes mendramatisir.


"Ngirit biaya kan tidak masalah." Goda Vee, mereka semua sengaja menggoda Anes.


"Vee keluarga Gavriel bukan keluarga sembarangan kan, mereka kaya mungkin lebih kaya dari kita. Kenapa harus ngirit kita kan bisa memanfaatkan kekayaan nya jika hanya untuk pesta." Ucap Anes, Keanu menggelengkan kepalanya. Anes benar-benar seperti Dena tidak ada bedanya, yang berbeda hanya satu jika dulu Kean bisa langsung mendapatkan Dena, kali ini tidak dengan Deandra lelaki itu dan Anes bagaikan air dan minyak.


Keduanya suka sekali bertengkar, namun pertengkaran keduanya terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Sudah-sudah kalian ini malah bercanda." Ucap Dea.


"Sayang hari ini kamu beneran mau ikut Aiden ke kantor?" Tanya Dena kepada Vee.


"Hmmm, memangnya kenapa aunty." Ucap Vee.


"Tidak apa-apa aunty hanya takut kamu kelelahan nanti." Balas Dena.


"Tidak akan aunty tenang saja, ada Aiden yang akan menjaga Vee." Ucap Aiden, Dena mengangguk ia senang krena akhirnya Aiden benar-benar bersama dengan Vee.


Di tempat lain terlihat Adelle yang sedang menatap nanar dress yang ada di lemari nya, dress itu masih baru bahkan belum pernah di pakai oleh Adelle.


Namun sudah tidak bisa untuk ia kenakan, sebenarnya bukan tidak bisa tapi lebih ke tidak masuk bagian perut nya saja.


"Sayang tidak bisakah kamu meratakan perut mami sebentar, jika perut nya menonjol seperti ini bagaimana mami bisa memakai dress ini di pesta pertunangan uncle kamu." Lirih Adelle, wanita itu terlihat begitu frustasi.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Mei, ia terkejut melihat Adelle yang terduduk di lantai.

__ADS_1


"Mami kenapa dress sebanyak ini tidak ada yang bisa aku pakai." Ucap nya, Mei tertawa mendengar perkataan Adelle.


"Kamu tidak perlu bersedih mami akan memesankan dress untuk kesayangan mami." Ucap Mei, Adelle menatap ibu mertua nya dengan senang.


"Benarkah?" Tanya Adelle.


"Tentu saja benar sayang." Balas Mei, Adelle mengangguk dan tersenyum manis membuat Mei senang melihat nya.


Sementara itu di kantor Aiden Vee sedang duduk dengan memperhatikan suaminya yang sedang bekerja, Vee tersenyum betapa beruntungnya ia bisa menikahi lelaki tampan seperti Aiden.


"Kamu kenapa kok senyum-senyum gitu." Ucap Aiden.


"Ternyata suami aku ganteng banget ya." Ucap Vee.


"Yaampun sayang kamu kemana aja selama ini, baru nyadar kalau suami kamu ini ganteng." Ucap Aiden dengan percaya diri, membuat Vee mencebikan bibirnya.


"Cih, tahu kaya gini aku gak akan muji kamu." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Vee.


"Tapi kenyataannya aku ganteng kan, hayoo ngaku." Ucap Aiden, Vee memutar bola matanya malas semakin membuat Aiden gemas.


Saat keduanya sedang saling mengejek seseorang masuk kedalam ruang kerja Aiden, Vee menatap orang itu dengan bingung.


"Permisi tuan meeting sudah siap." Ucap nya, wanita itu menatap Vee dan tersenyum. Karena melihat keramahan dari karyawan suaminya, Vee pun membalas senyuman wanita itu.


"Baik, saya akan pergi sebentar lagi." Ucap Aiden, wanita itu pun pergi dari hadapan Aiden.


"Hmmm." Balas Vee, sebelum pergi Aiden mengecup kening Vee terlebih dahulu.


Vee memainkan ponselnya sambil menunggu Aiden selesai meeting, ia berharap Anes merusuh lagi di group keluarga agar dirinya tidak terlalu jenuh.


Namun sayang nya Anes tidak mengirimkan pesan sama sekali, namun ternyata wanita itu datang ke kantor Aiden secara langsung.


"Hai Vee." Sapa Anes, wanita itu berjalan menuju meja kerja Aiden dan meletakkan beberapa berkas disana.


Vee menatap Anes yang berdiri membelakanginya, setelah itu Anes menatap Vee dengan tersenyum.


"Bang ai meeting ya." Ucap Anes sedikit menggoda.


"Hmmm, kamu sedang sibuk." Ujar Vee.


"Tidak terlalu sibuk kenapa?" Tanya Anes, Vee menggelengkan kepalanya ia tahu Anes sedang sibuk apalagi hari ini Aleta tidak ke kantor.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Vee, Anes mengernyit heran.


"Kenapa katakan saja." Ucap Anes, Vee tersenyum manis kepada adik iparnya.


"Aku ingin makan ice cream, tapi bang ai melarang aku untuk keluar." Ujar nya malu-malu, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Vee.


"CK, kamu kenapa gak minta tolong orang lain saja. Di luar ada beberapa karyawan mungkin sengaja di tempat kan disitu untuk menjaga kamu." Ucap Anes, Vee menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Anes aku tidak berani meminta tolong kepada mereka, aku takut mereka berpikir buruk tentang aku." Ujar nya, Anes tersenyum ia tahu akan hal itu.


Wajar jika Vee merasa takut karena pernikahan nya dengan Aiden dulu secara diam-diam, Anes bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Vee.


"Bukankah kamu ingin ice cream, aku akan meminta mereka untuk membelikan nya untuk kamu." Ucap Anes,Vee tersenyum ia senang karena Aiden, Anes ataupun Alexi selalu menuruti keinginan nya.


"Nona." Sapa seorang karyawan wanita.


"Hmmm, aku mau minta tolong boleh?" Tanya Anes.


"Tentu saja." Ucap karyawan itu.


"Tolong belikan aku ice cream dan beberapa camilan, jangan lupa juga buah-buahan seperti apel, jeruk dan strawberry." Ucap Anes memberikan beberapa lembar uang, karyawan itupun mengangguk.


"Baik nona, tolong tunggu sebentar." Ucap nya tersenyum manis.


"Oke terimakasih." Ucap Anes tersenyum manis, setelah itu Anes masuk kedalam kedalam ruang kerja Aiden.


Ia mendudukkan dirinya di sofa, tak lupa Anes memejamkan matanya ia merasa sedikit lelah beberapa hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Maaaaakkkk pen ipar kaya Anes Mak 😭*


A: Uun Lo bisa gak jangan mancing-mancing gue 😌


N: Gua lagi rebahan Thor mana ada mancing 😁


A: Serah dah gue cape kaga ada akur-akur nya sama elu 😌


N: 😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2