Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 91


__ADS_3

Satu Minggu berlalu kini Anes dan Aleta sedang duduk berhadapan dengan Adelle yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya, Anes dan Aleta heran sebenarnya apa yang sedang Adelle lihat sampai wanita itu begitu serius.


"Del kamu lagi ngapain si fokus amat heran." Protes Aleta, Adelle tertawa gadis itu memperlihatkan artikel yang sedang dibaca nya.


"Aku lagi baca artikel tentang kedua putri tuan Xavier ta." Ucap Adelle, Aleta dan Anes mengernyit heran jangan bilang jika Adelle akan memulai perghibahan.


"Del jangan aneh-aneh deh, kamu kalau sudah seperti ini ujung nya pasti ngegosip." Ucap Aleta, Anes tertawa Aleta dan Adelle adalah dua wanita yang suka sekali bergosip.


"Kalian itu sama saja, Adelle kang mancing Aleta yang menjadi menadah ghibahan Adelle." Kekeh Anes, keduanya tertawa lepas membuat Kenny memperhatikan mereka.


"Lagian ada apa si sama kedua putri tuan Xavier." Ucap Anes, wanita itu ikut penasaran dengan apa yang terjadi.


"Yaelah ikut kepo juga kamu nes." Kekeh Adelle, Anes tertawa iya juga kenapa ia ikut kepo.


"Bukannya Xavier itu keluarga yang baru saja kembali ke tanah air beberapa waktu lalu." Ucap Aleta, Anes mengangguk membenarkan ucapan Aleta.


"Keluarga Xavier kan orang kaya setelah keluarga besar Abrisham dan Artadinata kan." Ucap Adelle, Aleta menyenggol tangan Adelle.


"Del keluarga besar itu sudah termasuk Abrisham dan Artadinata, udah gausah disebutin keduanya kasian orang yang mendengar takut kejang-kejang." Ucap Aleta, membuat Kenny menatap sinis Aleta.


"Ohahaa, iya bener ta. Takut depresi karena ingin namun tak tergapai." Ucap Adelle, Anes menggelengkan kepalanya.


"Ini jadinya mau ghibahin siapa si, anak tuan Xavier apa orang yang ingin tapi tak mampu menggapai." Ucap Anes, Adelle pun memperlihatkan artikel yang dibaca nya.


"G*la si ini namanya Adelle versi laki, yakali sudah sama adik nya sama kakak nya." Ceplos Aleta, membuat Anes tertawa lepas sementara Adelle gadis itu mencubit tangan Aleta.


"Ta aku sudah tobat woy, bisa-bisanya bilang Adelle versi laki." Dengus nya, Aleta terkikik geli. Ketiga wanita itu kalau sudah disatukan akan membuat siapa yang melihat nya menatap aneh mereka.


"Haha lagian sama banget si kaya kamu, cuma kalau kamu dan Arka kan saling mencintai meskipun sempat oleng." Ucap Aleta.


"Gimana gak oleng, kakak nya Anes kegantengan si kaya gak nyata aja gitu." Ucap Aleta, Anes tersenyum tipis menatap Adelle.


"Tapi aku salut si sama siapa putri bungsu nya tuan Xavier, dia gak bertindak nekat gitu meskipun kekasih nya menikahi kakak nya." Ucap Anes, Adelle dan Aleta mengangguk.


"Asli si nes, diatuh kaya memiliki stok sabar yang besar gitu gak si. Padahal disini tertera jika Alia putri sulung tuan Xavier sering berkunjung kerumahnya, tapi kayak nya itu gak ngefek untuk putri bungsu tuan Xavier." Ucap Adelle, Aleta mengangguk ia mengingat sesuatu dan Aleta langsung memukul lengan Anes membuat Anes mendesis.


Plaaakkk....


"Assshhhhh, sakit apaan si ta." Ucap Anes, menatap Aleta heran.


"Gosip Mulu lupa kan kalau hari ini kita ada pertemuan dengan Naura Xavier." Ucap Aleta, Anes ikut panik bisa-bisanya mereka menggosipkan orang yang akan melakukan pertemuan penting dengan keduanya.


"Adelle nih ah ghibah Mulu si." Ucap Anes, wanita itu bangun dari duduk nya.


"Lah kok aku si nes, Aleta kan yang mulai." Ucap Adelle, Aleta tertawa kecil ia menarik tangan Anes.

__ADS_1


"Kita lanjutkan nanti dell." Ucap Aleta, Adelle tertawa saat melihat Anes merangkul Aleta.


Dalam perjalanan Anes dan Aleta berfikir bagaimana wajah Naura Xavier, secantik dan sebaik apa dia karena yang Anes tahu wajah Naura Xavier tidak pernah muncul di majalah atau di berita manapun.


Hanya nama lah yang terpampang di sebuah berita, seperti di artikel yang pagi ini Anes baca. Wajah Naura tidak ada di artikel hanya ada wajah Alia dan Haris saja.


Setibanya di restoran Anes melirik sekitar ia bingung yang mana Naura, namun seorang pelayan restoran menghampiri Anes dan Aleta.


"Permisi nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan restoran.


"Ah iya, Naura Xavier saya ada pertemuan dengan Naura hari ini." Ucap Anes.


"Nona Naura sudah menunggu nona di ruang VVIP, mari saya antar." Ucap pelayan itu, Anes dan Aleta mengangguk keduanya berjalan menuju tempat Naura menunggu.


Saat memasuki ruangan itu Anes dan Aleta terpesona dengan kecantikan Naura yang begitu nyata, mungil dan menggemaskan itulah yang ada di fikiran Anes dan Aleta.


"Nona Aleta, silahkan duduk." Ucap Alea, gadis itu terkagum-kagum dengan kecantikan Aleta dan Anes. Tapi tunggu kenapa wajah gadis disamping Aleta begitu familiar di ingatan Alea.


"Hmmmmm, terimakasih. Nona Naura perkenalkan ini Anes saudara saya." Ucap Aleta, Alea mengulurkan tangannya kepada Anes.


"Naura." Ucap gadis cantik itu.


"Aneska." Ucap Anes, keduanya saling bertatapan dengan rasa kagum mereka.


Pertemuan Anes, Aleta dan Alea bukan membahas mengenai perusahaan tempat Adelle bekerja. Tetapi karena Alea yang memesan satu set perhiasan kepada Anes dan Aleta.


"Jadi bagaimana nona perhiasan seperti apa yang anda inginkan?" Tanya Aleta.


"Tidak begitu berlebihan, saya hanya ingin perhiasan yang terlihat elegan untuk mama saya apa bisa?" Tanya Alea, sebentar lagi adalah hari ulang tahu mama Alea gadis itu tak pernah melewatkan untuk memberikan hadiah untuk sang mama.


"Tentu, kami akan menyiapkan sesuai keinginan anda." Ucap Aleta, Anes memberikan beberapa desain perhiasan kepada Alea.


"Anda bisa melihat beberapa model perhiasan nya nona." Ucap Anes, Alea merasa nyaman saat mendengar suara Anes yang lembut.


"Panggil saya Alea saja." Ucap gadis itu, Anes menatap Alea ada kesedihan yang mendalam di tatapan gadis itu.


Ada juga binar bahagia saat Alea menatap Anes, sebenarnya apa yang dirasakan gadis itu. Kenapa ia bisa sekuat itu dan sesabar itu dalam menghadapi segala tantangan dalam hidupnya.


"Baik." Jawab Anes, setelah membicarakan tentang perhiasan akhirnya Alea sepakat menerima saran dari Aleta dan Anes.


Anes dan Aleta pamit untuk pergi karena masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan, Alea menatap kepergian Anes dan Aleta ingin sekali ia memiliki teman seperti Anes dan Aleta.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Anes



Aleta



Alea



Vee



Adelle



Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N: Heran gue heran, kenapa anak Dea anak Dena serbuk berlian semua 😭


A: Pupuk nya cukup kali un😂


N: Mana sekarang itu Alea juga bening banget yaampun 😌


A: Jangan lupakan Vee satu lagi Uun 😂


N: Dah lah niat memaksakan diri untuk bersama Alexi musnah sudah, modor Thor modor 😌

__ADS_1


A: 😂😂😂


__ADS_2