Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 154


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama akhirnya Alexi pun tiba di kediaman nya, Alexi masuk kedalam rumah dengan santai nya. Saat tiba di ruang keluarga ia terkejut melihat keberadaan Dena dan Keanu.


Dengan polos Alexi menepuk pipinya sendiri apakah ia sedang bermimpi? Pasalnya selama ini Dena tidak pernah pulang, jadi Alexi merasa tak percaya jika aunty tersayang nya ada di rumah.


Semuanya tertawa kecil melihat tingkah lucu Alexi, mereka merasa Alexi selalu bersikap menggemaskan meskipun ia sudah dewasa.


"Apa yang sedang kamu lakukan boy?" Tanya Dena.


"Menyadarkan diri." Jawab nya polos, kembali membuat semua orang tertawa.


Lelaki dingin yang gila bekerja itu bisa bertingkah konyol jika di hadapan keluarga nya, Karen bagaimanapun Alexi memang yang paling muda dari yang lainnya.


"Kau tidak ingin memeluk aunty mu?" Tanya Dena.


"Ck, Tentu saja ingin." Ucap Alexi, ia berjalan mendekati Dena dan memeluk nya.


"Good boy." Ucap Dena, Alexi tersenyum ia juga memeluk Keanu membuat Kean tersenyum.


"Ada apa ini, kenapa Daddy mengumpulkan kita semua. Sampai ada aunty Dena juga." Ucap Alexi, mereka semua mengangguk membuat dad Justin mengerti.


"Jadi begini_" Ucap dad Justin menjelaskan semuanya, mereka yang berada di ruangan itu mendengarkan dengan baik.


Dena menatap mom Dea ada pertanyaan yang ingin ia lontarkan, namun Dena memilih untuk menunggu dad Justin menyelesaikan penjelasan nya.


Setelah selesai barulah Dena memutuskan untuk bertanya apa maksud semua ini, Alexi dan Aiden pun sama mereka membutuhkan penjelasan.


Eits, jangan kira Julian, Dio, Mei dan Mae tidak ada mereka ada disana. Karena mereka juga aunty dan uncle nya Anes.


"Apakah ini sebuah perjodohan?" Tanya Dena, mom Dea menggelengkan kepalanya.


"Tidak, ini bukan perjodohan." Ucap mom Dea.


"Lalu?" Tanya Dena.


"Selama ini Anes sulit sekali dekat dengan lelaki, bahkan kamu harus tahu jika keponakan kamu yang satu ini suka sekali mengeluhkan jika dirinya jomblo." Ucap mom Dea, Dena mengangguk.


"Jadi maksudnya kita membantu agar Anes mendapatkan calon suami, itu sama saja perjodohan." Ucap Dena.


"Dena Alexi sudah memiliki pasangan, dan bagaimana dengan Anes bahkan mungkin tidak lama lagi Aleta juga akan menikah." Ucap mom Dea.


"Siapa nama lelaki itu" Tanya Dena, sikap Dena kali ini begitu tegas. Bagaimana tidak Dena tidak ingin Anes mendapatkan pasangan yang salah, Dena dan Kean menjaga Anes dengan baik saat Anes tinggal bersama mereka.


Dena tidak akan rela jika Anes mendapatkan lelaki yang tidak bisa menghargai Anes, Dena ingin Anes di sayangi oleh mertuanya seperti dirinya yang disayangi oleh keluarga Keanu.


"Namanya Deandra Gavriel." Ucap mom Dea, Dena dan Keanu saling menatap.


"Gavriel?" Tanya Kean, dad Justin dan mom Dea mengangguk.


"Hmmmmmm." Jawab mereka, Kean menatap Dena lagi membuat Dena bingung.


"Ada apa?" Tanya Dena.

__ADS_1


"Benar ada apa?" Tanya Aiden, Keanu menatap semuanya satu persatu.


"Keluarga Gavriel bukan keluarga sembarangan bang, mereka terkenal sulit untuk di dekati bahkan untuk di sentuh. Beberapa orang ingin menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan mereka, namun semua tidak pernah bisa memasuki kualifikasi yang mereka inginkan." Ucap Keanu menjelaskan, semuanya tercengang mendengar perkataan Kean.


"Kamu yakin sayang?" Tanya Dena.


"Aku yakin, bahkan mereka termasuk keluarga sangat berpengaruh di negaranya. Dari yang aku dengar mereka berada disini untuk mengurus perusahaan cabang milik mereka." Ucap Keanu, Aiden dan Alexi saling pandang.


"Seperti kamu begitu." Ucap Dena, Keanu diam ia tidak bisa menyamakan dirinya dengan Deandra.


Bagi yang melihat mungkin keluarga Gavriel dan keluarga Richard sama besarnya, namun jangan lupakan keluarga Artadinata dan Abrisham.


"Tapi bagaimana jika Anes menolak, kita tahu betul bagaimana Anes. Bahkan belum lama ini kami melihat Anes membawa mobil dengan ugal-ugalan." Ucap Aiden, Alexi mengangguk membenarkan.


"Benar, terlihat Anes tidak sendirian dalam mobil itu." Ucap Alexi.


"Disini kita bukan mengkhawatirkan jika Dean akan menyakiti Anes, tapi kita lebih khawatir jika Anes akan menyakiti Dean habis-habisan." Ucap Julian.


"Benar Dena terlihat bar-bar tapi Anes lebih terlihat tidak berperasaan." Ujar Dio, Dena melotot kenapa jadi dirinya yang dibawa-bawa.


"Kenapa jadi aku?" Tanya Dena.


"Memangnya siapa lagi yang selalu bertindak diluar nalar manusia." Ucap Dio, Dena mendengus kakaknya yang satu ini memang lucknut.


"Begini Anes paling takut sama Dena dan Julian, kenapa tidak kepada Dio? Karena Dio selalu menggoda Anes hal itu membuat Anes tidak terlalu takut kepada Dio. Jadi jika Julian dan Dena setuju Anes tidak bisa menolak lagi bukan." Ucap Dea, Dena menatap kakak nya itu.


"Lalu bagaimana dengan Deandra, ini seperti sebuah perjodohan tapi kenapa kedua tersangka nya tidak ikut andil." Ceplos Dena, semuanya tertawa mendengar perkataan Dena.


"Jika Anes tidak menyukai Deandra?" Tanya Dena.


"Perasaan mah nyusul aunty, buktinya Aiden sekarang kecintaan sama Vee." Ucap Alexi, Dena menatap Aiden.


"Bener si, aku dan Kean saja dulu sering bertengkar tapi akhirnya punya anak." Ucap Dena.


"Hey, kamu mah emang dasar nya udah cinta mau bagaimana." Ledek Dea, semuanya tertawa kecil.


"Jadi mau bagaimana?" Tanya Mae dan Mei.


"Tidak perlu buru-buru menikah, kita juga tidak akan memaksa Anes." Ucap Dea.


"Ini harus di paksa biar seru, bukankah Anes selalu mengeluh jomblo." Ucap Dena, nah kan jiwa bar-bar nya kumat lagi.


"Aku dukung aunty Dena si, karena Anes sudah cukup untuk menikah." Ucap Aiden.


"Tidak perlu buru-buru, biarkan saja mereka saling mengenal." Ucap Mae, bagaimanapun ia khawatir dengan Anes.


"Hmmm, kalian tahu ini bahkan permintaan nyonya dan tuan Gavriel." Ucap mom Dea.


"Hah? Serius?" Tanya mereka serempak.


"Tentu saja." Ucap mom Dea.

__ADS_1


"Anes daya tarik nya kuat juga ya, kita bahkan tidak mengenal keluarga itu tapi bisa-bisanya mereka menginginkan Anes." Ucap Alexi.


"Tentu saja, kalian jangan melupakan jika Anes tidak pernah memiliki riwayat gosip dekat dengan lawan jenis nya." Ucap Dena.


"Benar, mungkin karena itu mereka memilih Anes. Mereka tahu jika Anes bukanlah wanita yang suka bermain dengan laki-laki." Ucap Mae.


"Selain itu Anes juga selalu sibuk bekerja, jadi dia tidak mungkin membuang-buang waktu hanya untuk hal tidak penting." Ucap Mei, Dea dan Justin tercengang.


Para aunty Anes ini benar-benar hebat, mereka kompak untuk membela keponakan nya. Bahkan mereka menyebut hal-hal positif tentang Anes.


Anes kamu adalah salah satu orang yang beruntung memiliki aunty, uncle, adik, kakak, orang tua. Intinya kamu beruntung memiliki keluarga seperti mereka yang begitu menyayangi kamu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Bapeureu gue, rasa ingin menjadi Anes 😭


A: Mari berhallu Uun 😂


N: Yok mari yok 😂

__ADS_1


A: 😂😂😂


__ADS_2