
Tiga hari berlalu kini di sebuah kamar mewah terlihat sepasang suami istri yang sedang duduk di atas tempat tidur, Aiden dan Vee keduanya sedang menikmati kebersamaan mereka.
"Sayang kamu masih suka mual gak?" Tanya Aiden.
"Enggak si gak terlalu, memang nya kenapa." Ucap Vee.
"Gak apa-apa si aku cuma nanya doang." Balas Aiden tertawa kecil.
"Ish, iseng banget kaya gitu doang di tanyain." protes Vee, wanita itu bangun dari duduk nya berniat untuk pergi keluar kamar.
"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Aiden.
"Mau keluar ah bosan aku saharian dikamar Mulu." Jawab Vee, Aiden tertawa kecil memang benar seharian ini Aiden membuat Vee berdiam diri di kamar.
"Gitu si kamu mah, giliran aku di kantor di telpon suruh pulang. Sekarang aku ada di rumah kamu tinggal-tinggal keluar Mulu." Protes Aiden, Vee memutar bola matanya malas.
"Itu keinginan anak kamu, tau kali kalau Daddy nya ngeselin mangkanya di kerjain deh." Ucao Vee bangga, bagaimana tidak Vee senang karena baby nya benar-benar mengerjai Aiden.
"Ini adalah contoh istri yang halal untuk di tukar tambah." Ucap Aiden, Vee tertawa namun wanita itu terus saja melangkah pergi.
Aiden lelaki itu selalu khawatir kepada Vee maka dari itu Aiden suka sekali mengikuti Vee kemanapun wanita itu pergi, seperti saat ini Aiden mengekori Vee dari belakang.
"Kamu ngapain kak?" Tanya Dea, saat melihat Aiden yang berjalan di belakang Vee.
"Jagain ibu negara mommy gak lihat tuh menantunya gak bisa diem banget." Ucap Aiden, Dea tertawa ia merasa lucu dengan tingkah laku putranya.
"CK, biarkan saja Vee hanya merasa bosan seharian di kamar." Ucap mom Dea.
"Khawatir mom takut dia kesandung semut kan gak lucu." Ucap Aiden, tawa mom Dea pecah mana ada kesandung semut. Lagian itu semut keburu metong keinjek ibu hamil.
"Ngarang mana ada kesandung semut Mansyur." Kekeh Dea, Aiden tertawa ia juga tidak tahu orang Aiden hanya asal bicara.
Kini Vee sudah tiba di taman belakang rumah, ia menikmati suasana sore hari yang sejuk. Aiden muncul dan mengecup pipi Vee lembut.
"Udaranya lumayan sejuk." Ucap Aiden.
"Hmmmmm, kamu ngapain disini?" Tanya Vee, Aiden tersenyum tipis.
__ADS_1
"Nemenin istri tercinta, kasian masa sendirian aja si." Ucap lelaki itu mengelus kepala Vee.
"Jadi Daddy siaga nih ceritanya." Goda Vee, Aiden tersenyum tipis.
"Iya lah siaga untuk anak dan istri." Balas Aiden Vee mengangguk, Aiden berjongkok di hadapan Vee yang sedang duduk.
"Kamu pasti jenuh banget ya, selama hamil kan kamu cuma diam di rumah doang." Ucap Aiden, Vee tersenyum manis menatap wajah tampan suaminya.
"Jenuh si tapi mau gimana lagi, ini kan untuk kebaikan aku dan dedek nya." Ucap Vee, Aiden menggenggam tangan sang istri.
"Kamu bilang aja pengen pergi kemana, nanti aku ajak kamu ke tempat yang kamu mau." Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya.
"Gak usah gak apa-apa, aku di rumah aja nunggu kamu pulang juga udah seneng." Ucap Vee, yaampun lihatlah istrinya ini beruntung sekali Aiden mendapatkan istri seperti Vee.
"Kasian istri aku." Ucap Aiden, kini lelaki itu mnegecupi wajah cantik istrinya.
"Sayang geli ish." Pekik Vee, Aiden tertawa kecil ia mengelus kepala Vee lembut.
"Masuk yuk udah sore gak baik buat kesehatan." Ucap Aiden, karena angin sore yang lumayan besar.
Saat masuk kedalam rumah Vee melihat Aleta yang sedang menangis dalam pelukan Dea, Aiden dan Vee yang merasa bingung pun menghampiri mereka.
"Ta kamu kenapa?" Tanya Aiden, Aleta bungkam tunggu Aiden tidak melihat keberadaan Anes adiknya.
"Mom Aleta kenapa?" Tanya Vee, mom Dea menghela nafasnya lalu menceritakan semua yang terjadi.
Siang ini Anes ada pertemuan klien dengan Aleta lalu Anes dan Aleta bertemu dengan lelaki yang ternyata kekasih Aleta, disana lelaki itu terlihat sedang bersama dengan seorang wanita.
Anes yang saat itu tak terima karena Aleta di selingkuhi pun merasa murka, saat Anes dan Aleta menghampiri lelaki itu terjadilah perdebatan antara Aleta dan lelaki itu. Hingga akhirnya lelaki itu mnegatakan bahwa ia tak mencintai Aleta, alasan dia bersama dengan Aleta hanya ingin mendekati Anes.
Dan saat itu Aleta langsung menatap Anes yang tidak tahu apa-apa, Anes yang merasa Aleta akan salah paham pun langsung mengatakan ia tak suka kepada lelaki itu.
Anes meyakinkan Aleta sungguh Anes tidak menginginkan lelaki itu, Anes tak ada perasaan apapun kepada dia.
Hingga akhirnya Axel dan Alexi melihat perdebatan Anes dan Aleta, keduanya pun di ajak pulang oleh Axel dan Alexi.
"Ta kamu tahu bagaimana Anes, dari dulu Anes selalu mengalah kepada kamu. Dan tidak mungkin jika sekarang Anes menyukai orang yang kamu sukai." Ucap Aiden.
__ADS_1
"Benar ta, kamu tahu kan bagaimana Anes sayang sama kamu. Jangan sampai masalah kaya gini bikin kamu dan Anes jauh lagi, dulu kalian sudah berpisah karena kesalah pahaman." Ucap mom Dea, Aiden tak habis fikir kenapa orang suka sekali membuat keluarga nya berselisih paham.
"Mom Anes dimana?" Tanya Vee, ia khawatir dengan Anes.
"Di rumah uncle Julian Vee." Ucap mom Dea, nah kan jadi ketuker begitu.
Vee dan Aiden saling pandang mereka tak bisa membiarkan semuanya seperti ini, Anes dan Aleta itu kedua adik nya dan Aiden tidak bisa membela salah satu dari mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Aleta ayo ta jangan kaya dulu malah bikin Anes pergi 😌*
A: Jangan lah Uun ga asik banget 🙄
N: Mangkanya kan gue bilang jangan 😭
A: Oiya 😂
__ADS_1