Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 190


__ADS_3

Di kediaman Justin Vee sedang menuruni anak tangga, usia kandungan nya kini sudah menginjak usia 34 Minggu.


Saat Vee berjalan di pertengahan anak tangga kakinya terpeleset hingga membuat tubuh wanita hamil itu tergelincir ke bawah, tangan Vee berusaha untuk melindungi perut nya.


"Aaaaaaaa... Bruuuuukkk." Pelayan yang saat itu kebetulan lewat terkejut, melihat Vee yang tergelincir ke bawah.


"Nona." Teriak nya, teriakan pelayan itu terdengar sampai ke dapur.


"Nona." Teriak nya lagi, ia langsung menangkap tubuh Vee di anak tangga terakhir.


"Akkkhhh, perut ku. Hiks, mbak perutku." Teriak Vee dengan histeris.


"Nona tahan sebentar nona, tolong." Teriak nya, semua pelayan terkejut melihat kaki Vee yang berlumuran darah.


"Nona." Pekik para pelayan.


"Cepat panggil tuan muda, tuan sedang berada di ruang kerja nya." Ucap satu pelayan yang lain.


Tok...tok...tok... Pelayan mengetuk pintu ruang kerja Aiden.


"Tuan nona tuan." Teriak nya, Aiden langsung membuka pintu ruang kerja nya.


"Ada apa?" Tanya Aiden.


"No_nona." Ujar nya gugup.


"Ada apa dengan nona?" Tanya Aiden, lelaki itu berlari ke kamar nya namun tidak melihat keberadaan Vee.


"Dimana nona?" Tanya Aiden.


"Nona jatuh dari tangga tuan." Ucap pelayan itu membuat Aiden berlari dengan cepat, di bawah Aiden melihat Vee yang menangis histeris.


"Sayang." Panggil Aiden.


"Sayang hiks... Anak kita, perut aku hiks." Lirih nya, Aiden langsung mengangkat tubuh Vee.


Urusan bagaimana Vee bisa jatuh bisa ditanyakan nanti, yang terpenting sekarang adalah membawa istri ke rumah sakit.


Aiden meminta supir untuk mengantar nya, karena Aiden menemani Vee di kursi belakang. Aiden melihat tangan Vee yang memar-memar dan kening Vee yang juga memar dan berdarah.


"Sak_it." Hanya gumaman itu yang keluar dari mulut Vee, Aiden menitihkan air matanya melihat Vee yang begitu lemah.


"Sayang kamu kuat ya kamu tidak akan kenapa-kenapa." Ucap Aiden, lelaki itu mengeluarkan ponselnya dan memberikan informasi di grup keluarga.


Aiden tidak bisa memberi tahu satu persatu keluarga nya, Aiden sangat khawatir dengan keadaan Vee.


Setibanya di rumah sakit Aiden buru-buru memanggil dokter untuk menangani Vee, wanita itu terus menangis histeris dalam gendongan suaminya.


"Ai tolong sakit." Teriak Vee.


"Iya sayang aku tahu kamu sabar ya sayang." ucap Aiden.


Dokter dan beberapa perawat lain nya membawa Vee menuju ruang operasi, dokter sudah memperkirakan jika bayi yang ada di kandungan Vee harus segera di keluarkan untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.


Tadinya Vee menolah karena usia kandungan nya belum cukup, tapi Aiden terus meyakinkan Vee jika bayi nya akan selamat. Aiden juga mengatakan jika Aiden tidak bisa memilih antara Vee atau anak nya, tapi jika nanti dokter meminta Aiden untuk memilih tentu saja Aiden akan menyelamatkan Vee.


"Gak jangan ai usia kandungan aku belum cukup." Ucap Vee.

__ADS_1


"Sayang bayinya harus di keluarkan agar kamu dan anak kita selamat." Ucap Aiden,Vee menggelengkan kepalanya dengan lemah.


Tiba-tiba Vee memejamkan matanya membuat Aiden panik, Aiden menatap dokter dan dokter berkata jika Vee harus segera di operasi.


Aiden menunduk lesu kenapa semua ini harus terjadi kepada Vee, ia tahu istrinya sudah menderita sejak kecil dan kenapa sekarang harus mengalami semua ini.


****Falimy Group*


Aiden***: Mom kerumah sakit sekarang Vee jatuh dari tangga.


Mom Dea: Apa? Bagaimana bisa, kalian kemana kenapa sampai membuat Vee jatuh?


Mae: Jangan bercanda Aiden, bagaimana bisa Vee jatuh?


Mei: Hah? Rumah sakit mana, kita akan segera kesana.


Aiden: Vee akan segera di operasi.


Mommy: Bang jangan ngada-ngada, kenapa Vee bisa jatuh. Mom sudah dalam perjalanan.


Dena: Dirumah banyak pelayan dan suster, apa yang mereka kerjakan sampai lalai menjaga nona nya?


Mae: Benar, ada apa ini? Kemana pelayan yang biasa menemani Vee?


Mei: Ini ada yang tidak beres, bagaimana mungkin Vee jatuh sementara banyak orang dirumah.


Anes: Aku akan mencari tahu nya!


Aleta: Anes aku ikut.


Anes: Baik.


Dad Justin: Daddy dan mommy sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Dio: Uncle akan segera pulang.


Julian: Uncle sudah dalam perjalanan ai, kamu tenang.


Axel: Aku akan segera ke rumah sakit bersama Alexi.


Anes tidak lagi muncul di grup, Anes berlari keluar dari ruang kerja nya diikuti oleh Aleta.


Beberapa karyawan menatap Anes yang berlari dengan wajah ganas nya, Anes buru-buru memasuki mobil dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi.


Aleta merasa takut, ia takut bukan malah membantu Vee nanti kedua wanita itu juga akan ikut masuk ke rumah sakit.


Dengan cepat Anes sampai di rumah nya, ia menendang pintu dengan sangat keras. Beberapa pelayan menatap Anes dengan terkejut.


"Kumpulkan semua pelayan di rumah ini." Teriak Anes.


"Anes sabar kamu harus tenang." Ucap Aleta.


"Gak bisa ta, gara-gara kelalaian mereka Vee yang menjadi korban. Dan entah bagaimana keadaan Vee sekarang, mungkin dia sedang mempertaruhkan nyawanya antara hidup dan mati." Ucap Anes.


"Nona semuanya sudah berkumpul." Ucap kepala pelayan, Anes menghitung jumlah pelayanan nya.


"Masih kurang lima orang kemana lima orang lagi?" Tanya Anes, kepala pelayan melihat tiga orang yang tengah berlari.

__ADS_1


"Maaf nona kami terlambat." Ucap nya takut-takut.


Masih kurang dua orang, Anes menatap wajah mereka semua pelayan pribadi rumah nya. Pelayan pribadi Anes, pelayan pribadi Alexi, pelayan pribadi mommy, tunggu hanya pelayan pribadi Vee yang tidak ada.


"Apa masih ada yang kurang?" Tanya Aleta.


"Pelayan pribadi Vee tidak ada." Ucap Anes, para pelayan menunduk takut.


"Kalian tahu kenapa saya mengumpulkan kalian disini?" Ucap Anes.


"Tahu nona, tapi sungguh kamu minta maaf atas kelalaian kami." Ujar nya.


"Ada yang bisa menjelaskan bagaimana bisa Vee turun sendiri?" Ucap Anes.


"Nona maaf sebelumnya, nona Vee berada di ruang televisi di lantai atas bersama dengan dua pelayan nya. Kami tidak tahu kenapa nona bisa turun sendiri." Ucap kepala pelayan.


Anes diam ia juga tidak bisa menyalahkan para pelayan nya, karena para pelayan di rumah nya memiliki tugas masing-masing begitupun pelayan pribadi Anes, mommy dan Alexi, mereka pasti sedang merapikan barang-barang dan kamar tuan dan nyonya nya.


Tapi pelayan vee? Kerja kedua orang itu hanya untuk menjaga Vee dan menemani Vee. Kenapa sampai kecolongan seperti ini. Anes langsung menghubungi orang kepercayaan nya, untuk mencari dua wanita yang bekerja sebagai pelayan pribadi kakak ipar nya itu.


"Kedepannya saya tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi, pastikan tidak ada air atau apapun itu yang tumpah di lantai. Jika saya melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada di lantai, saya akan memecat kalian." Ucap Anes tegas, para pelayan mengangguk takut.


Mereka sudah nyaman bekerja di kediaman Dea, mereka tidak ingin pindah tempat kerja. Hanya disini mereka bisa menjamin keluarga mereka dengan baik, Dea selalu pengertian kepada para pelayan di rumah nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cinta Tuan Muda (Aneska dan Deandra)



Oiya gaes novel Anes dan Deandra sudah launching ya, kalian bisa cek profil aku oke. Kasi like dan vote nya ya, jangan lupa komen yang baik-baik.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Senam jantung gue 🤸


A: Lo senam jantung ngapa koprol Uun 🙄


N: Gugup Thor dag Dig dug ser 😂


A: Ngadi-ngadi 😌


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2