
Siang hari mom Mae dan Aleta kembali datang ke rumah sakit, Aleta membawa pakaian ganti untuk Anes. Tiana merasa malu saat melihat Mae karena ia merasa sudah merepotkan putri dari keluarga Abrisham.
"Tiana." Sapa Mae.
"Nyonya." Balas Tiana, tanpa Tiana duga ternyata Mae malah memeluk nya.
"Kamu yang kuat ya mama kamu pasti akan baik-baik saja." Ucap Mae.
"Iya nyonya terimakasih." Jawab Tiana.
"Nes ini baju yang kamu minta." Ucap Aleta.
"Makasih ya ta, kalau begitu aku permisi untuk membersihkan diri dulu." Ucap Anes.
"Kamu mau mandi dimana sayang?" Tanya Mae.
"Di sebelah rumah sakit ada hotel mungkin aku akan pergi kesana dulu aunty." Ucap Anes.
"Yasudah kamu juga istirahat saja dulu disana ya, kamu pasti belum tidur semalaman." Ucap Mae.
"Hmmm, iya aku permisi dulu." Ucap Anes, mar dan Aleta mengangguk.
"Bagaimana keadaan mama kamu sudah ada perubahan?" Tanya Mae.
"Semalam mama sudah sadar tapi mama bilang di masih merasakan sakit, dan jika dua hari kedepan masih sama dokter bilang mama harus di operasi nyonya." Jawab Tiana.
"Dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk mama kamu, tapi dibalik itu semua kamu juga jangan lepas berdoa agar semuanya baik-baik saja." Mae, Tiana mengangguk Aleta tersenyum karena Mae benar-benar baik kepada Tiana.
Saat Aleta akan pergi ke rumah sakit Mae ngotot ingin ikut bersama dengan Aleta, Aleta sempat melarang Mae tapi mami nya itu tidak bisa di larang terkecuali oleh papi nya.
"Tiana kamu sudah makan?" Tanya Aleta.
"Sudah nona tadi nona Anes membelikan makanan untuk saya." Ucap Tiana dengan polos, Mae menyukai Tiana karena Tiana terlihat lugu dan apa adanya.
"Kamu tidak ingin istirahat? Jika kamu mau istirahat tidak apa-apa mama kamu biar aku dan mami yang menjaga nya." Ucap Aleta.
"Aleta benar sayang sebaiknya kamu istirahat dulu, kamu juga pasti belum tidur semalaman kan." Ucap Mae.
"Tidak nyonya saya tidak mau merepotkan lagi." Ucap Tiana.
"Hey, kami sama sekali tidak merasa direpotkan oleh kamu." Ucap Mae, Aleta mengangguk.
"Sayang." Panggil Azka, Aleta menoleh ternyata suaminya itu menyusul ke rumah sakit.
"Kamu kesini ka?" Tanya Mae.
"Iya mi, aku juga ingin menjenguk mama nya Tiana." Ucap Azka.
"Kamu kesini sama siapa sayang?" Tanya Aleta.
"Aku kesini bersama dengan Alexi dan mom Dea." Jawab Azka.
"Lalu dimana mereka?" Tanya Mae.
"Mereka masih di belakang." Jawab Azka, Aleta dan Mae pun mengangguk.
__ADS_1
"Maaf kami terlambat menjenguk mama kamu." Ucap mom Dea.
"Tidak apa-apa nyonya, sangat merepotkan jika nyonya harus datang kesini." Lirih Tiana.
"Santai ti ini mommy dan mami mertua lagi mah cari muka sama calon mantu." Ucap Azka, Tiana tercengang mendengar perkataan Azka.
"Benar kali saja mendapatkan nilai plus kan." Ucap Alexi, Tiana menatap Alexi wanita itu benar-benar mengumpati Alexi dan Azka yang sepertinya satu paket.
"Axel tidak ikut?" Tanya Mae.
"Nah itu calon mempelai pria nya tadi sedang meeting, tunggu saja setelah membaca pesan dia pasti akan segera kesini." Ucap Alexi, Tiana benar-benar ingin menyumpal mulut Alexi.
Tiana berdoa jika kekasih Alexi ada disini akankah lelaki itu masih bertingkah konyol, Alexi duduk di kursi ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Anes.
"Dimana Anes?" Tanya Alexi.
"Lah iya, baru ingat kalau si Anes gak ada disini." Ucap Azka.
"Anes sedang istirahat di hotel." Ucap Aleta, Alexi dan Azka pun mengangguk.
"Anak itu pasti tidak tidur lagi semalaman." Ucap mom Dea, Tiana menunduk ia merasa tidak enak.
"Maaf nyonya karena saya nona Anes jadi tidak tidur semalaman." Lirih Tiana, mom Dea menatap Tiana dengan lembut.
"Tidak apa-apa sayang, Anes mau melakukan itu berarti dia sudah menganggap kalau kamu termasuk orang terdekat nya." Ucap mom Dea.
"Benar, Anes mana mau berkorban untuk orang yang ia rasa tidak tulus." Ucap Azka.
Di kediaman Justin Vee sedang menimang putranya di temani oleh suster, suster itu sudah seperti adik untuk Vee.
"Tidak mommy pergi ke rumah sakit, tapi sebenarnya aku ingin ikut." Ucap Vee.
"Lalu kenapa tidak ikut?" Tanya suster Varo.
"Kalau aku ikut bagaimana dengan Varo, kasihan dia kalau aku tinggal-tinggal." Ucap Vee.
"Kan ada saya nona, kalau nona mau istirahat atau mau pergi tidak apa-apa." Ujar nya.
"Kamu baik banget si, tapi gak apa-apa aku di rumah saja." Ucap Vee.
"Baiklah, nona Anes masih di rumah sakit kan nona." Ujar nya.
"Iya Anes masih di rumah sakit, tapi barusan Aleta kasih kabar kalau Anes sedang istirahat di hotel. Soalnya kemarin Anes yang gendong mama nya Tiana dari rumah ke depan gang." Ucap Vee.
"Waah, nona Anes kuat gendong orang." Ucap nya takjub.
"Kuat lah, gendong kamu keliling komplek juga dia kuat kayaknya." Ucap Vee tertawa kecil.
"Jadi seperti jasa pergendongan dong." Ucap suster itu tertawa, teman Vee jika di rumah memang hanya suster itu.
"Mbak aku mau minta tolong boleh?" Tanya Vee.
"Tentu saja boleh nona katakan saja apa yang harus saya bantu." Ujar nya.
"Tolong ambilkan saya minum dan buatkan susu untuk Varo ya mbak." Ucap Vee.
__ADS_1
"Siap nona, tunggu sebentar saya pergi ke dapur dulu." Ujar nya, Vee mengangguk dan tersenyum.
Vee menatap Varo yang sedang menatap nya, Vee tersenyum dan mengelus pipi gembul Varo.
"Anak mommy ditinggal Buna ya, buna (mom Dea) cepat pulang Buna Varo rindu." Ucap Vee mengajak Varo berbincang.
"Ma_ma_ma." Celoteh Varo.
"Duh anak mommy pintar sekali, siapa ini Daddy nya siapa kenapa tampan dan pintar ini." Ucap Vee, wanita itu menimang tubuh mungil Varo.
"Nona ini minum dan susu nya." Ucap suster Varo.
"Ah iya, terimakasih sus sudah membuatkan susu untuk Varo." Ucap Vee.
"Sama-sama tuan tampan, diminum susu nya ya." Ucap suster.
"Iya dong Varo minum susu nya, kan spesial buatan suster." Ucap Vee, suster Varo tersenyum manis kepada Vee dan Varo.
Sepertinya semua pelayan dan suster yang bekerja di kediaman Abrisham terlihat nyaman dengan kebaikan mom Dea dan keluarganya, bahkan Vee saja yang berstatus sebagai menantu di keluarga itu begitu baik dan ramah kepada semua orang yang bekerja di rumah itu.
"Sus kamu sudah makan belum, dari tadi kamu jagain saya dan Varo terus. Sebaiknya kamu makan dulu." Ucap Vee.
"Iya nona nanti saya makan kok." Ucap nya.
"Jangan sampai enggak ya sus, nanti kamu sakit kalau tidak makan." Ucap Vee.
"Baik nona." Jawab nya, Vee tersenyum manis ia nyaman berada di rumah itu semua orang nya baik-baik.
Dan mereka juga mau kalau Vee mengajak mereka berbincang, jadi Vee tidak terlalu merasakan kesepian.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Vee tukar posisi yok ah mau gak 🙄*
A: Enggak Uun makasih 😊
N: Kenapa 🙄
A: Gak apa-apa 😂
__ADS_1
N: Sue 😂😂😂