
Mom Dea menatap Tatiana yang sedang memandang Alexi, mom Dea tersenyum saat melihat Mae yang ingin sekali dekat dengan Tatiana.
"Hai." Ucap Dea.
"Eh, i_iya nyonya." Ucap Tiana.
"Perkenalkan nama saya Dea mommy nya Alexi." Ucap Dea, membuat Tiana yakin jika Alexi, Aiden dan Anes bukan lah produk kaleng-kaleng.
"Nama saya Tatiana nyonya." Ucap Tiana.
"Mom kalian mengobrol saja dulu, aku akan pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mommy." Ucap Alexi, Dea mengangguk sementara Mae tercengang ia juga ingin berbincang dengan Tatiana.
"Tiana saya ingin mengajak kamu makan bersama kami, tapi tunggu saya ke kasir dulu." Ucap Mae, Dea tertawa dengan tingkah Mae.
"Aunty tidak apa-apa aku saja." Ucap Alexi, yang juga membawa belanjaan Mae menuju kasir.
"Beneran gak apa-apa Al? Nanti kamu tekor loh belanjaan mommy dan aunty kan banyak." Ucap Mae, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan aunty nya.
"CK, iya aunty gak apa-apa. Lebih baik aunty ngobrol saja bersama dengan mommy dan siapa tadi namanya." Ucap Alexi.
"Tatiana." Ucap Mae.
"Nah iya, lebih baik aunty ikutan ngobrol dengan mommy dan Tatiana." Ucap Alexi, Mae tersenyum dan mengangguk.
"Yasudah maaf ya Al aunty jadi merepotkan kamu." Ucap Mae.
"Iya tidak apa-apa aunty, aku tidak merasa di repotkan." Ucap Alexi, Mae berlari kecil menghampiri Dea dan Tiana.
Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat Aleta yang sedang berjalan keluar dari ruang kerja nya, Azka tiba-tiba muncul dan berdiri di hadapan Aleta dan membuat Aleta terkejut.
"Asshh, kamu ngapain si?" Tanya Aleta kesal.
"Berdiri." Jawab Azka ngasal.
"Iya aku tahu kamu sedang berdiri Azka tapi kenapa harus di hadapan aku, kamu ngagetin tau ga." Ucap Aleta.
"Sengaja dong mau bikin jantung istri aku berdebar." Ceplos nya, Aleta menunduk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau jantung aku tidak berdebar itu artinya aku sudah meninggoy." Ucap Aleta, azka tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.
"Gemes banget si kalau lagi ngambek gini." Ucap Azka, mencubit hidung Aleta dengan gemas.
"Mon maap ni ya kalau mau menebar kemesraan jangan disini, hargai para karyawan yang jomblo." Ucap Axel, yang muncul tiba-tiba.
"Kamu ke kantor?" Tanya Azka kaget, biasanya jika Aiden dan Alexi tidak pergi ka kantor Axel juga akan mengikuti nya.
"Iya aku ke kantor kenapa." Ucap Axel.
"Ya gak apa-apa tumben saja." Kekeh Azka.
"Gak tumben kok ini juga mau pulang." Ucap Axel.
"Gak ada temen nya kan." Goda Azka.
"Itu tahu, Alexi gak bilang dari awal soalnya kalau dia gak ke kantor." Ucap Axel, Azka dan Aleta tertawa.
"Dasar aneh." Ucap Aleta.
"Kamu sendiri ngapain ke kantor?" Tanya Axel.
"Aku ngambil barang yang ketinggalan kemarin." Jawab Aleta, Axel mengangguk setelah itu mereka bertiga pergi dari kantor.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan menuju rumah ponsel Axel berdering menandakan panggilan masuk, Axel melihat mami yang menelpon nya.
****Panggilan telepon*
Mami***: Hallo boy kamu dimana?
Axel: Aku lagi di jalan mi mau pulang.
Mami: Kamu bisa jemput mami tidak, tadi mami habis belanja sama mom Dea dan barang belanjaan mami cukup banyak.
Axel: Emang gak minta antar supir?
Mami: Enggak sayang, mami tadi naik taksi kirain mom Dea akan pergi dengan supir ternyata dia pergi bersama Alexi.
Axel: Alexi ada di sana?
Mami: Iya Alexi ada di sini, ini kita sedang makan di restoran Xx dekat supermarket.
Axel: Yasudah aku kesana sekarang mami tunggu di sana dan jangan kemana-mana.
Mami: Oke sayang.
Ucap Mae mematikan panggilan nya, Mae tersenyum karena Axel mau menjemput nya itu artinya Axel akan bertemu dengan Tiana.
"Bagaimana Axel akan ke sini?" Tanya Dea.
"Ia dia sedang dalam perjalanan." Jawab Mae.
Tiana berusaha menyimak apa yang sedang dibicarakan oleh Mae dan Dea, setelah tahu Tiana membulatkan matanya menatap Mae dan Dea secara bergantian.
"Kamu kenapa?" Tanya Alexi yang melihat wajah terkejut Tiana.
"Iya memangnya kenapa?" Tanya Alexi lagi.
"Tuan tolong bolehkah saya pulang saja." Ucap Tiana, Alexi tertawa kecil membuat Tiana tercengang melihat Alexi yang semakin tampan karena tertawa.
"Kamu kenapa mengatakan itu kepada saya, kamu katakan itu kepada aunty Mae yang mengajak kamu kesini." Ucap Alexi.
"Tuan bukan apa-apa saya takut kepada tuan muda Axel." Ucap Tiana.
"Tenang saja Axel tidak akan memakan kamu." Ucap Alexi, Tiana tercengang, apakah Axel seekor hewan buas yang bisa memakan nya.
"Tiana kamu kenapa?" Tanya Dea.
"Ti_tidak apa-apa nyonya." Jawab nya.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Mae.
"Eumm iya saya baik-baik saja." Jawab nya, Alexi menunduk menahan tawa melihat kegugupan dan ketakutan Tiana.
Dari kejauhan Alexi melihat Axel yang sudah memasuki restoran tempat ia, mommy, aunty dan Tiana makan.
"Itu Axel sudah tiba." Ucap Alexi, membuat Tiana menjatuhkan sendok yang di pegang nya.
"Ah, maaf saya akan mengambilnya." Ucap Tiana, wanita itu turun ke bawah meja untuk mengambil sendok yang jatuh.
"Maaf apakah aku terlambat." Ucap Axel, membuat Alexi menggelengkan kepalanya begitupun dengan Mae dan Dea.
"Tidak kamu tidak terlambat nak, mau pesan apa?" Ucap Mae.
"Terserah mami saja." Balas Alexi.
__ADS_1
Sementara di bawah meja Tiana merasa tidak nyaman, dan takut jika Axel akan memarahi nya. Karena yang Tiana tahu selama ini Axel adalah lelaki yang galak.
(Aduh gimana ini kenapa pakai acara datang segala, lagian Tiana kenapa kamu begitu bo*oh si. Bisa-bisanya merasa kasihan saat nyonya Mae memaksa untuk mengajak kamu makan, begini kan sekarang jadinya. Aku harus bagaimana Tuhan tolong, siapapun tolong Tiana.) Batin Tiana.
"Tiana kenapa lama sekali mengambil sendok nya." Ucap Dea.
"Mungkin sendok nya terbang ke Antartika." Ceplos Alexi, membuat mom Dea mengernyit.
Sementara di bawah meja Tiana mengumpati Alexi yang malah mengejek nya, Axel mengernyit heran dengan perkataan mommy Dea dan Alexi.
"Tiana?" Tanya Axel.
"Ah, iya hampir saja lupa mami mengajak Tiana untuk makan bersama disini." Ucap Mae, Axel semakin bingung.
"Tidak ada Tiana disini." Ucap Axel.
"Tiana ada di kolong meja sedang mengambil sendok." Ucap Alexi, Axel refleks menunduk dan benar saja ada Tiana yang sedang berjongkok disana.
"Kamu_" Ucap Axel.
"Tu_tuan." Balas Tiana.
"Kamu ngapain disini dan ini kenapa kamu bersembunyi di bawah meja?" Ucap Axel.
"Mengambil sendok." Jawab Tiana polos, wanita itu pun memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.
Bibir Tiana komat-kamit mengupati Alexi yang benar-benar menyebalkan, ternyata keluarga ini selain tampan bisa menyebalkan juga contohnya Alexi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Axel
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Setelah mabok Alexi sekarang dibuat mabok Axel 😩*
A: Biar makin semangat kan Uun 😂
N: Bukan Semangat lagi inimah udah terjungkal-jungkal 🙂
A: Bagus dong kalau begitu 😂
N: Nangis gue Thor 😭
A: 😂😂😂
__ADS_1