Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 261


__ADS_3

Semua keluarga sudah berkumpul di restoran untuk sarapan, para suami duduk di meja sementara para istri mengambilkan makanan untuk suaminya.


Tak lama kemudian Axel datang dengan Tiana yang mengikutinya dari belakang, hal itu tentu saja membuat para keluarga tersenyum bahagia melihat nya.


"Pengantin baru mah beda bangun aja kesiangan." Goda Azka, Axel mendecih ia kesiangan karena berdebat dengan Tiana.


"Jangan mikir aneh-aneh saya kesiangan karena_" Ucapan Axel terhenti, saat melihat tatapan curiga dari para saudara nya.


"Karena?" Tanya Alexi dengan jahil.


"Jatuh dari tempat tidur dan membuat kami berdebat kecil." Ucap Axel, hal itu membuat Aiden, Arka dan Azka tertawa begitupun dengan Alexi.


"Gaya apa yang kau lakukan sampai jatuh dari tempat tidur?" Ucap Arka, Axel mendengus mendengar perkataan Arka.


"Jangan aneh-aneh Ar saya tidak melakukan gaya apapun." Ucap Axel, kini para istri ikut berkumpul dengan Axel begitupun dengan Tiana.


"Kenapa nih rame amat." Ucap Aleta, wanita itu meletakkan makanan di hadapan suaminya.


"Axel jatuh dari tempat tidur sayang." Ucap Azka, mendengar itu membuat Tiana meletakkan makanan di hadapan Axel dengan menundukkan kepalanya.


"Woooww brutal sekali anda sampai jatuh dari tempat tidur." Ucap Aleta, Adelle, Vee dan Alea tertawa mendengar perkataan Aleta.


"Kayang kamu El?" Goda Anes.


"Gak gitu gimana si saya tidak melakukan hal yang aneh-aneh paham tidak." Kesal Axel, sebenarnya para saudara juga tahu Axel tidak mungkin langsung melakukan hal itu.


"Gak aneh-aneh sampai jatuh ya wak." Ucap Aleta.


"Terserah kalian saja." Balas Axel, Aiden tertawa kecil melihat para saudara nya yang menggoda Axel.


Setelah selesai sarapan Anes dan Deandra pamit pulang lebih dulu, wanita itu memang selalu mengerti dengan kesibukan suaminya.


Sementara yang lain akan pulang ke rumah mereka masing-masing, Aiden menggendong tubuh mungil Varo putranya dan sebelah tangan nya ia gunakan untuk merangkul pinggang ramping Vee.


Aiden melihat Tiana yang menatap mama nya, kini Tiana akan ikut tinggal bersama dengan Axel. Namun ia merasa ragu untuk meninggalkan mama nya seorang diri.


"Ma aku tinggal sama mama saja ya, aku khawatir dengan keadaan mama." Ucap Tiana.


"Enggak sayang bagaimanapun juga kamu sudah memiliki suami sekarang, kamu harus tinggal bersama dengan suami kamu. Jangan pernah tinggalkan dia ya nak, teruslah berada disampingnya dalam setiap keadaan." Ucap mama Tiana.


"Ma kalau Tiana gak tinggal sama mama nanti mama sendirian, mama tau kam Tiana gak biasa biarin mama sendiri." Ucap Tiana, Vee tersenyum dan merangkul pundak Tiana.


"Tiana kamu jangan khawatir para keluarga akan memberikan beberapa pelayan untuk menemani mama kamu, kita tidak setega itu membiarkan mama kamu sendirian." Ucap Vee, Tiana menatap Vee mencari kebenaran dari tatapan saudara ipar nya.


"Apa yang dikatakan oleh Vee benar Tiana, lagipula saat ini mama kamu akan tinggal di rumah baru nya. Papi sudah menyiapkan tempat tinggal yang layak untuk mama kamu." Tambah Aleta.


"Kamu dengar sayang mama gak apa-apa, mama juga tidak sendirian kamu harus ikut dengan mertua dan suami kamu ya nak." Ucap mama Tiana.


"Baiklah, kabari Tiana jika ada apa-apa ya ma. Jaga kesehatan mama dan jangan lupa minum selalu vitamin nya." Ucap Tiana, mama mengangguk dan tersenyum manis. Wanita paruh baya itu memeluk tubuh Tiana dengan lembut, anak gadis yang selalu berkorban untuk nya kini sudah mendapatkan kehidupan yang layak.


...

__ADS_1


Keluarga dad Justin kini sudah sampai di kediaman nya, Vee menghembuskan nafas lega membuat Aiden tertawa melihat kelakuan istrinya.


"Kenapa kaya gitu?" Tanya Aiden.


"Aku lelah bang." Ujar nya, Vee yang sudah ada di kamar nya merebahkan diri di atas tempat tidur.


"Varo sama mommy dulu Daddy mau ganti baju." Ucap Aiden.


"Sini sayang sama mommy." Ucap Vee, saat Vee memeluk Varo tiba-tiba saja Ayaza masuk ke kamar Vee karena memang pintu kamar kakak sepupu nya itu terbuka.


"Kak Vee Aya boleh masuk kan." Ucap gadis cantik itu.


"Tentu saja kesini za." Ucap Vee, Ayaza berjalan mendekati Vee dan Varo.


"Kak Aya nanti malam akan pulang makasih karena kakak sudah menemani Aya selama Aya disini." Ucap nya, Vee mengernyit secepat itu Ayaza akan kembali ke negaranya.


"Kenapa cepat sekali pulang nya?" Tanya Vee.


"Karena Daddy dan mommy ada urusan ke luar negeri kak jadi Aya, kak Rafael dan kak Felly harus pulang." Ujar nya.


"Aya tinggal disini dulu saja nanti kakak yang antar Aya pulang." Ucap Aiden, Ayaza menoleh kepada kakak sepupu yang baru keluar dari ruang ganti.


"Tidak mau." Jawab nya dengan cepat.


"Kenapa tidak mau ini juga rumah kamu." Ucap Aiden, Ayaza menggelengkan kepalanya.


"Takut kalau tidak ada mommy Aya tidak di sayang." Ucap nya dengan polos, Aiden tercengang mendengar perkataan Ayaza.


"Kak Aiden saja yang ikut dengan Aya dan mommy." Ucap Ayaza.


"Kau pikir aku anak kecil hmmm, kamu saja yang tinggal disini lebih lama lagi." Ucap Aiden.


"Aya harus kuliah kak." Ucap Ayaza.


"Kuliah kan bisa online." Ucap Aiden.


"Gak mau Aya pokoknya nanti malam Aya mau pulang." Ucap nya, Aiden mendekati Ayaza dan menggendong tubuh Ayaza di pundak nya.


"Waaaaaa." Teriak Ayaza.


"Aku kurung kamu biar gak di ajak pulang." Canda Aiden.


"Kakak jangan kak Vee tolong Ayaza." Vee bangun dari posisi rebahan nya, bukannya menolong Ayaza wanita itu malah menutup pintu kamar nya.


"Sayang bawa Aya ke ruang ganti." Ucap Vee, mata Ayaza membulat sempurna.


"Aaaa mommy Daddy tolong anak kalian di culik mom." Teriak nya, Vee dan Aiden tertawa mendengar teriakan Ayaza.


"Gak boleh pulang pokoknya." Ucap Aiden.


"Aya mau pulang huaaaa kak El." Teriak nya, sementara itu di ruang tamu Dena dan yang lain sedang berkumpul.

__ADS_1


"Ayaza mana ya." Ucap Keanu, yang tak lain adalah Daddy dari Ayaza.


Lelaki itu memang selalu peka jika menyangkut soal putrinya, Kean mengedarkan pandangannya mencari keberadaan putri bungsu nya.


"Nyari apa si dad?" Tanya Dena.


"Ayaza kemana kok tidak ada." Ucap Kean.


"Loh bukannya tadi sama kamu." Ucap Dena.


"Enggak ah orang Aya bilang mau nyusul kamu." Ucap Kean.


"Loh aku gak sama Aya kok." Ucap Dena, mom Dea dan dad Justin mendengarkan perdebatan Dena dan Keanu.


"Mungkin di taman kali." Jawab Rafael.


"Aku habis dari taman tapi tidak melihat Ayaza." Ucap Felly, nah kan mulai panik orang-orang karena kelakuan Vee dan Aiden yang menyembunyikan Ayaza di kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Surat terbuka untuk Ayaza, za Mon maap boleh tukar posisi dulu gak setaun aja setaun gak usah lama-lama za. 😊*


A: Btw setaun lama loh Uun yang cepat itu seminggu 🙄


N: Sebentar kok Thor gak apa-apa ya gue pengen ngerasain jadi Ayaza, punya Daddy dan mommy ganteng plus cantik. Terus saudara nya juga ganteng-ganteng cantik-cantik gak apa-apa setaun dua tahun gak apa-apa kok ikhlas gue😂


A: Elo ikhlas Ayaza nya yang gak ikhlas 😂


N: Jangan terlalu jujur bisa tidak 😒


A: Tidak 😂


N: 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2